CAPE CANAVERAL — Perusahaan kedirgantaraan swasta pimpinan Elon Musk, SpaceX, sukses meluncurkan kembali kapsul pemulihan muatan misterius bernama Starfall untuk kedua kalinya dalam sejarah. Perangkat kapsul ini diangkut sebagai bagian dari 32 muatan satelit dalam misi rideshare Bandwagon-5 yang meluncur menggunakan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida.
Laporan dari portal berita sains Space.com mencatat bahwa peluncuran ini menandai langkah krusial SpaceX dalam mematangkan teknologi kapsul yang dirancang khusus untuk memfasilitasi riset lingkungan gravitasi mikro (microgravity) dan manufaktur canggih di luar angkasa.
Karakteristik Fisik dan Fungsi Utama Kapsul ‘Starfall’
1. Spesifikasi Perangkat dan Kapasitas Muatan
Berdasarkan dokumen penilaian lingkungan dari Badan Penerbangan Federal AS (FAA), kapsul Starfall memiliki bentuk disk/piringan unik dengan spesifikasi teknis berikut:
-
Dimensi Fisik: Berdiameter sekitar 3,1 meter (10,2 kaki) dengan tinggi 0,75 meter (2,5 kaki).
-
Bobot dan Kapasitas: Memiliki berat total sekitar 2.100 kg dan dirancang mampu membawa hingga 1.000 kg muatan hasil eksperimen kembali menembus atmosfer Bumi secara aman.
2. Akses Rutin Riset Gravitasi Mikro
Guna mendukung industri manufaktur luar angkasa dan eksperimen medis, Starfall dirancang untuk terbang secara rutin, mendarat kembali di Bumi, serta memangkas biaya transportasi eksperimen sains antariksa yang selama ini relatif mahal.
“Starfall akan membuka akses terjangkau dan rutin ke lingkungan gravitasi mikro bagi penelitian ilmiah serta manufaktur di luar angkasa,” pukas pernyataan resmi SpaceX.
Keberhasilan Misi Rideshare Bandwagon-5 dan Pendaratan Roket
Selain membawa kapsul Starfall, peluncuran misi Bandwagon-5 juga mencatatkan pencapaian operasional yang efisien:
-
Penyebaran Multi-Satelit: Meluncurkan 32 muatan gabungan yang mencakup kapsul pabrik luar angkasa W-Series 7 milik Varda Space Industries serta satelit observasi Bumi Pelican-12 buatan Planet.
-
Rekor Pendaratan Pendorong (Booster): Tahap pertama pendorong Falcon 9 berhasil mendarat secara presisi di kapal otonom (drone ship) “A Shortfall of Gravitas” di Samudra Atlantik. Ini merupakan penerbangan dan pendaratan ulang ke-19 bagi pendorong tersebut.
Comment