TOKYO — Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) menyatakan kesiapannya untuk menggelar misi eksplorasi luar angkasa tingkat lanjut. Misi bertajuk Martian Moons eXploration (MMX) ini dirancang khusus untuk mendarat dan membawa pulang sampel material permukaan dari Phobos, salah satu dari dua satelit alami yang mengorbit Planet Mars.
Laporan dari ANTARA News Megapolitan mencatat bahwa jika misi ini berjalan sesuai rencana, Jepang akan menjadi negara pertama di dunia yang berhasil mengumpulkan dan membawa kembali sampel tanah dari wilayah orbit Planet Merah ke Bumi.
Misi MMX: Mengungkap Asal-usul Satelit Mars dan Evolusi Tata Surya
1. Pengambilan Sampel Tanah Phobos
Wahana antariksa MMX dijadwalkan terbang menuju Mars untuk melakukan survei terperinci terhadap dua bulan Mars, yakni Phobos dan Deimos. Wahana tersebut akan mendarat di permukaan Phobos selama beberapa jam untuk mengambil sampel batuan dan regolit menggunakan modul pengerukan khusus sebelum terbang kembali menuju Bumi.
2. Memecahkan Teka-teki Pembentukan Bulan Mars
Para ilmuwan berharap sampel tanah dari Phobos dapat menjawab perdebatan panjang di dunia astronomi mengenai asal-usul satelit Mars:
-
Apakah Phobos dan Deimos merupakan asteroid yang terperangkap oleh gravitasi Mars?
-
Ataukah kedua satelit tersebut terbentuk dari puing-puing tabrakan raksasa antara objek antariksa purba dengan Planet Mars?
“Membawa sampel Phobos kembali ke Bumi adalah kunci utama untuk memahami bagaimana air dan materi organik terdistribusi di planet-planet berbatu pada masa awal pembentukan Tata Surya,” terang tim peneliti JAXA.
Kolaborasi Internasional dan Inovasi Teknologi JAXA
Misi eksplorasi skala besar ini melibatkan kerja sama teknologi tinggi dengan sejumlah badan antariksa dunia:
-
Dukungan NASA dan ESA: Memuat instrumen ilmiah canggih bantuan dari Amerika Serikat (NASA) dan Eropa (ESA), termasuk penjelajah (rover) mikro hasil kolaborasi Jerman (DLR) dan Prancis (CNES).
-
Penerapan Teknologi Mendarat dan Lepas Landas: Menguji keandalan sistem navigasi presisi tinggi JAXA untuk melakukan pendaratan aman di lingkungan bergravitasi sangat rendah (microgravity).
Comment