Sains
Home / Sains / Puncak Hujan Meteor Orionid Menerjang Langit Malam: Saatnya Menyaksikan Pendaran Sisa Komet Halley

Puncak Hujan Meteor Orionid Menerjang Langit Malam: Saatnya Menyaksikan Pendaran Sisa Komet Halley

A shooting star blazes a path through the constellation Orion. (Image credit: Icebergpicture via Getty Images)
A shooting star blazes a path through the constellation Orion. (Image credit: Icebergpicture via Getty Images)

NEW YORK — Para pecinta fenomena antariksa di seluruh dunia bersiap menyambut pertunjukan langit malam yang spektakuler. Puncak hujan meteor Orionid (Orionids) dikonfirmasi akan mencapai fase puncaknya pada malam 21 Oktober hingga dini hari 22 Oktober 2026.

Laporan panduan dari Space.com menyebutkan bahwa fenomena tahunan ini terjadi saat Bumi melintasi gugusan debu dan batuan purba berkecepatan tinggi yang ditinggalkan oleh komet paling terkenal di dunia, Komet Halley (1P/Halley).

Waktu Terbaik dan Panduan Pengamatan Meteor Orionid

1. Waktu Terbaik Pengamatan (Dini Hari Jelang Subuh)

Waktu paling ideal untuk mengamati hujan meteor Orionid adalah antara pukul 00.00 WIB (tengah malam) hingga sebelum fajar. Dalam kondisi langit malam yang gelap dan bebas dari polusi cahaya, pengamat dapat menyaksikan sekitar 10 hingga 20 meteor melintas per jam.

2. Pengaruh Cahaya Bulan dan Titik Radian

Meskipun cahaya Bulan cembung (waxing gibbous) sempat menerangi awal malam, Bulan diperkirakan akan terbenam beberapa jam setelah tengah malam. Hal ini memberikan jendela waktu kegelapan yang sempurna sebelum fajar. Meteor Orionid akan tampak memancar dari titik radian di dekat bintang maharaksasa merah Betelgeuse di konstelasi Orion.

“Untuk mendapatkan pandangan terbaik, jangan hanya menatap titik radian Orion. Tataplah area langit yang berjarak 40 hingga 90 derajat dari Orion agar Anda bisa melihat ekor pendaran meteor yang melintas lebih panjang,” saran pakar astronomi.

Asal-usul Ilmiah Hujan Meteor Orionid

Fenomena hujan meteor Orionid terjadi akibat gesekan material luar angkasa dengan lapisan atmosfer Bumi:

Sains & Keanekaragaman Hayati: Fenomena Evolusi Cepat, Warna Bulu Burung Hantu Serak Jawa di Swiss Berubah Menjadi Kemerahan dalam 30 Tahun

  • Kecepatan Ekstrem Meteor: Partikel debu Komet Halley menembus atmosfer Bumi pada kecepatan fantastis mencapai 237.539 km/jam (sekitar 147.600 mil per jam).

  • Pendaran Cahaya Terang (Fireballs): Kecepatan yang sangat tinggi ini menyebabkan partikel Komet Halley terbakar hebat di atmosfer, menghasilkan lintasan garis cahaya yang sangat terang (shooting stars) dan bertahan beberapa detik di langit malam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *