CALIFORNIA — Peneliti ekologi laut dari Universitas Stanford mempublikasikan temuan terobosan dalam jurnal Science Advances yang membawa harapan baru bagi upaya penyelamatan ekosistem laut global.
Studi tersebut mengonfirmasi bahwa fragmen terumbu karang yang memutih (bleached coral) dapat pulih secara penuh dan cepat dalam waktu singkat—hanya dalam 8 minggu—apabila bersentuhan fisik secara langsung dengan fragmen terumbu karang yang sehat.
Mekanisme Pemulihan: Transfer Alga Fotosintetik Sehat
Penyebab Utama Fenomena Memutihnya Terumbu Karang (Coral Bleaching)
Terumbu karang memutih ketika kenaikan suhu air laut yang ekstrem memaksa karang mengusir dinoflagellata (alga mikro Symbiodiniaceae) yang hidup bersimbiosis di dalam jaringannya. Tanpa alga fotosintetik ini, karang kehilangan warna alami dan sumber nutrisi utamanya hingga berujung pada kematian masal.
Bagaimana Kontak Fisik Memicu Pemulihan Cepat?
Melalui uji coba laboratorium pada spesies Pocillopora damicornis, peneliti Stanford menemukan bahwa ketika sampel karang yang memutih ditempatkan hingga menyentuh sampel karang sehat dari klon yang sama, terjadi aliran transfer mikroalga sehat secara masif.
“Setelah alga bermanfaat masuk ke dalam karang yang memutih, alga tersebut tidak hanya menyebar, tetapi membelah diri dengan laju tercepat yang pernah tercatat pada terumbu karang,” ungkap Stephen Palumbi, peneliti senior Stanford.
Tantangan Penerapan Skala Luas: Syarat Identitas Genetik
Kendati temuan ini sangat menjanjikan, para ilmuwan mencatat satu batasan teknis penting untuk penerapan di alam liar:
-
Identitas Genetik Kloning: Fenomena transfer alga dan penyatuan jaringan pemulihan ini sejauh ini hanya bekerja di antara fragmen karang yang identik secara genetik (klon).
-
Analogi Transplan Organ: Palumbi menganalogikan proses ini seperti transplantasi organ pada manusia, di mana keberhasilan donor tertinggi terjadi jika organ berasal dari kembar identik.
Urgensi Penyelamatan Ekosistem Karang Global
Sekitar 84,4% terumbu karang dunia mengalami stres panas tingkat tinggi akibat gelombang panas laut dalam beberapa tahun terakhir. Mengingat ekosistem karang memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bernilai hingga $9,8 triliun per tahun bagi populasi global, metode sentuhan karang ini diharapkan dapat dikombinasikan dengan pembibitan terumbu karang tahan panas (heat-tolerant) untuk mempercepat restorasi terumbu karang dunia.
Comment