Beranda / Olahraga / iShowSpeed ​​Menyatu Kembali Oleh Cristiano Ronaldo!

iShowSpeed ​​Menyatu Kembali Oleh Cristiano Ronaldo!

Yo, gila banget, guys. Ini gila. Iya. Yo, dia di sana. Ronaldo ada di sana, bro. Ayo. [Tepuk tangan] Ayolah, bro. Yo, gue deket banget sama dia sekarang, cuy. Dia, bro. Dia beneran main di sisi kita, coy. Nih, ayo. Gas. Oh, iya. Oh, Ronaldo. Ayo. Hey, Ronaldo. Tunggu, dia di sana. Dia di sana. Ronaldo. Ronaldo. Ayo, dong. Ronaldo. Ronaldo. Hey, inget gue gak? Hey. Yo, bro. Hey. Dia fokus banget. Dia fokus banget. Oh, iya. Oh, iya. Oh, iya. Di sini.

Duduk dulu. Ronaldo di sini. Ronaldo. Dia coba lakuin tendangan gunting. Eh. Eh. Eh. Nah, itu dia yang aku maksud. Dia coba tendangan gunting, tapi. Gak deh. Dia salah langkah. Dia becanda. Chat. Dia becanda. Eh. Eh. Nah, itu dia yang aku maksud. Ronaldo. Eh. Itu dia yang aku maksud. Itu dia, bro. Dia coba tendangan gunting. Baru 5 menit, bro. Gak deh. Ayolah. Aku butuh satu dari kamu, Ronaldo. Ayolah. Aku butuh satu. Fokus, bro. Ini saatnya kamu. Oh, iya.

Yuk, mulai nih. Ini dia. Ini dia. Ini dia. Ah, santai aja, Ronaldo. Kita semua oke kok. Lama banget gak ketemu, bro. Gak bohong ya, gue excited. Udah lama banget gak nonton pertandingan Ronaldo, mungkin setahun lebih. Gue semangat banget. Gue lagi on fire nih. Oke, itu dia. Ayo, Felix. Ah. Hei. Hei, Felix. Santai aja, Felix. Santai aja. Tunggu, dia deket banget sama gue. Yo, apa kabar? Tunggu, dia bilang apa ya ke gue? Yo, Ronaldo, ayok, dong.

Sayang. Tunggu, dia melambai ke aku nggak ya atau aku ngelihat hal? >> Dia melambai ke aku atau aku ngarang-ngarang? >> Apa aku lagi halu? Kayaknya aku lagi halu deh. >> Gak tau deh. Oh, Ronaldo. Ayo dong. Ayo dong. Oh, crossing. Wah, crossingnya keren bro. Ayo. Oh, itu Ronaldo. Ah, ayolah Ronaldo. Ah, gapapa. Duh, sayang. Kita ngapain kalau Ronaldo cetak gol? Kita ngapain? Di sini. Di sini. Di sini. Ayo. Ayo, Ronaldo. Di sini. Dia di situ. Kasih bola ke dia. Dia di situ.

>> Mereka dapet. Yo, kalo Ronaldo di kotak penalti, ya harus dikasih bola ke dia. Hei, waktunya nyanyi nih, guys. Cristiano Ronaldo. Christian Ronaldo. Christian Ronaldo. Oh, >> Aku hampir nggak ngeh sama golnya. Hampir nggak lihat golnya. Aku harus fokus main, Chad. Aku hampir nggak lihat golnya. >> Bisa foto bareng nggak? >> Hah? >> Bisa foto >> Iya. >> Oke, ayo. Ayo. Ayo. >> Oh, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu.

Cuplikan Pertandingan Marlins vs. Dodgers (27/4/2026) | Syut MLB

Bisa jadi gol nih. Iya. Ini bisa jadi gol. Cuma tinggal crossing aja. Gitu doang yang harus lo lakuin. Semua dari lo, Felix. Oh. Oh, Felix. Itu tuh tembakan lingkaran R1. Itu tembakan finesse. Oh, saudara Portugalku. Itu licik banget. Itu licik. Itu licik. Hei, itu tembakan finesse. Gas lasso. Hei, Felix. Nah, itu yang gue maksud. Felix. Hei, lambaikan tangan ke gue dong. Oke, bro. Bro, dia tadi nggak ngeliatin gue ya? Dia tadi beneran ngeliatin gue nggak? >> Langkah buat tembakan selanjutnya.

>> Itu gol yang bagus. [Tepuk tangan] Oke, ayo kita mulai. Ayo dong. Aku bilang kan. Aku bilang itu bakal jadi gol. Ayolah. Aku bilang itu bakal jadi gol. Aku bisa ngerasain gol. Aku punya insting kayak Spiderman soal gol. >> Oke. Kamu suka? >> Iya. Aku suka banget. >> Aku bilang kan. Oh, Ronaldo. Iya. Enggak. Iya. Tapi enggak. Ronaldo. >> Hei. Zoom-ku. Zoom-ku. Zoom-ku. Sedikit. Sedikit. Ronaldo. Yala. Yala. Sedikit. Kita semua oke. Kita semua oke. Kita semua oke. Kita semua oke.

Sial. Gak. Hampir banget. Teddy. Kalian kira Ronaldo bakal cetak gol hari ini? Gue sih pikir dia bakal. Baru menit ke-20, dia udah dapet kesempatan. Dan kalian tau dia pasti bakal dapet satu kesempatan itu. Iya, gue yakin dia bakal. Cewek di sebelah kamu itu putri. >> Dia putri. >> Dia putri. >> Dia putri. >> Beneran? Dari Saudi Arabia. >> Ini mantan mantan Snapchat. >> Mantan apa? Mantan Snapchat.

[Tepuk tangan] Gue nggak ngerti. Enggak. Chat gue diserang troll. Bilang aja kalian lagi ngetroll. Kalian, yalah. Ayo dong, guys. Fokus, bro. Kita di sini. Skornya satu nol. Semua oke. Chad Ronaldo emang gitu. Dia emang gitu. Selalu gitu. Oh iya. [Tepuk tangan] Ayo dong. [Musik] [Tepuk tangan] Ayo kalian. [Tepuk tangan] >> Bola bagus. Bola bagus. Oh, dia enggak. Dia ketipu. Ronaldo. Ronaldo. Ronaldo. Ya ampun. Sial banget. Kalian, astaga, bro. Oh, dia cedera. Gue mau ngomong sesuatu ke dia.

Yo, Ronaldo. Hei. Iya, dia bener-bener fokus, bro. Hei, Ronaldo. Dia fokus banget. Dia fokus banget. Dia fokus banget, bro. Gue gak mau ganggu mereka. Edan. Dia bahkan gak ngenalin suara gue. Kalian Ronaldo, kuning [Musik] [Tepuk tangan] bilang dia fokus. Dia fokus, bro. Jangan pernah ganggu sang legenda. Jangan pernah ganggu sang legenda. Dia fokus banget. Dia fokus banget. Dia fokus banget. Dia fokus banget. Dia fokus banget. Dia fokus banget. Dia fokus banget. >> Dia fokus banget. Gue gak bakal kayak gitu.

Menangnya Luar Biasa!! 🔥 | Man Utd vs Brentford | Cuplikan Pertandingan

Gue nggak bakal ganggu mereka. Pas dia udah di lapangan, >> dia yang ngomong. Dia yang punya otoritas, bro. Dia raja di lapangan. Lo ngerti gak maksud gue? Ayo, Ronaldo. Gas, bro. [Tepuk tangan] >> Astaga, dia kedip ke gue. Astaga, dia kedip ke gue. >> Dia baru aja kedip ke gue. Dia baru aja kedip ke gue, >> bro. Apa dia beneran kedip ke gue? Apa gue delusional? >> Nggak, dia beneran. >> Apa gue delusional? Lo liat kan >> Apa gue delusional?

>> Gue lagi ngelamun ya?
>> Udah gue kasih jempol.
>> Gue lagi sok-sokan cewek SMA ya? Tapi dia ngeliatin gue terus kedip-kedip. Gue yakin gue gak salah liat.
>> Hei, kalo dia nyetak gol, gue pengen lo…
>> Hei, dari tadi lo bilang Messi lebih bagus. Kenapa lo…
>> Kenapa lo pengen kaos Al Noster?
>> Lo kan lagi pake kaos El Noster. [Musik]
Gak, serius. Kalo lo mau foto sekarang,
>> bro, bilang temen lo jadi Ronaldo.
>> Gue bakal jadi.

>> Dia bilang Messi lebih bagus sih. >> Messi. Bro, anak-anak ini, bro. >> Enggak, bro. Anak-anak ini, bro. >> Wah, kaosnya keren banget. >> Boleh nggak? Aku suka kaos lo yang model loopy itu. >> Iya, keren banget. Keren parah. >> Kaosnya emang keren. [Tepuk tangan] Makasih. >> Kaosnya keren banget. Love you juga, bro. Kaosnya keren. Kalian dari, eh, kalian dari, um, Riad? Kamu dari Riad? >> Kamu dari sini? Chat aku bilang kamu itu princess. Kamu…

Bukan putri, kan? Eh >> kamu perawat. [Musik] >> Gue kasih tau nih, kalian tuh troll semua, bro. Kalian emang troll banget. Dia bukan putri. Salah orang. Ups. Kalian bakal bilang salah orang setelah gue datengin orangnya. Kalian lucu banget, bro. Gimana bisa bilang salah orang? Chat, kapan pun gue marah, gue di sini bareng dia. >> Itu gaya Ronaldo. >> Diam lah >> Gue nyolong gaya Ronaldo itu sekarang, bro. Kalau kalian pipis, kalau kalian nonton semua…

Game bola Ronaldo, tiap kali lo marah, dia ngelakuin ini. >> Ayo lah. Ikutan dong. Gas. Ayo. Ayo, Felix. Hei, Ronaldo. Ini [__] makin nyeret, bro. Jadi makin dingin. Babak kedua, dia bakal cetak gol. Babak kedua. Babak kedua, dia pasti nyetak gol. Percaya deh. Gue mau mulai wave ini, bro. Hei. Hei. Kalian siap buat wave? >> Kalian siap buat wave? >> Kalian mau ikutan wave? Iya. >> Semua harus kompak ya. >> Wave. Oke.

Memanas! Bhayangkara Presisi Sakti dari LavAni di Laga Utama Akhir Proliga 2026

>> Gelombang. >> Halo semuanya. >> Yo, ayo kita bikin gelombang, yuk. Oke. >> Satu. >> Tutup mulut >> satu dua tiga. >> Ayo dong, semua. Ayo, yuk. Yuk. >> Satu dua tiga >> lagi. Satu dua tiga >> pesan. Eh, diem dulu. Diam dulu. Aduh. Diam, bro. Gue udah gak mau ngelakuinnya lagi, bro. Kalian kira gue gak bisa ya? Kalau gue mau coba, gue bisa kok. Kenapa sih mereka kayak nganggap gue gak bisa bikin gelombang. Gue gak bohong, gue udah…

nol-nol buat empat dengan gelombang gue. Oh, Ronaldo. Yuk, Ronaldo. Ronaldo. Oke. >> Ayo, ayo. [Tepuk tangan] Ayo, Ronaldo. Ayo, ayo, ayo, ayo, ayo. Ronaldo hampir… >> Wah. Wah. Tunggu. Tunggu. Oh. Oh. Astaga. Astaga. Dia makin deket banget. Astaga, dia nabrak mistar. Ronaldo. Oh, ini dia. Ini dia. Masuk gak tuh? Itu dia. Itu dia. Itu dia. Oh, penalti. Penalti. Itu penalti gak sih? Itu bukan penalti ya? Yo, itu bukan penalti kan?

[Tepuk tangan] Itu bukan penalti? Aku salah liat ya? [Tepuk tangan] Kalian liat nggak, bro? V. Ayo dong. V. V. Liat. Tunjukin VR-nya. Tunjukin VR-nya. VR. VR. [Musik] Tunggu, >> Gue nggak yakin Itu keren banget, bro. >> Gak mungkin. Mau nyetak gol nih. Apa sih [__] Mereka ngapain? Nih, mulai. Ini mungkin… Nggak, dia peluit. Kalian liat nggak? >> Itu [__] Dia peluit pas lagi break. Pas Ronaldo lagi break, langsung peluit. Ya udah deh, semua buruan cek kayak seluler.

tombol, gue mau nanya soal piala nih. >> Klubnya >> sekarang lagi tanpa kekalahan. Kita lagi oke banget sekarang. Ronaldo juga lagi performa bagus musim ini. Mantap banget. Klub juga lagi oke banget musim ini. Jadi gue excited. Ini pertandingan pertama yang gue datengin musim ini. Udah jadi tradisi nih. >> Ayo. >> Ayo, Elas. >> Yala. Yal. Hei. Hei. Hei. Kita bikin gelombang yuk. Oke. Satu, dua, tiga. Hei. Lagi. Satu, dua, tiga. >> Satu, dua, tiga.

[__] Ayo. Satu, dua, tiga. Mereka ngapain sih? Wah ombaknya keren, guys. Kalian habibi. Satu, dua, tiga. >> Mereka ngelakuin ini ya? Suie, >> mereka gak denger kamu. >> Hei, tunggu, bro. Gimana sih bilang ombak dalam bahasa Arab? >> Aku hampir bisa. Itu bergerak. >> Satu, dua, tiga. >> Satu, dua, tiga. >> Ayo dong. Satu, dua, tiga. Aku liat ada 20 orang ngelakuin hal konyol di sana. >> Satu, dua, tiga. Astaga, bro. Gue mulai kesel nih, bro. Mereka bahkan gak tau apa…

Mereka lagi ngapain. Gue liat ada yang lagi ngelakuin ini. >> Satu. Hei, lambaian, semua. Lambaian. Hai baby. Lambaian. Berdiri. Satu, dua, tiga. Lambaian. >> [ __ ] Satu, dua, tiga. Gak nyambung ke semua. >> Beberapa [ __ ] bro. >> Gak jalan, bro. >> Sial. [ __ ] chat. Gue harus terus coba atau langsung selesai aja? Sial. Kayaknya mereka gak ngerti deh. Mereka liat gue terus bilang, “Bro, lambaian.” Mereka bilang, “Maluu.” Kok bisa malu sih?

Beberapa dari kalian kebanyakan cemas aja sih. Kalian malu-maluin hal kecil gitu. Gue cuma malu kalo kentut di depan cewek. Enggak deh. Jujur ya, pas gue kentut di depan dia, gue mikir, “Sial, bakal keren banget nih kalo dia dapat penalti.” >> Oh. Mereka baru aja nyetak gol. >> Mereka baru aja nyetak gol. [Tepuk tangan] [Musik] >> Skornya 1-1, guys. Tunggu, apa bakal adu penalti? Enggak, gak bakal. Ini musim reguler. Enggak, bro. Ayo deh. Hey, co. Ayo dong.

Gak, bro. Gue gak mau keluar kayak gini. Mereka gak boleh kalah waktu gue di sini. Mereka ngeluarin bola gampang banget, bro. Terlalu gampang. Malah mulai nyebelin sekarang. Ronaldo, ayo dong. Ayolah. Kasih ke TW. Oper ke Coleman. Bro. Bro. ringan banget. [Tepuk tangan] >> Ini corner nih. Liat deh bisa gol gak. [Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Musik] berdiri. Gue tanya, “Siapa nama lo?” Dia jawab, “Nama gue Berdiri.” [Tepuk tangan]

Mereka ribut soal apa sih? [Musik] Penalti. Penalti buat siapa? Alnaser. Gak mungkin. Tolong dong. Tolong. Iya. V. Iya. Gimana Ronaldo ngomong ke dia? >> Tolong kasih penalti. Tolong. Tolong. >> Hati-hati. Hati-hati. Iya. Ayo, Ronaldo. Ini dia. Ini dia. Ini dia. >> Ayo. Ayo. Tolong tendang bola di sini. Dia harus tendang bola di sini. Jadi, lihat. Zoom ke dia. Tunggu. >> Waktu dia nendang, tapi pas dia gol, >> tolong tunjukin di sini. Renoto.

[Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] >> Oke, Tat. Tunggu dulu. Tunggu dulu. Ronaldo mau ambil penalti sekarang. Lihat dia bakal ngejebol nggak ya. Ayo, >> Ronaldo. Penalti. >> Ayo. Gue di sini, beb. [Tepuk tangan] Ayo, Ronaldo. Penalti Ronaldo. [Tepuk tangan] Ayo. New York. [Tepuk tangan] [Musik] Ronaldo Ronaldo Ronaldo Ronaldo [Tepuk tangan] Ronaldo [Tepuk tangan] [Musik] Jangan sampai meleset, bro. Wah. Waduh. Astaga. Gila. Gila banget. Gila banget. Gila banget. Gila banget. Wow. [Tepuk tangan]

Aduh, ya ampun. Aduh, ya ampun. Ya Tuhan. Dari luar kotak. Ya Tuhan. Ya Tuhan. Dari luar kotak. Ya Tuhan. Suci banget. [Tepuk tangan] Itu bener-bener dari luar kotak. [Tepuk tangan] Ya Tuhan. Eh, itu lag ya? >> Enggak, lag. >> Enggak, kalian gak liat itu. Kalian gak liat, bro. Dia baru aja ngejebol gawang. Ronaldo. Yo, bro, kalian tau kan seberapa gokil itu. Dia gagal penalti, kan? Tapi dia malah bikin gol yang lebih keren dari luar kotak. >> Ayolah, bro. Itu si GOAT. Tunggu dulu. Tunggu dulu. Tunggu dulu. Tunggu dulu. Mungkin aja.

gol lagi. Tunggu dulu. >> Rasain. Rasain. Ayo. Ayo. Felix. [Tepuk tangan] Ayo. Hei, Knoxer. Sayang, ayo. Itu tiga gol, sayang. Yala, bro. Dia gagal penalti. tapi masih bisa bikin gol dari luar kotak. Bro, >> yang terbaik sepanjang masa. Itu gol gila banget. Oh, whoa. Whoa. Ronald, ngomong-ngomong soal re Oh, ngomong-ngomong soal Ronaldo, crossing. Crossing. Cross, bro. [Musik] Hei, ini keren banget. Ini hebat. Ayo, bro. Kita bener-bener ngacir hari ini. T lagi

ayo Co. Gas. W di chat. W di chat. Oh, Sio. Sio. Y wing di lantai. [Musik] Y wing timnya. [Musik] [Tepuk tangan] Gas. >> Gas ke ultras. Ultras ultras [Tepuk tangan] yala yala yala yala yala yala yala yala yala yala yal yal ya yal itu dia [Tepuk tangan] itu kita Hey, Rosario. Rosario, rosario, rosario, rosario, rosario, rosario, [Tepuk tangan] legal aar. [Musik] [Tepuk tangan] Gue pegang. [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] Diam. [Tepuk tangan] Diam. [Tepuk tangan] [Musik]

[tepuk tangan] >> Game over. Game over. Dia bilang datang ke sini. Boleh aku mulai? >> Iya. Iya. Iya. >> Maksudnya, boleh aku mulai? Oke. Kasih tau aku kapan mulai. >> Kasih tau aku caranya. >> Caranya gimana? bilang caranya. [musik] [tepuk tangan] [musik] >> Um, kasih tau mereka gimana aku mulai adegannya? >> Gimana aku mulai? >> Iya, sebentar lagi. >> Iya, aku tau. Tapi gimana aku mulai? >> Aku harus ngapain? >> Apa yang harus aku >> Gimana caranya? Gimana caranya?

>> Gak. >> Ronaldo di situ. [Tepuk tangan] >> Tunggu, tunggu. Tunggu, tunggu, tunggu. >> Hei, tunggu. Gue harus ngapain? Kapan gue ngelakuinnya? >> Kapan gue ngelakuinnya? [Tepuk tangan] >> Oh, lo mau gue ngelakuinnya? >> Lo mau gue kayak Ronaldo? >> Gue bakal jadi Ronaldo. >> Gimana caranya? Tunggu, gue bakal lakuin. >> Gue rekam dulu. >> Oke. Boom. Boom. Tepuk. >> Boom. Tunggu. Rudy. >> Iya. Iya. Iya. Tunggu. >> Baterai gue mati. >> Boom. Boom. Berhenti.

>> Enggak. Enggak. Enggak.
>> Oh.
>> Oke.
>> Gue paham. Gue paham. Ronaldo. Gue paham. Gue paham.
>> Kartu kuning.
>> Tunggu. Tunggu. Tunggu, tunggu, tunggu.
>> Iya. [Tepuk tangan] Oh iya. [Tepuk tangan] Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Maaf. Sah.
>> Gue berhasil. Liat.
>> Masuk akal.
>> Gue bisa ketemu dia, tapi gue gak mau ketemu dia di stream. Gue jujur aja. Jangan bilang kalah, ya. Jangan bilang kalah.
>> Jangan bilang kalah. Gue gak mau lakuin itu di stream, deh. Oke. Gue tau kalian bakal…

Bilang aja deh. Aku tahu kalian bakal bilang gak, jangan akhiri stream, tapi aku rasa aku pengen ngelakuin ini. >> Bahkan dapet kesempatan buat itu. >> Iya. Aku pengen, aku bener-bener pengen ngobrol sama dia. Kenapa? Karena aku pengen ngobrol sama dia. Aku gak pengen ketemu dia. Ngerti gak? Aku gak pengen ketemu dia. Aku pengen ngobrol sama dia. Kalian paham gak maksudku? >> Dan aku tahu kalian bakal bilang, “Gak, kenapa? Kenapa?” Kalian tahu alasannya. Kalian ngerti aku, kan? Dan aku harap kalian bener-bener ngerti itu. Aku gak cuma pengen ketemu dia aja. Aku…

Mau ngomong sama dia. Lo ngerti gak maksud gue? Buat sesuatu yang lebih baik. Oke? Lo ngerti gak maksud gue? Buat sesuatu yang lebih baik. Iya, ngobrol. Gue bisa ketemu dia sekarang juga, buat apa, dua sampai lima menit, terus ngapain aja. Tapi >> kayak, lo pada ngerti maksud gue gak sih? Tapi gue sayang kalian semua. Em, gue sayang kalian, tapi gue bakal ambil langkah. Sayang. Hai, gimana kabarnya? >> Gimana kabarnya? Lo baik-baik aja? Lo baik? >> Apa sebutan buat apel yang hijau? >> Apel yang hijau.

>> Apa kamu sebut apel yang hijau?
>> Apel yang hijau.
>> Iya.
>> Apa kamu sebut apel yang hijau?
>> Kalau kamu lihat apel yang hijau, kamu sebut apa?
>> Apel hijau.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *