Sains
Home / Sains / Usai Jeda Dua Bulan, Gunung Kilauea di Hawaii Kembali Erupsi untuk Episode ke-55

Usai Jeda Dua Bulan, Gunung Kilauea di Hawaii Kembali Erupsi untuk Episode ke-55

Kilauea spews sheets of lava during 55th eruptive episode (USGS)
Kilauea spews sheets of lava during 55th eruptive episode (USGS)

HAWAII VOLCANOES NATIONAL PARK — Gunung Kilauea di Hawaii, salah satu gunung api paling aktif di dunia, kembali melontarkan semburan lava pijar dalam episode erupsi yang ke-55 sejak rangkaian aktivitasnya dimulai pada 23 Desember 2024.

Erupsi ini dimulai tak lama setelah pukul 03.00 pagi waktu setempat pada Sabtu, usai jeda fase tenang yang terbilang cukup panjang selama dua bulan sejak episode sebelumnya berakhir pada 25 Agustus lalu.

Dahsyatnya Semburan Lava dan Rekahan Baru Kawah

Air Mancur Lava Membumbung Tinggi

Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) melaporkan bahwa ventilasi utara Kilauea menyemburkan air mancur lava (lava fountain) yang tingginya mencapai 80 meter (250 kaki). Semburan tersebut mengalirkan lembaran lava pijar yang sangat luas ke dalam area Kawah Halemaʻumaʻu.

“Semburan lava memberi pasokan aliran lava yang luas ke dalam Kawah Halemaʻumaʻu,” ungkap laporan USGS melalui media sosial resmi mereka.

Intrusi Magma dan Rangkaian Gempa Vulkanik

Jeda jeda erupsi yang cukup lama dari Agustus hingga Oktober dipicu oleh fenomena penumpukan energi di bawah permukaan. Pada akhir September hingga awal Oktober, Kilauea dihantam ratusan gempa dangkal serta intrusi magma—gerakan magma menembus celah batuan bawah tanah.

Sains & Keanekaragaman Hayati: Fenomena Evolusi Cepat, Warna Bulu Burung Hantu Serak Jawa di Swiss Berubah Menjadi Kemerahan dalam 30 Tahun

Aktivitas pergerakan magma tersebut memicu munculnya rekahan-rekahan baru di dasar kaldera dengan lebar mencapai 15 cm yang mengeluarkan uap panas bertekanan.

Dampak Lingkungan, Gas Berbahaya, dan Penutupan Kawasan Wisata

Erupsi vulkanik ini membawa sejumlah risiko keselamatan publik dan dampak lingkungan sekitar:

  • Penyebaran Gas Vulkanik (Vog): Pelepasan gas vulkanik berisiko mengganggu kualitas udara di wilayah hilir angin (downwind), terkhusus bagi warga yang memiliki masalah sistem pernapasan.

  • Ancaman Rambut Pele (Pele’s Hair): Angin membawa serat-serat kaca vulkanik tajam yang dikenal sebagai Pele’s hair, yang dapat memicu iritasi serius pada mata, kulit, dan paru-paru.

  • Penutupan Jalur Pendakian: Otoritas Taman Nasional Gunung Api Hawaii mengisolasi kawasan terdampak dan menutup sementara jalur pendakian utama seperti Halemaʻumaʻu Trail dan area Byron Ledge Trail.

Teknologi & Antariksa: Kegagalan Sistem Parasut Utama, Prototipe Wahana Antariksa Space Rider Milik ESA Jatuh dan Hancur di Italia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *