Sains
Home / Sains / Roket SpaceX Ciptakan Fenomena “Space Jellyfish” yang Menerangi Langit Pesisir Timur AS

Roket SpaceX Ciptakan Fenomena “Space Jellyfish” yang Menerangi Langit Pesisir Timur AS

(Image credit: Ellen Alence)
(Image credit: Ellen Alence)

JAKARTA, INDONESIA — Peluncuran roket SpaceX pada Selasa pagi, 13 Oktober 2026, menghasilkan pemandangan langka yang menarik perhatian masyarakat di sepanjang pesisir timur Amerika Serikat. Jejak gas buang roket yang melebar dan memantulkan cahaya Matahari membentuk pola menyerupai ubur-ubur raksasa di langit, fenomena yang dikenal sebagai space jellyfish.

Roket Falcon 9 lepas landas dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, sekitar pukul 06.35 waktu setempat. Misi tersebut membawa wahana kargo Dragon dalam penerbangan CRS-35 untuk mengirimkan peralatan ilmiah dan persediaan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS.

Foto dan laporan pengamatan bermunculan dari berbagai wilayah, termasuk Georgia dan North Carolina. Bagi sejumlah warga yang melihatnya sebelum Matahari terbit, cahaya terang dengan bagian tengah yang membesar dan jejak memanjang itu tampak seperti komet atau objek bercahaya yang tidak biasa.

Apa Itu Fenomena Space Jellyfish?

Fenomena space jellyfish merupakan sebutan populer untuk jejak gas buang roket yang terlihat melebar dan bercahaya di atmosfer bagian atas. Bentuknya menyerupai kepala dan tentakel ubur-ubur, sehingga menghasilkan pemandangan dramatis yang dapat terlihat dari jarak jauh dalam kondisi tertentu.

Mengapa Jejak Roket Tampak Bercahaya?

Fenomena ini biasanya lebih mudah terlihat ketika roket diluncurkan menjelang matahari terbit atau setelah matahari terbenam. Saat permukaan Bumi masih gelap, bagian atmosfer yang lebih tinggi dapat lebih dahulu terkena sinar Matahari.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Gas buang roket kemudian tampak terang karena diterangi cahaya tersebut. Ketika roket bergerak naik menuju lapisan atmosfer dengan tekanan yang lebih rendah, gas buangnya mengembang dan menyebar, membentuk pola lebar yang menyerupai ubur-ubur.

Efek visual ini bukan berarti roket mengalami ledakan atau mengalami kerusakan. Bentuk yang tidak biasa merupakan hasil interaksi antara gas buang, kondisi atmosfer, dan sudut pencahayaan.

Mengapa Tidak Setiap Peluncuran Menghasilkan Pemandangan Ini?

Kemunculan space jellyfish bergantung pada sejumlah faktor, termasuk waktu peluncuran, ketinggian roket, kondisi atmosfer, serta posisi pengamat terhadap Matahari dan jalur penerbangan.

Karena kombinasi tersebut tidak selalu terjadi, sebagian peluncuran menghasilkan jejak cahaya yang terlihat biasa, sedangkan peluncuran lain dapat menciptakan pola bercahaya yang spektakuler dan terlihat dari wilayah yang luas.

Misi SpaceX CRS-35 Membawa Kargo ke Stasiun Luar Angkasa

Di balik pemandangan langit tersebut, peluncuran Falcon 9 merupakan bagian dari program pengiriman pasokan untuk mendukung kegiatan penelitian di ISS. Misi CRS-35 membawa wahana Cargo Dragon yang mengangkut lebih dari 6.300 pon atau sekitar 2.860 kilogram kargo.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Peralatan Ilmiah dan Persediaan untuk Astronaut

Kargo yang dibawa mencakup perlengkapan dan pasokan yang dibutuhkan untuk mendukung eksperimen ilmiah serta aktivitas awak stasiun. Pengiriman rutin semacam ini membantu memastikan laboratorium yang mengorbit Bumi tetap memiliki bahan dan peralatan untuk menjalankan penelitian.

Penelitian di ISS mencakup berbagai bidang, seperti biologi, ilmu material, dan studi tentang dampak lingkungan mikrogravitasi. Hasilnya dapat membantu ilmuwan memahami proses yang sulit diteliti dengan cara yang sama di Bumi.

Kapan Wahana Dragon Tiba di ISS?

Wahana Dragon dijadwalkan mencapai ISS pada Kamis, 15 Oktober 2026, setelah menempuh perjalanan sekitar dua hari. Wahana tersebut direncanakan melakukan pendekatan dan penyambungan secara otonom dengan modul Harmony di stasiun luar angkasa.

Jadwal kedatangan ini merupakan bagian penting dari rangkaian misi, karena kargo harus dikirim dengan aman sebelum perlengkapan dan eksperimen dapat dipindahkan untuk digunakan oleh awak stasiun.

Warga di Pesisir Timur AS Mengabadikan Peluncuran

Peluncuran pagi hari membuat jejak roket terlihat dari sejumlah wilayah di sepanjang pesisir timur Amerika Serikat. Di Colbert, Georgia, seorang pengamat bernama Ellen Alence berhasil memotret cahaya roket dari area pertaniannya.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Sementara itu, Richard Mack Wilson-Leigh mengamati penerbangan tersebut dari Durham, North Carolina. Ia melihat perubahan bentuk jejak roket dan momen pemisahan tahap yang terjadi sekitar dua setengah menit setelah lepas landas.

Bagi sebagian pengamat, pemandangan tersebut awalnya tampak seperti komet atau objek yang mengalami ledakan. Namun, penjelasan mengenai peluncuran dan gas buang roket membantu mengungkap penyebab sebenarnya dari fenomena itu.

Fenomena Langit yang Menggabungkan Sains dan Keindahan Visual

Fenomena space jellyfish memperlihatkan bagaimana aktivitas penerbangan antariksa dapat menghasilkan pemandangan yang terlihat jauh dari lokasi peluncuran. Perubahan tekanan atmosfer, ekspansi gas, dan pencahayaan Matahari berpadu menciptakan bentuk yang tidak biasa di langit.

Meski terlihat dramatis, fenomena tersebut merupakan efek visual dari peluncuran roket, bukan bukti terjadinya ledakan. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa jadwal dan kondisi pencahayaan dapat memengaruhi bagaimana sebuah peluncuran terlihat oleh masyarakat di darat.

Misi CRS-35 sendiri memiliki tujuan yang lebih luas daripada menghasilkan pemandangan langit yang menarik: mengirimkan pasokan dan peralatan ilmiah untuk mendukung penelitian di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *