JAKARTA, INDONESIA — Fenomena cahaya utara atau aurora borealis berpeluang terlihat di sejumlah wilayah Amerika Serikat pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Prakiraan tersebut dikeluarkan setelah Bumi mengalami peningkatan aktivitas geomagnetik, menyusul badai geomagnetik kuat yang terjadi pada akhir pekan.
Menurut laporan Forbes yang mengutip prakiraan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), indeks aktivitas geomagnetik diperkirakan mencapai Kp 5 dari skala 9 pada Senin malam. Kondisi ini dapat membuat aurora tampak lebih terang dan lebih aktif di beberapa wilayah utara AS.
Meski demikian, peluang tersebut bukan jaminan bahwa aurora akan terlihat dari setiap lokasi. Kondisi cuaca, tutupan awan, polusi cahaya, dan perubahan aktivitas Matahari tetap menentukan keberhasilan pengamatan.
10 Negara Bagian AS yang Berpeluang Melihat Aurora
Wilayah utara dekat perbatasan Kanada menjadi lokasi utama
Berdasarkan peta prakiraan NOAA yang dikutip Forbes, aurora berpotensi terlihat di sebagian wilayah negara bagian berikut:
- Washington, terutama bagian utara.
- Idaho, khususnya wilayah utara.
- Montana, di sebagian besar wilayahnya.
- North Dakota, hampir seluruh wilayahnya.
- Minnesota, terutama bagian utara dan wilayah yang lebih luas.
- Wisconsin, khususnya bagian utara.
- Michigan, terutama Upper Peninsula.
- South Dakota, di wilayah paling utara.
- Wyoming, di bagian paling utara.
- Alaska, dengan peluang tinggi di sebagian besar wilayahnya.
Daftar tersebut menunjukkan wilayah yang masuk dalam area peluang pengamatan, bukan kepastian bahwa aurora akan terlihat di seluruh negara bagian. Daerah yang berada lebih dekat dengan perbatasan Kanada umumnya memiliki peluang lebih baik dibandingkan wilayah yang lebih jauh ke selatan.
Mengapa aurora bisa terlihat lebih jauh ke selatan?
Aurora biasanya terlihat di wilayah lintang tinggi dekat kawasan kutub. Namun, ketika aktivitas geomagnetik meningkat, zona kemunculan aurora dapat meluas sehingga cahaya tersebut berpotensi terlihat dari wilayah yang biasanya jarang mengalaminya.
Badai geomagnetik kuat kategori G3 tercatat pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Meski badai besar tidak diperkirakan terjadi kembali pada Senin malam, NOAA masih memperkirakan indeks Kp dapat mencapai angka 5, yang mendukung peluang pengamatan di sejumlah wilayah utara.
Apa Penyebab Aurora Borealis?
Interaksi angin Matahari dengan medan magnet Bumi
Aurora terjadi ketika partikel bermuatan yang berasal dari Matahari berinteraksi dengan medan magnet Bumi dan gas di atmosfer bagian atas. Interaksi tersebut menghasilkan cahaya dengan berbagai warna, termasuk hijau, merah, dan ungu.
Salah satu pemicu badai geomagnetik adalah lontaran massa korona atau coronal mass ejection (CME), yaitu pelepasan plasma dan medan magnet dari atmosfer luar Matahari. Ketika material tersebut mencapai Bumi dan berinteraksi dengan medan magnetnya, aktivitas geomagnetik dapat meningkat.
Kekuatan dan arah medan magnet dalam material Matahari ikut memengaruhi intensitas badai. Karena itu, waktu kedatangan dan kekuatan aurora tidak selalu dapat dipastikan secara tepat jauh-jauh hari.
Memahami indeks Kp dan kategori badai geomagnetik
Indeks Kp digunakan untuk menggambarkan tingkat gangguan medan magnet Bumi. Nilainya berkisar dari 0 hingga 9, dengan angka yang lebih tinggi menunjukkan aktivitas geomagnetik yang lebih kuat.
NOAA juga menggunakan skala G1 hingga G5 untuk mengategorikan badai geomagnetik, dari tingkat minor sampai ekstrem. Indeks Kp 5 menunjukkan aktivitas yang dapat mendukung kemunculan aurora lebih jauh dari kutub, tetapi tidak secara langsung menjamin tingkat kecerahan tertentu di setiap lokasi.
Tips Melihat Aurora Borealis dengan Lebih Jelas
Pilih lokasi gelap dengan pandangan ke utara
Pengamat disarankan menjauh dari pusat kota, lampu jalan, dan sumber cahaya terang lainnya. Area pedesaan, tepi danau, atau tempat pengamatan dengan pandangan langit terbuka dapat memberikan kondisi yang lebih baik.
Di wilayah AS bagian utara, pilih lokasi yang memiliki pandangan jelas ke arah utara. Periksa prakiraan awan sebelum berangkat karena langit mendung dapat menghalangi aurora meskipun aktivitas geomagnetik sedang tinggi.
Pantau waktu dan prakiraan cuaca antariksa
Aurora dapat berubah intensitasnya sepanjang malam. Jam-jam sebelum dan sesudah tengah malam sering menjadi waktu yang layak dipantau, tetapi waktu terbaik pada hari tertentu bergantung pada aktivitas Matahari dan kondisi geomagnetik aktual.
Untuk memperoleh informasi terbaru, masyarakat dapat memeriksa peta prakiraan aurora dan pembaruan cuaca antariksa dari NOAA Space Weather Prediction Center.
Gunakan kamera ponsel untuk memotret aurora
Kamera ponsel modern dapat menangkap warna aurora yang tampak samar bagi mata manusia, terutama dengan mode malam atau pengaturan pencahayaan panjang.
Agar foto lebih tajam, gunakan penyangga atau tripod, matikan lampu kilat, dan hindari menggoyangkan perangkat ketika mengambil gambar. Jika perangkat mendukungnya, format RAW dapat membantu mempertahankan detail untuk penyuntingan.
Perlu diingat bahwa warna dalam foto terkadang tampak lebih terang dibandingkan pengamatan langsung karena kamera mengumpulkan cahaya selama beberapa saat.
Prakiraan Aurora Tetap Bisa Berubah
Walaupun sejumlah wilayah AS masuk dalam area peluang pengamatan pada Senin malam, hasil akhirnya sangat bergantung pada perkembangan cuaca antariksa. Aktivitas Matahari dan respons medan magnet Bumi dapat berubah sehingga peta prakiraan perlu diperiksa kembali menjelang waktu pengamatan.
Bagi penggemar astronomi, fenomena ini menjadi kesempatan untuk mengamati salah satu pertunjukan alam paling menarik. Namun, pengamat sebaiknya mempersiapkan lokasi yang aman, memeriksa cuaca setempat, dan tidak menganggap prakiraan sebagai kepastian.
Informasi terbaru dari NOAA tetap menjadi acuan utama untuk mengetahui apakah aurora berpotensi terlihat di wilayah tertentu.
Comment
fiyy8j