AMERIKA SERIKAT — Fenomena cahaya utara atau aurora borealis berpotensi terlihat di sejumlah wilayah Amerika Serikat pada akhir pekan 10–11 Oktober 2026. Peningkatan aktivitas Matahari memicu badai geomagnetik yang dapat memperluas wilayah pengamatan aurora hingga ke beberapa daerah yang biasanya jarang menyaksikan fenomena tersebut.
Menurut laporan USA TODAY, peluang kemunculan aurora meningkat setelah beberapa lontaran massa korona atau coronal mass ejections (CME) bergerak menuju Bumi. CME merupakan pelepasan material dan medan magnet dari Matahari yang dapat berinteraksi dengan medan magnet Bumi.
Pada 10 Oktober, Pusat Prediksi Cuaca Antariksa Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) mengeluarkan peringatan badai geomagnetik kuat kategori G3. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang aurora terlihat lebih jauh ke selatan dibandingkan biasanya, meskipun kemunculannya tetap bergantung pada kondisi cuaca antariksa dan langit setempat.
Wilayah Amerika Serikat yang Berpeluang Melihat Aurora
Negara bagian di wilayah utara memiliki peluang lebih besar
Aurora umumnya lebih mudah diamati di wilayah lintang tinggi, termasuk Alaska dan sejumlah negara bagian di bagian utara Amerika Serikat. Wilayah seperti Washington, Montana, North Dakota, Minnesota, Wisconsin, Michigan, serta beberapa negara bagian di kawasan timur laut juga dapat memiliki peluang pengamatan ketika aktivitas geomagnetik meningkat.
Dalam kondisi badai geomagnetik yang lebih kuat, wilayah yang lebih jauh ke selatan berpotensi mengalami kemunculan aurora. Namun, batas geografis tersebut bukan jaminan bahwa cahaya aurora akan terlihat dari setiap lokasi.
Aurora dapat meluas ke wilayah yang lebih selatan
Saat aktivitas geomagnetik meningkat, garis batas aurora dapat bergerak ke lintang yang lebih rendah. Hal ini memungkinkan pengamatan dari sebagian wilayah Amerika Serikat yang biasanya tidak menjadi lokasi utama untuk menyaksikan aurora.
Meski demikian, intensitas fenomena, waktu kedatangan partikel dari Matahari, tutupan awan, polusi cahaya, dan kondisi atmosfer akan menentukan apakah aurora benar-benar dapat diamati.
Apa yang Menyebabkan Aurora Borealis Muncul?
Interaksi partikel Matahari dengan atmosfer Bumi
Aurora terbentuk ketika partikel bermuatan yang berkaitan dengan aktivitas Matahari berinteraksi dengan medan magnet Bumi dan gas di atmosfer bagian atas. Interaksi tersebut menghasilkan cahaya berwarna yang dapat terlihat di langit malam.
Warna aurora yang paling umum adalah hijau, tetapi rona merah, ungu, dan merah muda juga dapat muncul bergantung pada jenis gas, ketinggian, dan energi partikel yang terlibat.
Peran badai geomagnetik kategori G3
NOAA menggunakan skala G1 hingga G5 untuk mengelompokkan tingkat badai geomagnetik, dari kategori minor hingga ekstrem. Kategori G3 menunjukkan badai kuat yang dapat memperluas peluang pengamatan aurora dan berpotensi memengaruhi sejumlah sistem teknologi.
Namun, kategori badai tidak secara otomatis menentukan seberapa terang aurora di suatu kota. Pengamatan aktual masih dipengaruhi oleh arah medan magnet dalam angin Matahari, kondisi lokal, dan waktu terjadinya aktivitas tersebut.
Tips Mengamati Aurora Borealis
Pilih lokasi gelap dengan pandangan langit terbuka
Untuk meningkatkan peluang melihat aurora, pengamat disarankan menjauhi lampu kota dan memilih lokasi dengan pandangan luas ke langit. Daerah pedesaan atau tempat pengamatan yang minim polusi cahaya umumnya lebih sesuai dibandingkan pusat perkotaan.
Periksa juga prakiraan awan dan kondisi cuaca setempat. Aktivitas aurora yang kuat tidak akan mudah terlihat apabila langit tertutup awan tebal.
Pantau prakiraan cuaca antariksa
Informasi dari NOAA Space Weather Prediction Center dapat membantu pengamat mengetahui perkembangan badai geomagnetik dan perkiraan wilayah kemunculan aurora. Karena kondisi cuaca antariksa dapat berubah dengan cepat, pembaruan prakiraan lebih berguna daripada hanya mengandalkan jadwal yang dibuat beberapa hari sebelumnya.
Pengamat juga sebaiknya menyiapkan pakaian hangat, terutama ketika menunggu di luar ruangan pada malam hari.
Gunakan kamera ponsel untuk menangkap warna yang samar
Aurora yang tampak redup bagi mata manusia terkadang dapat terlihat lebih jelas melalui kamera ponsel dengan mode malam atau pencahayaan lebih lama. Penggunaan tripod atau penyangga membantu mengurangi guncangan saat mengambil gambar.
Hasil foto tidak selalu mencerminkan apa yang terlihat secara langsung. Karena itu, kamera dapat membantu merekam fenomena, tetapi bukan jaminan bahwa aurora akan tampak jelas dengan mata telanjang.
Aurora Menjadi Pengingat Dinamika Aktivitas Matahari
Kemunculan aurora yang meluas merupakan salah satu dampak aktivitas Matahari terhadap lingkungan antariksa di sekitar Bumi. Selain menghasilkan pemandangan yang menarik, badai geomagnetik yang kuat juga dapat memengaruhi satelit, komunikasi radio, navigasi, dan sebagian infrastruktur listrik.
Pemantauan cuaca antariksa membantu lembaga terkait memperkirakan dampak tersebut sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat yang ingin mengamati fenomena alam ini.
Bagi pemburu aurora, kunci pengamatan adalah memilih lokasi yang tepat, memantau prakiraan terbaru, dan memahami bahwa fenomena ini tidak pernah dapat dijamin hanya berdasarkan peringatan badai geomagnetik.
Comment