di dalam di dalam ee penyatuan partai-partai itu, Nasdem tidak mau masuk ke dalam kabinet ya. Jadi masih punya independensi ya. Ya. Pertama pertemuan antara Pak Surya dengan Pak Prabowo ya itu kan hal yang biasa. Tapi intinya buat saya Surya Palo itu sedang berupaya agar yang namanya Nasional Demokrat ini tetap menyatu. Karena Anda tahu ada upaya-upaya dari berbagai pihak ya untuk memecah belah Partai Nasdem. Tidak ada pintu bagi apa pihak-pihak yang akan berusaha mengambil alih Nasdem itu pintunya enggak ada.
Kenapa belum ada statement yang diberikan langsung oleh sang ketum Suryapalo? Halo, selamat sore saudara. Anda menyaksikan Liput Tanam Talks. Kali ini bersama saya Reno Rexa. Saya mau diskusi terkait dengan salah satu hal, salah satu isu yang saat ini kalau saya lihat beberapa hari ini mewarnai pemberitaan. ini terkait dengan politik tentunya ini terkait dengan partai politik begitu ya lebih tepatnya yaitu partai politik Nasdem yang diisukan ini akan merjer dengan Partai Gerindra kemudian ada pihak yang ingin mengakuisisi dan
seterusnya. Nah, saya ingin mengcllearkan hal ini. Saya ingin mengonfirmasi hal ini. Apakah betul gosip isu yang beredar itu yang berlalu-lalang di media sosial dan juga di pemberitaan kita. Saya akan eh berdiskusi di studio SCTV Tower. Saat ini sudah ada Prof. Ikrar Nusa Bakti, pengamat politik. Apa kabar, Prof. Ikrar? Baikbaik, alhamdulillah. Terima kasih sudah meluangkan waktu dan seharusnya ada juga nih waketum Partai Nasdem Kang Saad Mustofa di studio SCTV Tower, tapi karena kesibukannya di
legislatif hari ini bergabung lewat saluran Zoom. Kang Saan, apa kabar, Kang Saan? Alhamdulillah baik, Mas Reno, Prof. Iqra, apa kabar semua? Baik. Baiklah, terima kasih Kang Saan sudah meluangkan waktu di tengah kesibukannya di DPR dan saya juga mengajak teman-teman liputan TV yang menyaksikan live saat ini untuk ee berinteraksi untuk memberikan komentar atau bahkan ingin memberikan pertanyaan membantu saya memberi pertanyaan untuk Prof. Ikrar dan juga Kang Saan boleh banget saya tunggu di kolom komentar. Saya akan bacakan nanti
bagi Anda kalau waktunya masih cukup. Nah, itu syarat utamanya. Nah, saya akan buka diskusi ini ee pertama-tama dengan ee pertanyaan kepada Kang Saan Mustofa. Kang Saan tentu ee saya meyakini sebagai wakil ketua umum Partai Nasdem mencapture atau menangkap sejumlah isu yang atau gosip begitu ya yang beredar terkait dengan Partai Nasdem. Bagaimana sepengetahuan Kangsaan Pak Suryapos sebagai sang ketum ini merespon gosip-gosip itu Kangsaan? Iya, Pak Surya. ya, sebagai ketua umum terkait dengan akhir-akhir ini gosip
atau pemberitaan ataupun rumor itu ya apa tetap santai, tetap tenang apa dan Pak Surya memahami ini sebagai sebuah dinamika yang ada dan Pak Surya menyikapinya tetap dengan tenang dan juga apa menyampaikan kepada seluruh jajaran pengurus untuk mensikapi terkait dengan pemberitaan hari ini itu ya dengan sikap yang tenang dan tidak apa tetap konsolidasi diperkuat, soliditas diperkuat, militansi dan sebagainya. Itu yang disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus maupun kader. Jadi tidak ada hal yang berubah.
Oke, Kang. Tapi kalau saya lihat begitu ya di unggahan e story Instagram secara khusus e Partai Nasdem ada juga eh apa namanya untuk menyerukan sikap secara damai, seruan damai begitu di DPW-DPW partai di daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan provinsi-provinsi lainnya. Ini mengapa, Kang, kalau memang Pak Surya santai kenapa yang di DPUD tetap ada menyuarakan aksinya begitu ya? Kalau di tingkat bawah ya, di pengurus wilayah maupun di daerah mereka kan apa sikapnya tentu dengan di apa dengan pemberitaan hari ini mereka
kan tidak menerima ya. Ada tiga hal yang terutama dalam konteks apa pengurus di level wilayah maupun daerah dan kader itu terkait yang pertama institusi partai ya kelembagaan. He. Yang kedua tentu sosok ketua umumnya ini kan ada dalam apa tanda kutip ini di di ditangkap ditangkap oleh seluruh jajaran pengurus tingkat bawah itu. Ini adalah kesannya Nasdem di direndahkan ada apa di direndahkan ee dalam batas tertentu bahkan ee ketua umum dengan karikatur yang ada. terus Nasdemnya dijadikan semacam misalnya PT Nasdem
Indonesia Raya Tbk ini mereka apa tidak menerima hal tersebut. Nah, sebagai bentuk apa tidak menerima terkait dengan apa ee cover maupun pemberita apa pemberitaan dan lain sebagainya yang itu tidak sesuai dengan faktanya maka responnya itu beraneka ragam. ada respon yang memberikan misalnya aksi damai di kantor, ada yang mendatangi kantor PWI dan lain sebagainya. Sekali lagi itu adalah respons spontan dari seluruh jajaran pengurus baik di wilayah maupun di daerah. Dan tentu DPP mensikapi itu sebagai hal yang wajar. Jadi ketika
institusinya maupun ketua umumnya diperlakukan seperti itu, mereka bereaksi. tapi dalam batas yang masih apa ee terkendali ya semuanya sebagai sebuah bentuk respon terkait dengan soal apa ee dalam tanda kutip penghinaan terhadap institusi maupun terhadap ketua umum. Artinya ini adalah ee ide atau inisiatif dari masing-masing ee DPW bukan atas arahan dari DPP. DPP mendengarkan saja mereka spontan ya. Jadi ketika misalnya apa baik di YouTube, di media sosial bahkan ketika laporan utama majalah tempo itu hari
Senin beredar, mereka sebenarnya sudah langsung bereaksi ya semuanya. Jadi, makanya itu adalah reaksi spontan dan juga apa bentuknya sekali sekali lagi berbeda-beda dan sekali lagi itu wajar dan masih dalam batas yang menurut saya masih batas terkendali reaksinya karena kita juga ingin bahwa apa ee suasananya juga tetap bisa berjalan dengan baik ya. Tapi ya kita memahami itu semua. Oke, Prof. Ikrar kalau tadi dikatakan oleh ee Kangsaan Pak Suryapo sebagai ketum Nasdem meresponsnya dengan santai
saja karena ini part of eh political dynamic ya dinamika politik saja. Buat Prof. Ikrar melihat hal ini seperti apa. Apakah memang ini juga salah satu konsekuensi sebagai partai politik di Indonesia ketika ada dinamika-dinamika tertentu? Ya memang harus dihadapi. Iya. Jadi begini ya karena saya manggil ee Pak ee Surya Palo bank aja ya. Karena bagaimanapun dari dulu saya manggilnya bank itu. Jadi Bang Surya ini kan memang aktivis pers ya dan kita tahu dia adalah pejuang kemerdekaan ee apa namanya pers ya. Jadi
saya tidak heran kalau kemudian beliau juga orangnya tenang dalam ee menghadapi pemberitaan di majalah tempo dan sebetulnya bukan di majalah tempo saja ya sebelum majalah tempo itu terbit hari Senin kemarin itu kan yang namanya bocor alus tempo sudah membahas soal itu ya sudah membahas soal apa namanya seakan-akan iklan untuk baca majalah tempo hari Senin kemarin itu ya dan kemudian hari Rabbunya Kita tahu beberapa pimpinan daerah ya, ada yang dari Kaltim, ada wilayah Jakarta Tangerang yang tadi Bang Sahan bilang
juga ya, itu dari ee Jawa Timur dan sebagainya itu kan ee memberikan tanggapan-tanggapan ya mendatangi ee kantor tempo yang ada di wilayah Pal Merah Barat kalau enggak salah ya yang berdekatan dengan ee kantor Kompas itu juga ya. Dan saya melihat ya seharusnya teman-teman di Partai Nasdem ya khususnya di tingkat bawah itu berterima kasih kepada majalah Tempo. Mengapa? Karena dengan adanya pemberitaan itu sense of belonging ya dari teman-teman pengurus wilayah dan juga anggota dari Partai Nasdem itu bangkit kembali ya.
Kenapa saya katakan demikian? Karena Anda juga tahu bahwa ini seakan-akan ada sebuah ee apa namanya itu perselisihan antara Bank Surya dengan beberapa pengurus ya. mengenai saya beri contoh misalnya ee siapa yang akan menjadi pengganti beliau ya dan khusus tentang merger tadi itu jelas tempo itu mengatakan bahwa Surya Paloh menolak merger dari yang disebut dengan PT Nasdem Indonesia Raya Tbk ya maksud saya beliau menolak ee tawaran dari Prabowo Subianto ya yang ee meminta ee Surya Paloh itu ee datang ke Hambalang ya dan kemudian
menawarkan soal merger itu ya dia menolak. Kenapa? Karena buat dia Partai Nasdem itu adalah hidup mati dia juga ya, hidup mati politik juga. Maksud saya ini bukan sebuah partai yang kemudian dengan mudah bisa diperjual belikan ya. Karena yang ingin ingin memerger atau mengambil alih Partai Nasdem itu bukan cuma Prabowo Subianto, tapi kan juga Anda lihat ya ada Gibran Rakobuming Raka juga pengin ambil ini. Kemudian Jokowi juga membantah bahwa dia akan mengambil Partai Nasdem juga dari mana uangnya.
Tetapi yang jelas Partai Nasdem itu memang sedang menjadi rebutan beberapa politisi ya untuk kemudian menambah kekuatan mereka ya. Kalau menjadi rebutan berarti ada sesuatu yang menarik di Partai Nasdem. Menurut Prof. Ikral apa yang menarik dari Partai Nasdem? Kalau kalau buat saya Partai Nasdem itu tetap menarik ya. Kenapa? Karena Anda tahu bahwa partai ini adalah partai yang dibentuk oleh Bang Surya Paloh ya dan diawali dengan apa yang disebut dengan ee sebelum jadi partai ormas. Ormas ya, Ormas Nasdem ya. Saya waktu
itu juga hadir waktu itu diundang sama Bang Surya di Medan ya. Kemudian saya juga diminta oleh Bang Surya untuk membahas buku beliau. Hm. Sang ideolog ya. Itu itu saya baca ya. ee Anda juga harus baca itu menarik itu bagaimana beliau itu kemudian pada saat ee pemilihan ee umum 2004 kalau enggak salah ya ee beliau didekati oleh Pak SBY ya supaya Metro TV itu juga kemudian bisa macam-macamlah gitu. Tapi intinya buat saya Surya Palo itu sedang berupaya agar yang namanya nasional Demokrat ini tetap menyatu. Karena Anda tahu ada
upaya-upaya dari berbagai pihak ya untuk memecah belah Partai Nasdem ya khususnya yang Anda tahu ya Partai Solidaritas Indonesia misalnya. itu kan wakil ketua umum Partai Nasdem kan sudah diambil dan kemudian beberapa pengurus di wilayah ya termasuk ya di Makassar itu yang kemudian juga sedang diiming-imingi jabatan dan kemudian macam-macamlah ya. Jadi berarti Anda membaca beberapa kader Nasdem yang keluar dari partai Nasdem kemudian berhijrah ke partai lain dalam hal ini adah PSI yang baru saja Anda
sebutkan itu sebagai upaya untuk ee menggembosi Partai Nasdem menurut Anda. Bukan bukan menggembosi paling tidak ingin berupaya supaya tidak sedikit dari pimpinan-pimpinan di daerah itu ya khususnya mereka yang kemudian menduduki jabatan sebagai kepala daerah itu kemudian bisa gabung dengan partai mereka gitu kan. Tapi dengan adanya pemberitaan tempo ini terbukalah mata dari teman-teman di ee DPW e Partai Nasdem ya. Wah ini kita harus menyelamatkan institusi partai kita. This is bukan partai for sell, tapi ini
benar-benar partai politik yang perjuangan politiknya itu harus kita lanjutkan. Begitu. Oke. Saya ingin konfirmasi ke Kangsaan terkait dengan ee adanya tawaran tadi yang disebut oleh Prof. fikrar ke Pak Suryapalo. Kemudian ada pertemuan juga tadi di pertengahan Februari katanya saya ingin mengonfirmasi pertama begini, Kang. Benarkah ada ee ada pertemuan begitu antara Pak Prabo dan Pak Suryapaloh ee di Hambalang pada pertengahan Februari 2026. Saya ingin mengonfirmasi hal itu dulu aja sebelum lanjut ke substansi berikutnya.
Ya, pertama pertemuan antara Pak Surya dengan Pak Prabowo ya itu kan hal yang biasa. Pak Surya sebagai ketua umum partai yang hari ini posisi apa sebagai pendukung pemerintah di bawah Presiden Pak Prabowo. Nasdem ini adalah pendukung pemerintah. Walaupun Nasdem tidak menempatkan kadernya di pemerintahan. Nasdem adalah pendukung pemerintahan pemerintah dan tentu sebagai pendukung pemerintah Nasdem berkomitmen agar apa yang menjadi program utama prioritas maupun strategisnya Presiden itu dapat berjalan dengan baik. Nah, untuk
mewujudkan itu tentu komunikasi ini kan harus terbangun dengan baik. Nah, bagaimana komunikasi yang terbangun dengan baik? ya salah satunya adalah dengan berbagai pertemuan antara apa ee ketua umum apa ee kami Pak Surya Nasdem dengan Presiden yang juga ketua umum Partai Gerindra. Jadi ini hal yang apa yang wajar saja dan ini sering terjadi ya pertemuan-pertemuan apa ee antara apa ee Pak Surya dengan Pak Prabowo. Bahkan kan mereka waktu sebelum masing-masing punya partai ini kan sudah bersahabat apa lama sekali kan
gitu loh. Jadi apa ee persahabatan dan sebagainya. Jadi menurut saya itu hal yang wajar kalau misalnya terbaru misalnya ada pertemuan dan sebagainya. Jadi ini bukan hal yang apa ee luar biasa pertemuan-pertemuan antara Pak Surya dengan Presiden yang juga ketua umum partai. Oke, pertanyaan saya berikutnya, Kang. Benar tidak dalam pertemuan antara Pak Prabowo dan Pak Suryapalo itu ada pembahasan terkait dengan oh Nasdem Merger atau Nasdem forsell atau Nasdem saya mau beli dan seterusnya atau yang
tone-nya kurang lebih seperti itu. Ada tidak diskusi terkait dengan hal itu, Kang? saya katakan ya sekali lagi tidak tidak ada apa misalnya apa terkait misalnya NASD mau diakuisisi, NASDE mau dimergerkan atau NASD mau dibeli. Ini dalam pertemuan antara ketua umum dengan ketua umum antara ketua umum apa partai pendukung pemerintah di mana presidennya juga ketua umum partai. ini dalam posisi kalau itu adalah bagaimana untuk bisa saling memperkuat agar tadi yang namanya program-program pemerintah ini bisa berjalan dengan
baik. Jadi kalaupun misalnya ada bagaimana posisi Partai Nasdem untuk bisa memberikan dukungan yang maksimal. Jadi, jadi sekali lagi itu tidak ada istilahnya apa pembicaraan-pembicaraan ya yang misalnya tadi mengarah bagaimana misalnya seakan-akan Nasdem menyerahkan apa ee diri agar partainya tadi dimerger dalam bahasa tempo ya atau diakuisisi itu enggak ada. ini dalam posisi sekali lagi ini dalam posisi setara dalam hal pembicaraan dan tentu konteks pembicaraannya itu apa tidak hanya fokus hal-hal yang seperti disampaikan karena
saya juga tidak tahu percis karena apa beliau berdua yang apa kalaupun terjadi pertemuan yang bertemu jadi sekali lagi apa pertemuan-pertemuan yang terjadi itu adalah sebagai sebuah mitra di mana Nastem adalah bagian dari koalisi pemerintahan Pak Prabowo. Oke, Kang. Tapi salah satu klarifikasi yang diberikan ee disampaikan oleh salah satu politisi Partai Nasdem menyebutkan bahwa bukan merger yang dimaksud tapi political blok atau blok politik. Bisa gak jelaskan terkait dengan hal ini? Iya kan yang namanya apa hari ini
misalnya ada di dalam apa koalisi h bahwa dalam koalisi nanti ke depannya misalnya ada political block atau aliansi strategis antara apa ee Nasdem dan Gerindra itu itu kan bagian dari sebuah apa ee upaya bagaimana agar pemerintahan ini bisa sekali lagi berjalan optimal. berjalan maksimal dan sukses. Maka penting sekali lagi istilah politikal block ataupun misalnya aliansi strategis dan sebagainya itu terus apa? Salah satu bagian upaya sekali lagi untuk membangun agar jalannya pemerintahan ini berjalan
dengan maksimal. Oke. Baik. Saya ingin tanyakan ke Prof. Ikrar. Political block. Saya mencoba membaca. Oke. Ini ada ini ada political block. Kemudian ada juga yang namanya tadi disebut koalisi. Itu apa spesifik perbedaan sebetulnya kalau menurut Profikror? Jadi begini ya, ee saya bisa memahami mengapa teman-teman dari Partai Nasdem itu tidak menerima kata PT ee Nasdem Indonesia Raya Tbk. TBK. Kenapa? Karena ini berarti mergertian perusahaan ya. He. Sementara yang diterima oleh teman-teman Partai Nasdem kalau itu dikatakan ada
fusi ya tapi itu kan juga belum belum sampai ke fusi. Karena kalau kita bicara fusi yang terjadi contohnya misalnya tahun 1973 ya di mana partai politik e dan juga Golkar itu kemudian Golkar itu berdiri sendiri ya sebagai golongan fungsional kemudian yang partai-partai Islam masuk ke P3 kemudian yang partai nasionalis dan Kristen Katolik itu masuk ke PDI gitu kan. Jadi itu juga enggak enggak enggak akan terjadi lagi seperti yang yang saat ini ee diinginkan oleh siapapun ya. Tapi kalau kemudian ya ingin membuat sebuah
ee political block itu buat saya sah-sah aja ya. Sasa aja. Tapi yang jelas bedanya sama koalisi apa political block itu begini ya. Kenapa eh Nasdem eh tidak dikatakan sebah koalisi? Memang Nasdem itu bagian dari pemerintahan Prabowo Subianto. Pendukung pemerintah tadi Kang Saan bilang. Iya. Pendukung pemerintah. PDI juga mengatakan demikian. PDIP itu juga adalah mendukung sampai 2029. He. Tapi apa namanya? E mereka memiliki suatu kebebasan politik untuk menentukan bagaimana pasca 2029. Tapi yang
diinginkan oleh Prabowo ini adalah agar misalnya Nasdem itu juga mendukung Partai Gerindra supaya nanti bisa lebih kuat lagi nih ee Prabowo Subianto. Kenapa? Karena kan di dalam di dalam ee penyatuan partai-partai itu Nasdem tidak mau masuk ke dalam kabinet ya. Jadi masih punya independensi ya. Tapi Nasdem tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto ya. Tadi tadi saya katakan ya itu sampai 202 gitu kan. Jadi apa namanya sebetulnya sah-sah saja kalau kemudian ee Pak Surya Palo juga menolak terjadinya merger. Kenapa?
Karena biar bagaimanapun kita belum tahu apa yang akan terjadi antara tahun ini sampai 202 yang akan datang. Ya, jadi politik sampai akhir tahun ini aja kita enggak tahu apa yang akan terjadi itu. Anda lebih ini lagi ya lebih berani mengatakan karena dinamika kan kita tidak hari ini selesai saja kita belum tahu nanti 1 2 jam yang terjadi apa kan. Betul. Iya. Itulah. Jadi ee ya seperti yang kemarin kita juga bisa lihat ya bagaimana ee Pak Prabowo Subianto juga mendekati Megawati kan dituntun dan kemudian ini juga adalah
upaya untuk ee supaya PDIP itu juga mendukung dalam artian yang tadi saya katakan tidak menjadi bagian dari koalisi tapi dia menjadi bagian yang mendukung ya. Ee walaupun mungkin posisi Nasd dengan PDP mungkin berbeda, tapi yang jelas yang jelas dia itu bukan bagian dari kabinet Prabobo Subianto dan ee Gibran Rakabuming Raka. Oke. Oke. Baik, Kang Saan tadi di awal ketika saya bertanya ke Prof. Ikrar terkait dengan isu yang e menuju pada partai jam ini, ini sebetulnya tadi Prof. Fik bilang ee bisa apa ya, ada
sense of belonging karena terlihat dari teman-teman di tingkat wilayah ini kemudian langsung merespons begitu ya. Bagaimana Anda merespons ee menanggapi pernyataan Prof. Ikrar ini Kang Saan. Iya. Partai Nasdem ya sebelum ada kejadian pemberitaan majalah Tempo secara organisasi kepartaian kita melakukan apa upaya-upaya konsolidasi partai yang secara masif dan terstruktur baik di level apa DPP, di level wilayah DPW maupun DPD. Bahkan kita selama tahun 2025 saja itu ada 17 angkatan yang kita apa lahirkan melalui proses pendidikan
politik di Akademi Bela Negara dan itu nasional sifatnya. Jadi apa ee 17 angkatan itu hampir lebih dari 5.000 yang sudah kita lakukan pendidikan politik. Belum yang apa DPW konsolidasi ke daerah-daerah maupun yang daerah lakukan. Artinya memang secara apa ee kepartaian kita tetap melakukan upaya-upaya, fungsi-fungsi kepartaian, pendidikan politik, konsolidasi dan lain sebagainya. Maka wajar ketika misalnya ada seperti Prof. Ika sampaikan ketika ada pemberitaan yang dirasakan bukan hanya merugikan bagi partai dan juga
bagi ketua umum, tapi juga itu apa ee dalam tanda kutip cenderung merendahkan apa partai Nasdem dan Ketua Umum. Partai yang memang sudah kita lakukan konsolidasi secara masif ini melakukan reaksi spontan dan ini sekali lagi dalam bacaan Prof. IK ini adalah bagian apa memperlihatkan bahwa soliditas pengurus itu memang terjadi. Nah, yang kedua saya juga ingin sampaikan bahwa terbaru ini kan ada yang namanya Brin itu kan membikin yang namanya indeks kelembagaan politik ya. Jadi ada desukur indeks soal kelembagaan partai politik
dan NASD itu ada di posisi kedua dalam indeks perlembagaan. Jadi hal-hal seperti itu apa yang diberitakan misalnya apa di seakan-akan Nasdem apa politiknya lebih sempit misalnya lebih kepada apa keluarga dan sebagainya. Dari sisi penelitian indeks kelembagaan politik Nasdem ini ada dalam posisi yang baik ya. Ada di posisi kedua. Jadi sekali lagi apa ee soliditas Nasdem ini ditunjukkan kepada publik itu lewat tadi seperti Prof. Ikra sampaikan respon terhadap pemberitaan yang merugikan Partai Nasdep. Sebenarnya ini sudah ada,
tapi manifestasinya mewujudnya itu di hari Selasa, Rabu kemarinlah gitu sebagai respon terhadap pemberitaan. Oke, Kang. Salah satu juga hal lain yang dibicarakan selain merjer dengan Gerindra itu adalah terkait dengan Partai Nasdem ini yang katanya mau diakuisisi oleh ada yang dibilang pengusaha setingkat menteri begitu. Nah, ada tidak atau Kangsaan paham enggak sih ini siapa sih yang sebenarnya sedang dimaksud ciri-ciri yang disebutkan ini pengusaha tapi setingkat menteri Kangsaan? kita kita enggak bahkan kita enggak tahu
h karena memang kita enggak merasakan enggak merasakan bahwa partai ini dalam posisi yang mau diambil alih oleh orang lain atau diakuisisi apakah itu pengusaha tadi misalnya setingkat menteri dan sebagainya itu enggak ada. Saya ingin sampaikan dalam dalam bahasa saya tidak ada pintu bagi apa pihak pihak yang akan berusaha mengambil alih Nasdem itu pintunya enggak ada. Kenapa saya katakan pintunya tidak ada? Pertama, Nasdem ini dalam posisi yang sedang apa solid-solidnya di tengah dinamika eksternal yang ada. tadi
Prof. Ika menyampaikan misalnya ada upaya-upaya apa ee mengambil kader-kader mengganggu ya apa eksistensi partai dengan cara mengganggu menggoda kader-kadernya untuk beralih. Nah, itu pun kan masih bisa dihitung dengan jari mereka yang apa ee yang tertarik untuk hengkang itu kan itu dari partai Nasdem. Dan ketika ditanya kenapa misalnya Nasdem bagaimana sikapnya, ketua umum selalu menyampaikan bahwa mungkin mereka sudah jenuh di Nasdem mencari tantangan baru, mencari suasana baru kan itu loh atau dalam batas tertentu mereka sedang
menguji kemampuannya di tempat yang baru. Jadi kita juga merespon dinamika internal. Ada sebagian yang hengkang itu dengan sikap yang ber ini hal fenomena yang wajar. fenomena yang umum terjadi tidak hanya di Nasdem tapi juga di tempat lain. Jadi berarti Nasdem tidak merasa rugi ketika ada kader kadernya kemudian memilih ee Hengkang kemudian pindah ke partai lain. Iya kita ada yang keluar tapi juga ada yang masuk. Jadi yang masuk ke Nasdem yang baru-baru ini itu banyak juga. Misalnya saya contohkan yang terbaru
masuk Wakil Gubernur Maluku H itu masuk Partai Nasdep. Ada yang baru pensiun misalnya bintang tiga dulu calon wakil gubernur di Jambi masuk Nasdem juga Pak Sudirman. Wakil Gubernur Maluku Abdullah Panat masuk ke Nasdem. Ini hal yang sekali lagi ada yang keluar tapi juga ada yang masuk dan yang masuk tentu jauh lebih PR, jauh lebih lebih apa lebih punya motivasi, lebih punya semangat dan sebagainya. Jadi sekali lagi ketika ada isu ada yang mau mengambil ahli saya sampaikan bahwa tidak ada pintu buat mereka yang mau
berusaha apa masuk ke dalam internal Nasdem apalagi mau mengambil alih apa mengakuisisi apa dengan sosok-sosok tadi yang disampaikan Nastem tidak tidak apa tidak merasa apa ada hal seperti itu. I posisi yang memang sedang solid, Kang. Ee ada ee isu soal NASDE mau merger sama Gerindra, ada isu soal NASD mau diakuisisi dan seterusnya. Dua hal ini tadi sudah Anda jawab, sudah Anda jelaskan semuanya. Nah, menurut Anda, kenapa sih ee sampai harus ada dua isu ini sehingga yang menerpa Nasdem apa yang Nasdem rasakan sebagai partai
ketika digoyang dengan dua hal ini? Ya, pertama gini, ketika misalnya ada upaya apa ee mengganggu misalnya di internal Nasdem, Nasdem yang ada adalah konsolidasi kita semakin masif. Jadi kita semakin masif melakukan upaya-upaya konsolidasi, pendidikan politik kita juga semakin apa ee frekuensinya semakin tinggi. Nanti tanggal 24 kita sudah mulai lagi gelombang kedua terkait dengan pendidikan politik dan kaderisasi. Karena kita memiliki akademi bela negara NASDM di Pancoran ABN. kita terus apa semakin apa masif ya terkait dengan hal
tadi. Yang kedua memang Nasdem ini wajar ketika orang apa ee melihat Nasdem karena memang dari pemilu pertama sampai pemilu kedua tren Nasdem ini kan grafiknya naik loh. Saya selalu menyampaikan ujian partai baru kayak seperti Nastim itu di pemilu ketiga. Kalau di pemilu ketiga perolehan suaranya terus naik, maka perlembagaan partai itu sudah berjalan sebagaimana mestinya. Karena memang pemilu pertama, kedua naik. Dari pemilu kedua ke pemilu ketiga naik. Dan ini yang terjadi pada Nasdem. Maka Nasdem sebagai partai baru
tiga kali pemilu ada di posisi empat besar di parlemen. Pemilu kedua dan ketiga. Kita ada di posisi 14 empat besar di parlemen. Hm. Jadi, nah dan grafiknya naik. Oke. Nah, ini membuat mungkin banyak orang untuk apa? Meririk Nasdem. ada yang meririk dalam kacamata yang apa e positif dan mungkin ada juga yang berpikiran gimana caranya kan partai ini sangat pertumbuhannya dahsyat luar biasa partai ini sehat dan apa partai ini memang di Pak Sur selalu menyampaikan mendirikan partai Nasdim ini bukan untuk menambah beban
masyarakat tapi untuk memperingan beban masyarakat maka salah satu idealisme yang dil dilakukan oleh partai dengan politik non transaksionalnya, politik yang tidak pragmatis dalam terjemahan tertentu adalah politik tanpa mahar di dalam dan ini sudah kita lakukan ketika mengusung presiden. Kita tidak pernah barter, tidak menawarkan hal-hal sifat pragmatis di pilkada-pilkada tidak ada mahar. Dalam mengisi jabatan-jabatan publik di parlemen itu tidak ada jual beli dan sebagainya. Dan siapapun apa promosi
bagi kader itu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional, kapabilitas, inilah yang membuat partai ini sekali lagi ini mungkin dalam kacamata pihak lain ini apa menarik. Nah, ada yang menarik dengan masuk, ada berusaha mungkin tadi seperti disampaikan oleh Mas Reno, orang ingin mengambilnya. Tapi sekali lagi, Nasdem dalam posisi yang memang apa melakukan konsolidasi secara terus-menerus. Oke. Baik, saya ke Prof. Ikrar. I Kang San bilang Nasdem menarik karena tren dari pemilu pertama berarti 2014 ya
yang diikuti 2014, 2019 dan 2024. Grafiknya naik tadi Kang Saan bilang. Nah, ee Kang San juga bilang ada yang melihat wah ini menarik gitu dalam kacamata yang positif. Tapi ada juga yang melihat ini sebagai ee kacamata negatif. Saya mencoba e berpendapat negatif ini bisa jadi dimaknai sebagai threat atau ancaman. Kira-kira siapa yang melihat Nasdem ini sebagai eh partai yang menarik? Siapa yang melihat Nasdem ini kira-kira ya sebagai ancaman? Iya. Jadi kita bisa lihat saja ya mengapa Presiden Prabowo misalnya
berupaya untuk kemudian juga menarik ee Ketua Umum Partai Nasdem ya Surya Paloh. Itu yang tadi saya katakannya bicara mengenai bagaimana kalau kemudian terjadi penggabungan dan kemudian nanti bisa saja itu jumlah pemilihnya itu ee angkanya sampai 23% ya. yang pokoknya ini juga seperti juga yang dilakukan oleh PDIP. Bagaimana juga ini pasang kuda-kuda PDIP kan juga berdemikian juga karena ee masih ada orang-orang juga yang ingin ee memporak-porandakan PDIP ya termasuk juga mantan Presiden Joko Widodo misalnya kan. Dan dalam kaitannya
dengan Nasdem ya, kita juga bisa lihat bagaimana misalnya Partai Solidaritas Indonesia ya yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep anaknya Jokowi ini kan juga berupaya untuk mengiming-imingi orang-orang atau tokoh dari Nastem untuk kemudian pindah ke PSI. Ya, walaupun yang tadi dikatakan oleh bangsaan ini yang kemudian dijaga sebaik-baiknya supaya ini tidak terjadi. Tapi yang tadi saya katakan apa yang dilakukan oleh ee Tempo ini adalah sebuah warning dan hasil dari warning itu, itu yang tadi saya katakan itu blessing in this gu
sebetulnya hikmah tersembunyi bagi Nasdem. Karena kemudian di situlah terjadi, oh iya kita harus menyelamatkan partai kita. Kita juga harus kemudian mendidik kaderisasi di dalam partai ya khususnya anak-anak muda dan kemudian bagaimana tokoh-tokoh yang tadi dikatakan oleh bungsaan yang mantan tentara ataupun mantan pejabat ya. Itu yang kemudian akhirnya masuk juga ke dalam partai Nasdem. Jadi ini memang suatu hal yang ee dinamis gitu kan. Tapi kalau kemudian tadi saya katakan ya ee bahwa Partai Nasdem kemudian tidak
menjaga diri dan juga organisasinya dari yang tadi saya katakan ancaman-ancaman dari luar itu, ini bisa saja kemudian ee hengkangnya beberapa tokoh itu bisa terjadi. Walaupun tadi saya juga berani mengatakan kalau itu berasal dari PSI menurut saya tidak menjadi ancaman yang terlalu berat buat Nasdem. Kenapa? Karena biar bagaimanapun orang akan memilih apakah PSI itu punya masa depan politik pada tahun 202 yang akan datang atau enggak. Oke, kalau itu yang terjadi, saya yakin Nasdem sebagian besar dari kadernya akan
tetap memilih bagaimana yang namanya partai ini supaya dijaga dan malah bisa berkembang lebih baik lagi. Oke. Ee terakhir karena durasi kita sudah habis sebetulnya tapi ingin saya ee penasaran satu hal. Saya ingin konfirmasi ke Kang Saan, Kang. Ee dua isu yang besar dan juga cover yang menyinggung ee Ketua Umum Partai Nasdem eh Surya Palooh. Kenapa belum ada statement yang diberikan langsung oleh sang ketum Suryapalo? Ya, tadi ketua umum memahami ini sebagai sebuah dinamika, sebagai sebuah hal yang apa ee biasa
sehingga belum apa belum mengharuskan ketua umum ini untuk turun. ini masih bisa di-handle oleh pengurus-pengurus yang lain. Jadi apa ee kita masih bisa mengatasi situasi yang ada hari ini ini di level penguruslah. Jadi belum sampai pada posisi bahwa ketua umum yang harus apa ee menyelesaikan terkait dengan persoalan yang hari ini terjadi. Jadi masih bisa diselesaikan oleh kita-kita lah. Oke. Baik. Kang San Mustofa waketum Partai Nasdem dan juga Prof. Ikrar Nusabati. Terima kasih untuk waktunya
dan diskusi di kesempatan kali ini. Usaha sudah saudara perbincangan kita terkait dengan ee isu yang menggoyang partai asli belakangan ini dan tadi semuanya sudah diluruskan, sudah dijawab secara langsung oleh Waket Parten Nasdem Saan Mustofa dan sudah dianalisis juga bersama dengan Prof. Ikrar Nusa Bakti. Kita akan jumpa di episode berikutnya. Saya Reno Reksa pamit. Salam TV. Yeah.
Komentar