Beranda / Berita Utama / Kebakaran Jenggot! Roy Suryo Ngamuk, Jokowi Malah Kunjung Tunjukkan Ijazah Keaslianya di Pengadilan

Kebakaran Jenggot! Roy Suryo Ngamuk, Jokowi Malah Kunjung Tunjukkan Ijazah Keaslianya di Pengadilan

Nanti saya tunjukkan ijazahnya ketika di pengadilan. Pengadilan mana ya? Tidak ada. Berkali-kali ada acara di pengadilan dia tidak tampak. ee tuntutannya salah satunya itu adalah agar ee anggota DPR yang di belakang tempat kita ini mendengarkan aspirasi kami yang selama ini kami sudah berjuang untuk membongkar ijazah palsunya Jokowi. Tapi ee tidak sedikit keluar dari pikiran Dewan Perwakilan Rakyat ini untuk membantu kami membongkar ijazah ini. Artinya, makanya kami buat aksi hari ini di depan DPR dalam rangka 1

tahun geruduk rumah Jokowi dan UGM kami tempatkan di sini agar apa? agar anggota DPR juga dapat melihat bahwa kondisi hari ini serius gitu loh. Terjadinya kerusakan hari ini adalah kerusakan yang dibuat 10 tahun Jokowi berkuasa dengan ijazah palsunya yang jelas-jelas kita bisa lihat dengan mata kita sehat fotonya itu bukan foto Jokowi. Kumisnya bukan Jokowi, mulutnya bukan Jokowi, telinganya bukan Jokowi. Itu foto orang lain yang dipakai oleh Jokowi. pelakunya itu kami menduga keras Eko Sulistio

mantan ketua KPUD Solo, Eko Panjul kalau kawan-kawan aktivis bilang dia adalah aktivis kiri yang memainkan ijazah ini. Maka oleh karena itu saya meminta Jokowi segera sadar, segera meminta maaf kepada rakyat. Bahkan Eko pun keluar dari kandangnya. Kalau memang dia tidak melakukan, dia harus klarifikasi. Tapi kalau dia melakukan, dia tidak bisa berbohong. Karena banyak kawan-kawan yang tahu masalah ini. Dan dia harus meminta maaf kepada kepada bangsa ini. Dan rakyat pasti memaafkan. Tapi masalah

hukum itu masalah lain. Jadi Pak Jokowi jangan lagi membuat gaduh bangsa ini mengadu domba kami dengan rakyat-rakyat yang lain dengan isu ijazah ini. Terbuka saja. Kalau itu memang bukan ijazah Jokowi, silakan Jokowi mengakui kami tidak marah yang telah berjuang selama ini selama hampir 3 tahun. Dan saya nyatakan kenapa perjuangan kami sampai hari ini tidak selesai-selesai. Karena kami mempunyai militansi. Kami tidak ada bohir, tidak ada orang besar, tapi kami punya militansi sebagai aktivis yang

bergalis lurus. Saya punya sejarah di reformasi 98. Saya mengorbankan adik-adik kami yang hari yang saat itu gugur. Makanya saya di sini tetap akan menjaga supaya bangsa ini lurus. Karena bangsa ini bukan milik Jokowi. Ini milik kita, milik rakyat yang harus kita jaga. Bahkan sampai 100 tahun ke depan tidak ada boleh satupun orang yang mempunyai pemikiran jahat apalagi masukkan identitas untuk menjadi presiden. Saya berharap Jokowi kamu jangan lagi berbohong. Banyak yang tahu soal ijazah ini, terutama

Karena Fee Kendaraan Tanpa KTP Yang Punya Pertama Berlaku Nasional, Ucao Dedi Mulyadi Bikin Kaget

aktivis-aktivis nasional. Pak Jokowi ke Jakarta ini tidak ngerti Jakarta, tidak ngerti situasi Jakarta. Dia bawa relawan aktivis kiri yang di mana aktivis itu memang bergaul di Jakarta. Inilah dia orangnya Eko Panjul yang bermain sampai ke Pasar Pramuka. Kira-kira seperti itu. Terima kasih. Baik, jadi teman-teman semua terima kasih atas kehadirannya. Hari ini adalah jawaban dari kami semua aktivis yang bergerak di dalam mengungkap kebohongan dan mengungkap kepalsuan dari 99,9% ijazah palsu Jokowi. Ya, banyak komentar

sebelumnya. Ah itu mereka-mereka Roi CS itu atau Roi, Tifa Corneia kemudian Rostam dan kemudian R Salvadra itu beraninya ada di sosmet. Tidak. Hari ini kita buktikan kita ada di lapangan, kita ada di depan gedung dewan, kita ada di depan wakil rakyat kita dan kita tanya kepada wakil rakyat kita, 580 anggota dewan itu mendengar tidak? Inilah aspirasi rakyat, inilah aspirasi masyarakat. Kenapa ini penting? Karena yang namanya pendidikan dan kejujuran itu penting sekali. Hari ini yang hilang dari apa yang kita tuntut adalah

kejujuran dan kenegarawanan. Seorang yang bernama Joko Widodo yang sudah katanya sudah ee ijazahnya diverifikasi ketika menjabat Walikota dua kali, diverifikasi ketika gubernur diverifikasi ketika menjawab presiden dua kali ternyata kita lacak hasil verifikatornya tidak ada ya. Jadi ternyata itu syarat-syaratnya kurang semuanya, tidak ada ijazah-ijazah sebelumnya. Dan itu sudah diakui oleh keputusan-keputusan KIP, Komisi Informasi Pusat yang ada. Dan kita tantang semuanya. Ada yang katanya mengatakan berjanji, “Nanti saya

tunjukkan ijazahnya ketika di pengadilan.” Pengadilan mana? Ya, tidak ada. Berkali-kali ada acara di pengadilan, dia tidak tampak ijazahnya katanya masih disita. Padahal pengadilan itu adalah forum tertinggi untuk membuktikan. Dan hari ini tepat setahun setelah kita mengunjungi Universitas Gejamada, saya waktu itu bersama Dr. Tifa dan satu lagi yang sudah berkhianat ya si Om. Waktu itu kita melihat bukti langsung, kita melihat tidak hanya ijazah tapi skripsi. Di mana skripsi itu tidak ada lembar pengasahannya, nama

dosennya juga salah, tidak ada kemudian ee aturan yang ada dan kemudian hurufnya juga beda. Jadi itu jelas palsu. Tidak ada ijazah asli yang bisa terbit tanpa skripsi yang asli. Jadi hari ini sekaligus kita memastikan bahwa meskipun kemarin ya kita sudah membuat buku dan buku itu kemudian ada salah satu penulisnya yang kemudian menyatakan mencabut tulisannya silakan dicabut tulisan dia tidak ada manfaatnya apa-apa karena tulisannya dia itu hanya omong besar saja dia nulis banyak halam tapi itu isinya adalah kuantitatif hanya

Donald Sempat Toa! Ambil Genjotan Senjata Berhasil & Iran Mengasih Akses Selat Hormuz!

rumus saja dan dia sudah berbohong pada dirinya sendiri juga kepada Allah subhanahu wa taala dia menyatakan karena dia enggak lulus pendidikan di S3 di Yamci. Kemudian dia tidak mau membayar beasiswa. Si Omon itu kemudian membat surat kematian. Maka hari ini kita pastikan buku Jokowi Paper tetap ilmiah dan tetap kami pertahankan. Saya atas nama l orang ya saya dan dr. Tifa tetap mempertahankan buku Jokowi white paper itu dan kemudian kami tutup salah satu dan kami tutupnya pakai plaster. Apa artinya plaster ini? untuk

mengingatkan kita. Orang yang kami tutup ini sekarang juga sedang dituntut oleh Pak Yusuf Kala. Dan Pak Yusuf Kala itu tidak main-main. Kalau menuntut orang kayak si plester ini, si plester matutina itu menghilang sampai dengan sekarang karena kemudian dia menghina Pak Yusuf Kala. Jadi sekali lagi aksi kami di sini sekaligus mendukung juga Pak JK ya untuk kemudian mengungkap kepalsuan dari ijazah ini. Itu adalah bahasa satir dari Pak JK ya. Kalau punya dan saya percaya itu asli tunjukkan saja gitu dan tidak pernah ditunjukkan. Jadi

sekali lagi Joko Widodo ya tunjukkan ijazahmu di depan rakyat agar tidak kemudian membuat gaduh. Last but not least, kami juga mengapresiasi pendapat dari Pak Peter F. Gonta ya, mantan dubes Polandia. Pak Peter Gonta juga mengatakan bahwa apa? Mau ijazah itu asli atau palsu, kalaupun asli Jokowi tetap kemudian menyengsarakan rakyat. Sudah 13 tahun sejak orang pertanyakan pertama kali tahun 2013 tidak ditunjukkan kepada kita semua. ditunjukkan kepada media saja tidak boleh difoto, tidak boleh dilihat, tidak

boleh dipegang apalagi diperiksa. Jadi itu kebohongan besar dan masih ada lagi kita tidak akan berhenti. Kalaupun bapaknya ini si Joko Widodo ini kemudian hanya kesalahannya tidak memiliki ijazah atau ijazah palsu, anaknya lebih parah lagi. Anaknya tidak punya ijazah SMA dan tidak ada pendidikannya. Dan itu akan kita bongkar juga. kita tidak berhenti dan insyaallah rakyat bersama kita tidak ada boir dan Tuhan atau Allah Subhanahu wa taala membersamai langkah kita. Sekian terima kasih bukan main-main.

Ini pergerakan yang lillahi taala memperjuangkan kebenaran. Ayo, Pak. bersama Bapak-bapak Purnawirawan TNI dari Forum Pawira. Rekan-rekan besok jam 10 Bapak-bapak. Ayo kemudian diikutin barisan tangkap dan adilian buat senior-senior dan ini juga dari Bandung. Ini adalah pasukan negeri ini yang berjuang di negeri ini dan sekarang akan berjuang kembali untuk mengembalikan kejujuran yang sudah hilang di negeri ini. Tolong kau jawab dengan Jokowi isi jangan dibelok-beloki. ADS Channel dari Bali Pademi siap

X Dubes RI Buat Iran: Senjata Genjot Iran Tidak Semua Dikasih, AS Siap Plentang Plenting

adili Jokowi Ayo semangat Pak Pak Su sekarang sekarang bar teriak tangkap dan adili Jokowi sekali lagi tangkap dan adili Jokowi tangkap dan adili Jokowi karena sudah tidak bisa memungkiri lagi kalau ijata yang dia milikinya adalah palsu saudara-saudara karena memang sudah ini kita memperkati 1 tahun untuk kita tanyakan ijah Jokowi ternyata sampai sekarang dia tidak bisa sudah membuktikan kalau ini biasanya itu adalah asli. Jadi 99,9% ijazahnya Jokowi dalam kalian yang saat dia menjadi calon presiden,

dia juga dibantu oleh pemaparan dari Kita datang dengan bahwa orang Indonesia harus mundur. Tidak boleh bohong. tidak boleh membohongi teman-teman apalagi membohongi atau membohongi ini kami yang datang betul-betik tidak punya ijazah sudah berkali kali kali menjadi gubernur kemudian menjadi presiden Dan dua kali ternyata ijanahnya langsung bukunya Bonuya tua. Yang lebih parah lagi selain bapaknya ijazahnya palsu, anaknya tidak punya riwayat pendidikan yang jelas tidak punya ijazah SMA dan anaknya sekarang masih menjabat.

Apa contohnya kalau yang masih menjabat? Ini harusnya pakan ditutup begini. Jadi begitu jahatnya uang dari rakyat ini. Jahat banget ini anggota DPR ini. Ke mana u kalian? Mau kalian berdebat enggak akan pernah menang sama kita karena kalian makan dari uang rakyat. Betul. Haram hukumnya kalau kalian membiarkan ini semua. Betul. Awas jadi zombie. Ya, ini namanya singa. Silakan. Tanduk besar yang akan kita yang akan kita tempelkan di gerbang di gerbang. Tolong dibantu kepada sekolah LBH pejabat. Selamat datang ketua LBH pejabat Ustaz

Eka Jaya dan pasukannya teman-teman dari Bandung. Selain yang dibawa oleh Pak Risal Fadilah juga ada teman-teman yang lain. Luar biasa Bu Meri dan kawan-kawan. Aspirasi. Aspirasi ya. UiW. Tadi ada banyak Bapak-bapak dari UIW seluar soalnya Omon sudah jadi zombie. Aspirasi Pak sebentar ini belum ya. Oke begini ya teman-teman ya. Kita di sini sudah aksi kita dipageri oleh polisi yang ada di situ. Kita akan tertib kita. Artinya kalau masih ada polisi yang memagari kita, artinya dia sudah mengambil hak kita,

tulisan kita akan tidak terlihat. Tolong untuk diperhatikan kepada Bapak-bapak. Saya tidak mau ada tidak ada pagar-pagar yang ada di situ. Kalau memang masih ada, saya akan ke jalan. Ya, jangan sampai terjadi dua kalian. Setelah itu baru ada acara mimbar rakyat dimulai. Sebentar tolong di potensi profesional dan kom dinaikkan katanya. Jadi nanti para tokoh-tokoh ini untuk naik ke atas menyampaikan

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *