Hiburan
Home / Hiburan / Tren “Namjooning” Ciptakan Antrean Masif di SFMOMA: Pengaruh RM BTS dalam Mempopulerkan Seni dan Galeri Publik

Tren “Namjooning” Ciptakan Antrean Masif di SFMOMA: Pengaruh RM BTS dalam Mempopulerkan Seni dan Galeri Publik

BTS fan freebies photographed on Oct. 2, 2026. BTS is a K-pop group and fans often give out handmade items as freebies to fellow fans. Freebies are “a huge part of our culture,” said Heather Gioia of Dublin. “To us, they’re little treasures.” (Beth LaBerge/KQED)
BTS fan freebies photographed on Oct. 2, 2026. BTS is a K-pop group and fans often give out handmade items as freebies to fellow fans. Freebies are “a huge part of our culture,” said Heather Gioia of Dublin. “To us, they’re little treasures.” (Beth LaBerge/KQED)

SAN FRANCISCO, AS / JAKARTA — Fenomena budaya pop yang dipelopori oleh komunitas penggemar grup K-Pop legendaris BTS (ARMY) kembali memicu dampak positif nyata di dunia seni rupa. Berdasarkan laporan dari KQED, Museum Seni Modern San Francisco (SFMOMA) mencatatkan lonjakan pengunjung masif berkat tren “Namjooning”—istilah yang merujuk pada aktivitas mengapresiasi seni, mengunjungi galeri, membaca buku, dan menikmati keindahan alam khas pemimpin BTS, Kim Namjoon (RM).

Pameran bertajuk “Between You and Me” di SFMOMA menjadi magnet utama bagi para penikmat seni muda dan anggota ARMY dari berbagai negara yang terinspirasi oleh kecintaan RM terhadap apresiasi karya seni visual.

Memahami Fenomena “Namjooning” dan Dampaknya Terhadap Galeri Seni

1. Asal-Usul dan Makna Budaya “Namjooning”

Istilah Namjooning berawal dari interaksi RM dengan penggemar di mana ia menggambarkan waktu luangnya di luar panggung sebagai momentum untuk kembali ke alam dan seni:

  • Eksplorasi Seni dan Ruang Publik: Aktivitas ini mencakup kunjungan ke museum, galeri seni kontemporer, taman kota, serta ruang perpustakaan untuk memperkaya wawasan estetika dan kedamaian pikiran.

  • Pengaruh Figur Publik Terhadap Generasi Muda: Rekomendasi karya seni atau museum yang diunggah oleh RM di media sosial senantiasa berhasil mengubah lokasi-lokasi tersebut menjadi destinasi budaya populer baru bagi penikmat seni lintas negara.

2. Lonjakan Kunjungan dan Antusiasme Komunitas di SFMOMA

Pameran di SFMOMA membuktikan bagaimana budaya pop mampu menghidupkan ekosistem museum publik:

Olahraga Internasional: Naji Marshall Beri Peringatan Keras Kepada Rookie Warriors Yaxel Lendeborg Usai Konfrontasi Dengan Luka Dončić

  • Daftar Kunjungan Kuratorial: Banyak pengunjung muda sengaja mendatangi SFMOMA untuk melihat langsung karya-karya seniman yang pernah diapresiasi atau direkomendasikan oleh RM dalam berbagai sesi wawancara dan unggahan galeri.

  • Demografi Pengunjung yang Lebih Inklusif: Tren Namjooning berhasil mematahkan kesan eksklusif museum seni, menjadikannya ruang rekreasi edukatif yang ramah dan menarik bagi generasi Gen Z dan Milenial.

Antusiasme Apresiasi Seni dan Komunitas K-Pop di Indonesia

Inspirasi Namjooning Bagi Ekosistem Galeri Seni Lokal di Tanah Air

Tren Namjooning memiliki daya gaung yang sangat kuat di kalangan anak muda dan komunitas K-Pop di Indonesia:

  • Populernya Wisata Museum dan Galeri di Indonesia: Fenomena ini turut mendongkrak popularitas kunjungan ke museum dan galeri seni di Indonesia (seperti Museum MACAN, Galeri Nasional Indonesia, serta NuArt Sculpture Park) di mana para penggemar kerap melakukan maraton Namjooning bersama.

  • Integrasi Budaya Pop dan Edukasi Seni: Antusiasme ARMY Indonesia dalam mengadopsi kebiasaan positif sang idola terbukti efektif meningkatkan literasi seni visual dan kepedulian terhadap kelestarian galeri seni publik di dalam negeri.

OpenAI Ungkap Model AI Matikan Sistem Keamanan Mandiri Saat Jalankan Tugas Rutin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *