Beranda / Bisnis / Halah Gk Danta Bawa IHSG Makin Makin ke Level Kejiwaan 8.000-an, Seorang Ramai Menunggu Keadaan Sekarang

Halah Gk Danta Bawa IHSG Makin Makin ke Level Kejiwaan 8.000-an, Seorang Ramai Menunggu Keadaan Sekarang

Halo sobat investor, berjumpa lagi dengan kami dalam program Ticker Talk edisi Rabu, 15 April 2026 bersama saya Taufan Sukma. Sobat Investor, indeks harga saham gabungan atau IHG pada perdagangan kemarin 14 April 2026 berhasil mempertahankan tren positifnya dengan kembali menguat sebesar 175,76 poin atau 2,34% menuju level 7.675,95. Volume transaksi sepanjang perdagangan tercatat sebesar 49,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp24,68 triliun di mana sebanyak 57 saham berhasil menguat, Rp13 saham masih

bertahan di zona merah dan 226 saham lainnya bergerak stagnan. Lalu faktor apa yang sebenarnya menjadi penopang utama kinerja indeks sehingga untuk dalam beberapa hari terakhir dapat bertahan di zona hijau? Lalu bagaimana kemudian investor harus mengambil sikap atau mengambil strategi untuk melihat kondisi pasar yang demikian ini. Untuk membahas hal tersebut kita sudah tersambung dengan eh narasumber kali ini yaitu Senior Vice President Head of Retail and Product Research and Distribution dari PT Henan Puti Rai Aset

Managemen yaitu Mas Fahmi Riawan. Selamat bergabung Mas. Iya. Pagi. Pagi, Mas Tofa. Selamat pagi, Mas. Masih dengan semangat ee menghijaunya indeks nih dalam beberapa hari terakhir. Saya semangat sekali dari beberapa hari terakhir minggu lalu sampai dengan kemarin. Baikbaik. Nah, langsung saja kita masuk ke pembicaraan. Sebenarnya dengan kita tahu sebelum ee di periode sebelumnya indeks sedikit menguat terus kemudian ee turun lagi karena aksi jual dan sebagainya. Lalu kemudian di akhir-akhir ini indeks berhasil bertahan dalam

beberapa hari bertahan di zona hijau. Nah, ini menurut Mas Resa sendiri faktor utama yang menjadi penopangnya apa, Mas? Ya, kalau kita lihat pergerakan indeks selama beberapa waktu terakhir ini, penguatan itu tidak hanya didorong oleh faktor teknikal ya, tapi juga kombinasi dari domestik terutama dan global yang mulai kondusif. Kalau kita mau fokus sama domestik ee mungkin arah reformasi pasar modal mulai memberikan sinyal positif ke investor, Mas. Karena dengan peningkatan free flow, dorongan transparansi, dan penguatan tata kelola

itu membuat pasar Indonesia kembali menarik. Khususnya kali ini adalah untuk investor institusi, Mas. Jadi, institusi sudah mulai banyak masuk juga dan dari sisi lain kita juga bisa melihat aliran dana asing sudah kembali masuk, sudah mulai net buy mulai dari Senin, Selasa, minggu lalu. Jadi, tapi meskipun masih selektif, fokusnya masih ada di saham-saham besar dengan fundamental kuat. Jadi ee secara natural itu akan menopang indeks. Ditambah lagi makro Indonesia juga relatif stabil ya. Ekonomi masih terjaga, inflasi

Semuanya Menyambut Yang Terbuka Kembali Selat Hormuz di Pertengahan Kasus AS-Iran

terkendali, dan konsumsi domestik juga masih cukup solid ee menjadi pondasi penting di tengah ketidakpastian global ini sih, Mas. Gitu, Mas. Nah, ee ini catatan menarik ini ee menurut Mas Resa bahwa ee kapital inflow gitu ya mulai masuk ke pasar modal kita. Nah, ini apakah bisa kita simpulkan walaupun memang ee masih tahap awal begitu bahwa investor sudah mulai percaya gitu terhadap reformasi yang sedang kita lakukan di industri pasar modal Indonesia. Sebetulnya kepercayaan investor juga sudah mulai membaik, tapi sifatnya

memang masih bertahap, Mas. Dan mereka masih selektif. Seperti dari 2 3 minggu ini saya sampaikan bahwa kita harus selektif. Ya, kita belum melihat euforia, tapi ini adalah salah satu fase awal dari pemulihan kepercayaan. Investor masih sangat harus disiplin dalam memilih aset. Jadi, ee ya nanti kita harus bisa pilih dengan saham-saham yang fundamentalnya kuat and so on gitu. Tapi indikasi dari masuknya dana asing yang mulai konsisten ee menunjukkan bahwa persepsi risiko terhadap Indonesia itu sudah mulai membaik meskipun belum

sepenuhnya kembali ke kondisi risk on. Gitu sih, Mas. Segala sesuatu masih bisa terjadi sehingga tetap investor harus tetap waspada, tetap selektif dan melihat kondisi yang ada di pasar. Begitu ya, Mas? Iya. Iya. Nah, catatan menarik juga yang disampaikan Mas Resa tadi soal kondisi geopolitik, Mas, bahwa informasi atau isu dari luar ini relatif cukup kondusif. Walaupun kita tahu kondisi upaya perdamaian yang di Islam Abad gitu di Pakistan gagal dan kemudian AS juga mulai menebar ancaman ini tentang

menutup atau blokade di Selat Ormus dan sebagainya. Nah, ini menurut Mas Resa sendiri ee apakah kemudian publik ee global ini sudah cukup terbiasa gitu dengan isu-isu perang sehingga enggak meletup-letup lagi dengan kondisi yang seperti awal-awal terjadinya perang itu atau seperti apa, Mas? I oke. Saat ini tu pasar itu bukan tidak peduli dengan situasi geopolitik, tapi lebih tetap tepatnya tuh sudah lebih adaptif. Baik. Jadi ee kecenderungan bahwa resiko geopolitik itu sudah lebih dulu dipricing diprice in oleh pasar. Jadi

selama tidak ada eskalasi besar dampaknya biasanya hanya pendek dan mereka juga sudah oke. [mendengus] Lagi pula juga masyarakat sepertinya sudah tahu bahwa walaupun Trump kemarin gagal dan Trump meletup-meletup ingin mengancam A B C DFG, tapi kita tahu kok Trump sendiri juga sudah mulai secara ekonomi juga kekuatan sudah mulai agak payah dan sebenarnya mereka sendiri juga sudah mulai mengharapkan perdamaian hanya saja mereka maunya damainya dengan kondisi mereka karena sudah ban sudah tidak banyak yang bisa dilakukan oleh

Keadaan Big Caps & Energi Dilego Ancur IHSG Anjlok Ke Area Bereum

Amerika dan Israel dan itu dapat dibaca oleh masyarakat sehingga sebetulnya mereka tinggal bilang ini hanya tinggal tunggu waktu. Jadi ee kalau kita kembali ke setiap negaranya bahwa investor sekarang lebih banyak fokusnya ke kestabilitas domestiknya itu sendiri dan prospek dari kinerja emiten itu sendiri. Selama dua hal itu masih bagus, mereka akan sudah mulai ee masuk dan khususnya di Indonesia dengan reformasi yang tadi disampaikan, reformasi pasar modal ini tampaknya sudah mulai banyak orang juga

masuk. Jadi bukannya enggak peduli, bisa saja, Mas kalau besok tiba-tiba Trump ngomong ABC ya mungkin akan turun dulu itu hal yang lumrah. Tapi mereka sudah perkirakan gitu, Mas. Baik. Jadi ee tetap mencermati, tetap melihat perkembangan, tapi tidak ee terkaget-kaget seperti di awal ee dulu gitu ya, Mas. Bahwa justru potensi yang lebih dicermati oleh pelaku pasar lebih yang di domestik untuk mengejar stabilitas pasokan terus dan ee perekonomian secara stabil di domestik gitu ya. Betul. Betul. Nah, dengan posisi yang demikian Mas,

kita lanjut ke posisi indeks gitu. kita tahu dengan sempat meninggalkan level psikologis 7000 itu cukup ee ngebut tuh gitu cukup kencang IASG kemudian sampai di sekarang di 7.600-an. Nah, kalau berandai-andai ini kemudian ee ke depan ini apakah kemudian level psikologis 8.000 juga akan cukup mudah diraih dalam waktu dekat atau mungkin ee parkir dulu di. 7.800 atau seperti apa, Mas? Oke. Oke. Level 8.000 ini sangat kuat secara psikologis ya. Dan historisnya memang belum mudah untuk dipertahankan dalam

jangka panjang ya yang sekarang. Tapi ee untuk menjadikan 8.000 itu level yang solid, pasar butuh berapa? Beberapa hal. Contohnya adalah keberlanjutan aliran dana asing masuk ya. Kalau itu tetap maju terus 8.000 34. [tertawa] lagi pula juga emiten terutama dari perbankan dan siklika. Jadi kalau kita lihat sebetulnya peluang karasalnya terbuka tapi prosesnya tuh enggak instan. Ini lebih realistis kalau kita lihat ini ya dalam beberapa bulan lah mungkin mungkin areanya ada di 7.800 sampai akhirnya 8.000 menjadi base baru

sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya, Mas. Nah, dengan kondisi pasar yang demikian, Mas, bahwa ada harapan yang cukup besar di sana bahwa indeks ee bisa menuju ke 8.000 Ibu walaupun mungkin dengan catatan-catatan tertentu yang seperti yang Mas Resa sampaikan tadi, kita lebih spesifik ke sektor saham atau mungkin saham yang saham-saham tertentu yang mungkin bisa direkomendasikan atau dipertimbangkan oleh sobat investor untuk dilirik pada perdagangan hari ini. [berdehem] Mengejar semua sektor ya, tapi mengikuti

Harga Emas Melsat Terus Menerus Mencapai Perang AS-Iran Hajar Asia

rotasi yang sehat. Jadi kalau kita lihat sektor perbankan [berdehem] pasti menjadi tulang punggung. Seperti saya sampaikan minggu lalu bahwa pada saat nanti MSI atau apapun itu naik, yang naik duluan pasti Bap. Jadi dan kita bisa lihat hari ini beberapa bank yang bank favorit kita ada yang naik sampai 2% lebih sampai 1 hari. Jadi ee sektor perbankan harusnya akan bagus karena akan tetap relevan menjadi cor portofolio. Kemudian energi dan komoditas juga menarik karena didukung oleh dinamika harga global dan posisi

Indonesia juga sebagai produsen itu juga cukup oke. Ee lainnya mungkin ee konsumsi oke. Tapi saya mungkin akan menambahkan juga seperti yang sering saya sampaikan, tolong perhatikan emiten-emiten yang memiliki ee apa namanya ee rencana strategis kinerja yang sering disampaikan di media. Ya, jadi kalau mereka banyak melakukan ee action ee action plan dan terealisasi itu boleh dilihat dan mungkin saya sudah sampaikan di minggu lalu di mana hari ini saham yang saya maksud aja sudah naiknya langsung ngebut banget sampai puluhan

pers tuh Mas. Jadi mungkin kita bisa lihat beberapa yang seperti itu. Tapi lebih secara keseluruhan penguatan indeks saat ini tuh lebih mencerminkan fase recovery yang sehat, Mas. Jadi tantangannya bukan lagi apakah indeks bisa naik, tapi apakah kenaikan tersebut ini masih bisa ditopang oleh fundamental yang kuat. Nah, kita tunggu nih fundamentalnya akan seperti apa. Gitulah, Mas. Baik-baik, terima kasih banyak. Ini analisa yang menarik ee bahwa kita selain ngebut mengejar di level indeks yang lebih tinggi, kita juga berharap

fundamentalnya ini semakin kuat gitu ya, Mas. Sayang sekali waktu kita juga terbatas. Jadi terima kasih atas penjelasannya yang sangat komprehensif dan semoga bisa menjadi insight lebih bagi Sobat Investor untuk memulai perdagangan pada pagi hari ini. Terima kasih Mas Resa. Sama-sama ya Sobat Investor. Demikian perbincangan kita dengan Mas eh Resa Fahmi Riawan dari PT Henan Putira Aset Manajemen. Semoga menjadi insight lebih atau mungkin second opinion yang bisa dipertimbangkan oleh Sobat investor

sekalian dalam menentukan strategi dalam ee menjalani perdagangan pada pagi hari ini. Terkait hal itu, kami selalu sampaikan bahwa keputusan berinvestasi sepenuhnya berada dalam genggaman Anda, Sobat Investor. Maka yang bisa kami sampaikan adalah bijaklah dalam berinvestasi. Sekian dari kami, saya TAN Sukma sampai Jogba.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *