Bisnis
Beranda / Bisnis / Jalan Agresif BI dan Respons Rasional Pemerintah Dinilai Berhasil Nurutkan Pasar Uang

Jalan Agresif BI dan Respons Rasional Pemerintah Dinilai Berhasil Nurutkan Pasar Uang

Langkah agresif Bank Indonesia dan pemerintah dinilai sukses menenangkan pasar keuangan nasional. Kenaikan suku bunga acuan serta optimalisasi instrumen SRBI mampu menjaga daya tarik aset rupiah dan mendorong masuknya modal asing. Di saat yang sama, pemerintah mulai mengambil langkah yang lebih fleksibel untuk meredam ketegangan dengan pelaku usaha dan mitra dagang utama Indonesia. Kebijakan efisiensi anggaran juga mendapat responsif dari pasar karena dinilai membantu menjaga kesehatan fiskal negara. Tampaknya IHSG berhasil kembali menguat setelah sempat tertekan oleh sentimen global. Meski demikian, pemerintah diingatkan untuk tetap fokus memperkuat daya beli masyarakat dan membuka lebih banyak lapangan kerja demi menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam segmen review perdagangan, Bapak Octavianus Audi, Vice Presiden PTIWOM Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa respon investor atas beberapa kejadian di Indonesia belakangan ini cukup positif. Intervensi melalui suku bunga sangat signifikan, dan rupiah kembali menguat di level 17.800. Pasar merespon baik wacana buyback dari Himbara dan bank swasta karena valuasinya yang menarik. Selain itu, klarifikasi pemerintah mengenai kebijakan seperti DSI yang hanya difokuskan untuk monitoring, serta kebijakan gross split, telah mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan arus kas eksportir. Dari sisi global, penurunan harga minyak akibat spekulasi kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat juga memberikan dampak positif.

Terkait arah IHSG untuk minggu depan, terdapat dua skenario. Saat ini indeks berada di atas moving average 10 hari, membentuk pola bullish jangka pendek. Jika indeks mampu break resistance di level 6.150 hingga 6.250, kepercayaan pasar akan lebih kuat hingga mencapai moving average 50 hari di 6.800. Namun, jika indeks gagal bertahan di atas 6.000 dan kembali ke 5.900, kemungkinan akan terjadi relaksasi jangka pendek ke level 5.600 hingga 5.700.

Mengenai saham BBCA, meskipun sempat menjadi penopang utama, pergerakannya sedang berada dalam tren bearish jangka menengah ke panjang. Saham ini sempat menyentuh moving average 50 hari di level 6.100 sebelum akhirnya terkoreksi. Penting bagi BBCA untuk tetap berada di atas level 5.500 agar potensi kenaikan berikutnya tetap terjaga. Sementara itu, untuk saham-saham konstituen MSCI, tekanan dari investor asing dinilai sudah mulai terbatas karena portofolio telah disesuaikan dengan standar MSCI. Pasar saat ini menunggu hasil review regulator Indonesia yang diharapkan membawa sinyal positif.

Terakhir, mengenai saham DSSA yang melesat 13%, pola teknikalnya terlihat potensial pasca tekanan besar sebelumnya. Meskipun ada beberapa gap down yang perlu ditutup, saham ini memiliki target resistance bertahap di level 1.040 dan 1.205, dengan support yang mengikuti moving average 10 hari di level 670. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor.

Daftar Harga Emas Turun, Tindakan Industri Optimis Investasi Jangka Sangat Panjang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *