Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Rupiah Yang Sangat Paling-Paling di Asia – Chatib Basri Beri Sumbat MBG ke Prabowo

Rupiah Yang Sangat Paling-Paling di Asia – Chatib Basri Beri Sumbat MBG ke Prabowo

Ak kita beralih ke informasi lainnya yaitu deretan informasi terpopuler di situs Nbisindonesia.com yang menjadi sorotan pasar keuangan dalam Hots. Kita langsung saja ke informasi yang pertama.

Informasi datang dari mayoritas mata uang Asia ini melemah terhadap dolar Amerika Serikat di perdagangan Rabu 10 Juni ini. Namun rupiah justru mampu menguat tajam dan kembali ke bawah level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Pagi tadi dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Sementara tiga lainnya menguat dan rupiah ini menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini hingga 0,6%.

Penguatan rupiah terjadi bersama dengan Yen, Jepang yang naik juga tipis 0,03% ke posisi 160,3 Japan yenan per dolar Amerika Serikat. Sementara peso Filipina yang menguat 0,11% ke posisi 61,52 per Amerika Serikat. Di sisi lainnya tekanan juga masih terlihat pada mayoritas mata uang Asia seperti Dong Vietnam dan B Thailand menjadi dua mata uang dengan pelemahan terdalam setelah masing-masing terkoreksi 0,21%.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat atau DXY ini terpantau menguat 0,07% ke posisi 99,987 pada waktu yang sama di mana DSI juga masih berada di sekitaran level 100 telah sempat rebound tajam di perdagangan sebelumnya. Dolar Amerika Serikat masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah di mana ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri terhadap Iran menyusul jatuhnya helikopter Amerika Serikat. Konflik ini di kawasan tersebut juga mendorong kenaikan harga energi. Harga energi yang lebih tinggi kembali memicu kekhawatiran inflasi dan membuka peluang bank Sentral Utama Dunia mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga lebih lama.

Kita ke out news selanjutnya. Rombongan Dewan Ekonomi Nasional atau den yang dipimpin oleh Luhud Binsar Panjaitan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa, 9 Juni kemarin. Luhud membawa serta sejumlah anggota den ekonom senior Khatib Basri dan Firman Hidayat serta Septian Haryo Seto. Di pertemuan ini, Den Prabowo terkait kondisi perekonomian terkini, perkembangan golchek hingga program makan bergizi gratis atau MBK. Katip Basri yang merupakan mantan Menteri Keuangan Era Presiden Susilo Bambang Yudono mengakui bahwa dan mengingatkan Presiden mengenai risiko pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada kelompok masyarakat menengah. Untuk itu dia juga menilai pemerintah diharapkan melakukan efisiensi fiskal termasuk efisiensi anggaran MBG. Seperti diketahui MBG ini menjadi program andalan presiden dan ini membutuhkan anggaran yang besar dalam implementasinya. Sementara itu, ketidakpastian ekonomi akibat guncangan global pun juga belum surut. Kondisi ini menekan lagi nilai tukar rupiah dan mengerek lagi harga bahan bakar minyak dan juga gas. Kondisi ini memicu kembali kenaikan harga barang yang kemudian menekan ekonomi kelompok menengah Indonesia. Selain itu, Katip juga menuturkan bahwa masalah pengelolaan fiskal ini turut menjadi sumber ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia juga menetapkan suku bunga Nih Bos

Selanjutnya, harga emas dan perak dunia terpuruk ke level terendah dalam lebih dari 2 bulan di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Pada perdagangan Selasa, 9 Juni, harga emas ditutup di level 4.262 Amerika Serikat perroyons ons atau turun 1,53%. di mana penurunan ini memperpanjang tren negatif emas yang telah melemah 3 hari berturut-turut dengan akumulasi penurunan hampir 5%. Tekanan terhadap loga mulia pun juga muncul setelah pasar menilai The Fat masih berpeluang menaikkan suku bunga di akhir tahun. Berdasarkan CM Fat Watch Tool, peluang kenaikan suku bunga di Desember mencapai sekitar 68%. Dan investor kini juga menanti rilis data inflasi Amerika Serikat mulai dari consumer price index atau CPI dan producer price index atau PPI yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter. Selanjutnya analis menilai jika inflasi kembali lebih tinggi dari perkiraan, harga emas pun juga berpotensi kembali tertekan.

Iya. Bertahun-tahun Amerika memblokir akses China untuk mendapatkan teknologi cip buatan negeri Pamansam. Namun, China justru berterima kasih atas hal tersebut. Sebagai perusahaan yang masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat, Huawei menyebut pembatasan ekspor cip yang diterapkan justru menjadi pemicu kebangkitan industri semiconductor China. Perusahaan Teknologi Raksasa ini juga bahkan mengaku berterima kasih atas tekanan yang diberikan oleh Washington selama beberapa tahun terakhir. Cerman bergilir sekaligus Wakil Cerman Huawei Su Shun ini mengatakan bahwa sanksi dan pembatasan teknologi dari Amerika Serikat memaksa perusahaan-perusahaan China mempercepat inovasi serta membangun rantai pasok semikonduktor domestik yang lebih kuat. Huawei ini menjadi salah satu target utama kebijakan pembatasan teknologi Amerika Serikat sejak 2019. Saat itu pemerintahan Donald Trump periode pertama memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan yang membatasi akses perusahaan terhadap teknologi dan pasar Amerika. Tekanan terhadap industri teknologi China ini semakin besar setelah pemerintahan Joe Bidens di 2022 memberlakukan control chip AI canggih. Kebijakan itu melarang perusahaan China memperoleh GPU kelas atas seperti Nvidia A100, H100, serta AMD Instincts Mi 2 dan juga Mi 250X. Akibat pembatasan tersebut, banyak perusahaan China beralih ke produk dalam negeri. Meski performanya masih tertinggal dari cip buatan Nvidia atau AMD, produsen lokal memperoleh lonjakan permintaan yang memperkuat kemampuan riset dan pengembangan mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *