Main di Piala Dunia adalah mimpi setiap pemain. Tapi tidak semua pemain bisa mewujudkannya. Sama seperti edisi-edisi sebelumnya, tahun ini ada banyak pemain apes yang harus absen dari Piala Dunia. Saat pemain lain berlaga di rumput Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, para pemain ini cuma bisa nonton di layar kaca. Ada yang harus dicoret karena masalah kebugaran. Ada juga yang harus rela cuma jadi penonton karena murni tak masuk pilihan. Tapi yang paling ironis, ada pemain-pemain yang harus absen karena negaranya memang
enggak layak alias enggak lolos kualifikasi. Lalu siapa saja para pemain bernasib apes ini? Berikut starting Revelis telah merangkum tujuh pemain top yang enggak ikut Piala Dunia. Gian Luigi Donaruma. Sepertinya tidak ada kisah yang lebih menyedihkan daripada kisah Gian Luigi Donaruma. Bagaimana tidak, bertahun-tahun Donaruma membangun reputasinya sebagai salah satu kiper terbaik dunia. Selama ini ia juga sudah dianggap sebagai legenda di timnas Italia. Namun untuk Piala Dunia edisi kali ini, Dona cuma bisa pasrah. 4 tahun lalu,
Dona yang sukses mengantar Italia juara Euro 2020 gagal mengantar negaranya dapatkan tiket ke Piala Dunia. Kekalahan atas negara kuda hitam Makedonia Utara menggugurkan langkah Gliasuri. Malangnya, tragedi itu terulang tahun ini. Italia ditendang oleh tim kuda hitam lainnya, Bosnia and Herzegovina. Setelah kekalahan menyakitkan di playoff, kiper Manchester City itu sampai menitikkan air mata. Perasaannya campur aduk ketika itu. 10 tahun sudah Donaruma menjadi penggawai Italia dan dipercaya menjadi kapten. Ia
bangga akan jabatan itu. Tapi di sisi lain, Dona Roma malu melihat negaranya tak lagi punya DNA Piala Dunia. Sebagai catatan, Italia sendiri sudah tiga kali berturut-turut. tidak lolos Piala Dunia. Artinya kesempatan untuk main di Piala Dunia baru akan menghampiri Dona rumah lagi saat usianya 31 tahun. Padahal kalau melihat performa Dona rumah mungkin jadi bintang liasuri paling bersinar sepanjang babak kualifikasi kemarin. Dominik Sobosl. Sebagai seorang kapten, wajar rasanya apabila Dona Roma malu atas kegagalan
Italia lolos ke Piala Dunia. Kindati begitu, di level klub, Donal Ruma masih bisa meraih Piala FA bersama Manchester City. Lain cerita dengan Dominik Sobosl. Sudah gagal lolos Piala Dunia, klubnya pun ikut-ikutan membley. Sama seperti Dona. Sopo lainnya adalah kapten di timnas Hungaria. Laga kualifikasi terakhir di Budapest adalah laga yang syarat akan emosi. 80 menit Hungaria memimpin jalannya pertandingan. Subo yang mengirim satu asis sempat berselebrasi mengira jalan terbuka lebar untuk negaranya. Namun
saat itulah Troy Perot merenggut semuanya. Dua golnya di menit akhir memupus mimpi Hungaria dan Sobo. Sela tampil di Piala Dunia. Pemain andalan Liverpool itu terduduk lesu sambil berderai air mata. Sus laga So mengatakan bahwa tak ada momen yang lebih memilukan dari momen itu sepanjang hidupnya. Benyamin Cesco. Pemain berikutnya yang cuma bisa nonton Piala Dunia tanpa bisa berpartisipasi adalah Benyamin Sesco. Sangat disayangkan Mas-mas Canggung satu ini tak ikut ambil di ajang paling bergengsi
4 tahunan ini. Padahal baru saja performanya bersama Manchester United sedang menanjak di bawah asuhan Michael Carry. Sempat kesulitan beradaptasi, belakangan Sesco Moncar lagi sejak datang. Perubahan taktik dan peran seorang Bruno Fernandez membuat Sesco dimanjakan di sektor serang. Kendati begitu, performa itu tak bisa diduplikasi Sesco di level timnas. Negaranya Slovenia malah jadi bulan-bulanan di grup B. Sebetulnya penghuni grup B sendiri bukanlah nama-nama besar. Pesaing Slovenia cuma Swiss, Kosovo, serta Swedia.
Tapi tak ada satuun laga yang berhasil dimenangi anak asuh Bostan Cesar. Bagaimana dengan performa Cesco sendiri? Penyerang MU ini main empat kali, tapi tak sekalipun catatkan namanya di papan skor. Performa buruk Slovenia itu tidak cuma mengajak Sesco seorang tidak lolos ke Piala Dunia. Bersamanya turut serta kiper Atletico Madrid Chan Oblak. Kenati begitu, Sesco tak mau terlalu larut dalam kesedihan. Absen di Piala Dunia bisa membawa hikmah baginya karena ia punya waktu recovery lebih lama untuk kembali memperkuat King
MU. Hugo Eitike. Tak ada yang mengira Hugo Echtitike bisa beradaptasi dengan cepat di Liverpool. Padahal waktu pertama kali datang ETIK dicap sebagai pemain overprice alias kemahalan. Namun dibanding pemain lain termasuk Alexander Isak yang super mahal itu peran ketika jauh lebih penting dalam skuad racikan Arna Slot. Semuanya tampak sempurna pada awalnya Gold Migo lahir dari kaki-kakinya yang cincang. Didam sudah punya rencana memasukkan akike ke dalam skuad Piala Dunia. Namun apa daya Tuhan tampaknya belum
merestui Eki Kementas di Piala Dunia 2026. April lalu Ekit mengalami cedara putus Tendon Asele saat lag kedua laga melawan PSG. Malam itu seketika mimpinya untuk memperkuat Prancis Sirna. Ekitik harus absen hampir setahun lamanya. X Frankfurt itu pun mencurahkan rasa sedihnya lewat sebuah unggahan media sosial menampilkan dirinya dan trofi Piala Dunia. ST Bal Paul masih belum beranjak dari Prancis, kali ini ada kisah dari penyerang yang mentas di League Ang Steban Banle Paul. Memang dasar Prancis ini bagudang amunisi yang
isinya senjata canggih-canggih. Saking canggihnya, Dedam selaku yang punya bingung harus pilih yang mana. Sampai akhirnya pemain semoncar Le Paul pun ditinggal. Fa saja Le Paul ini statusnya adalah penyerang tersubur League Ang. Koleksi 21 golnya saat narasi ini ditulis bahkan jauh tak terkejar oleh pemain-pemain lain. Tapi statistik demikian ternyata tak lantas membuat pemain Renes mendapat panggilan. Bahkan ini adalah pertama kalinya sejak 1954 top skorer League Ang dari Prancis tidak dapat panggilan.
Tidak ada komentar lebih lanjut dari Le Paul. Tapi pada awal Mei lalu seperti dikutip via Gate Friends Football News, pemain 26 tahun itu sangat ingin membela tim ayam jantan. Meski begitu, Lep menyadari kalau semua tergantung pelatih. Waktu itu ia sudah menyatakan Legowo kalau Kalo Desam tidak memanggilnya. Desam sementara itu mengaku berat meninggalkan Le Paul. Tapi karena banyaknya bintang yang ada dalam skuad Prancis, mantan pemain Chelsea itu tak punya pilihan. Menurutnya, banyak aspek yang harus diperhatikan dalam pemilihan
skuad, utamanya pengalaman mentas di turnamen-turnamen besar internasional. Joao Pedro. Pengalaman juga merupakan aspek terpenting yang dinilai pelatih Brazil, Carlo Ancelotti. Don Carlo sudah mengumumkan skuad timba yang akan ia bawa ke Piala Dunia. adalah sebuah kejutan melihat nama Neymar kembali nangkring dalam daftar. Tapi tak kalah mengejutkan, Anceloti tidak membawa Jo Pedro. Padahal musim ini Pedro tampil moncar bersama Chelsea. Catatan 15 gol dan 8 asis yang ia kemas menjadi bukti sahih akan kualitasnya.
Anseloti bahkan sudah beberapa kali menjojalnya di babak kualifikasi dan laga uji coba. Namun ketika skuad diumumkan, nama Pedro malah tak ada dalam daftar. Pedro lantas mengungkapkan rasa kecewanya di akun media sosial. Penyerang Chelsea itu curhat kalau tahun ini sangat disayangkan ia tak bisa mewujudkan mimpinya main di Piala Dunia. Tapi kalian tahu ternyata ada kisah yang lebih menyayat hati. Seperti para pemain lain, keluarga Juao Pedro mengadakan nobar pengumuman skuad Brazil. Mereka kelihatan tegang dan cemas
harap-harap menanti nama Pedro keluar. Tapi sampai akhir pengumuman, Anceloti sama sekali tak menyebut nama Joo Pedro. Semua anggota keluarga yang menyaksikan pun kelihatan sangat patah hati. Visa Farasia. Dua musim terakhir Paris Saint-Germain memperlihatkan dominasinya di sepak bola Eropa. Kalau ada satu nama yang layak jadi perwakilan keindahan Leparisiens, maka nama itu adalah Visa Farasia. 2 tahun lalu, Fara membawa Georgia mengalahkan Portugal, tapi sekarang ia gagal membawa negaranya ke panggung
terakbar. Ya, gerakan meliuk-keliuk yang indah aloara itu tidak akan kita saksikan di Piala Dunia. Penyebabnya sudah pasti karena Georgia tak kuasa menahan bendungan negara-negara lain di babak kualifikasi. Tergabung ke dalam grup E bersama Spanyol, Turki, dan Bulgaria, Georgia hanya mengemas satu kemenangan dari enam pertandingan. Tahun 2024 lalu, Fara padahal sudah menyatakan mimpi besarnya untuk mengantar Georgia ke Piala Dunia. Itu akan jadi momen tak ternilai buat setiap orang Georgia. Fora menjadikan
Piala Dunia sebagai impian terbesarnya bersama dengan Liga Champions. Sayang walau UCL sudah kesampaian Piala Dunia belum bisa ia persembahkan untuk Georgia. Well, pada akhirnya Piala Dunia selalu jadi ajang unjuk aksi para bintang terbaik. Sangat disayangkan tujuh bintang tadi tak bisa ikut berpartisipasi unjuk kebolehannya. Tapi kalau disuruh milih, menurut kalian siapa sih yang ketidakhadirannya paling disayangkan? Coba komen di bawah ya. Terima kasih dan sampai jumpa. one

Komentar