Olahraga
Beranda / Olahraga / Anjay Bos Q Kekuatannya Bikin Takut Sekali Walau Sudah Blabla! Kuda Hitam Piala Dunia 2026

Anjay Bos Q Kekuatannya Bikin Takut Sekali Walau Sudah Blabla! Kuda Hitam Piala Dunia 2026

Kelemahan rupiah dikatakan [musik] sebesar 5,4% terhadap luar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika kembali mencapai titik terlemah hari Selasa kemarin. Siapa di sini yang terkejut mendengar rupiah melemah? Atau mungkin kalian terkaget mendengar orang desa yang katanya enggak pakai dolar. Mmm, gimana ya? Tenang, kita enggak akan bahas bab itu kok. Kita di sini akan bahas kejutan lainnya yang enggak kalah heboh di negeri Paman Samsana. Sebentar lagi genderang perang Piala Dunia 2026 akan

ditabuh. Kita sekarang sedang sibuk berdebat tentang siapa tim kandidat calon juara. Tapi yang kita sering lupa bahwa ada tim-tim kuda hitam yang siap mengancam para raksasa. Di tiap edisi Piala Dunia terbukti para undergak bisa diam ciptakan sensasi. Lihatlah Korea Selatan di 2002, Kroasia di 2018 atau Maroko di 2022. Lalu bagaimana dengan edisi kali ini? Jika kita melihat peta kekuatannya sih jujur menyeramkan. Nah, [tertawa] berikut ini kita akan ulas satu persatu kekuatan para kuda hitam yang siap mengguncang Piala Dunia 2026.

Adakah jagoan kalian di sini? [musik] [musik] Yang pertama ada Norwegia. Tim berjuluk sang singa ini sudah lama dicap sebagai dongeng masa lalu. I sang singa sudah tertidur pula sejak terakhir kali tampil di edisi 1998. Kita masih ingat di Piala Dunia 1998 generasi emas Norwegia lahir dari mulai oleh Garja hingga Tore Andreflow. Kini di Piala Dunia 2026 era generasi emas itu terlahir kembali. Bicara kekuatan Norwegia hari ini bukan hanya semata soal Erling Halan. Ini adalah kesatuan tim yang solid dan merata. Mereka sudah

ditempa dengan susah payah sejak 2020 oleh Stele Soulbacken, pria yang juga mantan punggawan Norwegia di Piala Dunia 1998. Pahitnya, kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 hingga Piala Eropa 2028 sudah mereka alami bersama Solbakan. Dan sekarang waktunya mereka membuktikan Norwegia lolos ke Piala Dunia 2026 bukan sebuah kebetulan apalagi jalur giveaway. Mereka melewati terjalnya babak kualifikasi menghadapi musuh besar bernama Italia. Hebatnya mereka berhasil membuat Bli Azuri, ibarat tim Tarkam kelas kabupaten. Lebih gilanya lagi,

sang singa berhasil lolos sebagai juara grup tanpa kalah dan seri. Hanya Inggris yang bisa menyamai pencapaian tersebut di babak kualifikasi zona Eropa. Namun di Amerika Serikat nanti, Norwegi harus menerima kenyataan pahit. Mereka berada di grup neraka bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Tapi apakah hal itu membuat mereka jadi ciut nyali? Tentu tidak. Ingat, terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia, lawan berat seperti Brazil saja mampu dibikin KO. Apalagi jika kita melihat kekuatan mereka hari ini. 26

Piala Dunia Cuma Angan-Angan! 7 Pemain yang Cuma Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Hanya Di Layar TV Aja

nama terbaik telah dipanggil oleh Solbakan. Mereka akan diramu dengan strategi andalan 442 yang mengutamakan keseimbangan. Di bawah mistar ada kiper Sevia Oran Nilan. Ia akan ditopang backford Christopher Aer dan back Dortmund Julian Riarson. Komposisi lini pertahanan ini telah berhasil membuat sang singa cuma kebobolan lima kali saja di fase kualifikasi. Tapi memang harus diakui kekuatan inti dari tim ini terletak pada seramnya predator lini depan. Lihatlah isinya striker model tower semua. Ada Erling Halan, Alexander

Sorlot, dan Jorgen Stran Larsen. Mereka bukan cuma tinggi tapi juga ganas merobek jalala lawan. Mereka bisa produktif juga karena ditopang sayap dan gelandang serang yang enggak kalah gacor. Ada pemain macam Oscar Bob, Martin Odegard hingga tak ketinggalan James Peter Hogia yang pernah bobol gawang City dan Inter di UCL. Wajar sih jika tim ini jadi tim torehan gol terbanyak di fase kualifikasi zona Eropa. Lalu bagaimana peluang mereka di Piala Dunia nanti? Lolos dari fase grup harusnya sih realistis. Meski hanya

memasang target lolos dari Baba Grup, tapi mimin yakin mereka bisa lebih baik dari itu. Yang jelas kita semua di sini makin dibuat enggak sabar menanti gebrakan generasi emas mereka. [musik] Ancaman Norwegia datang dari benua Afrika. Timna Senegal akan jadi batu sandungan di Baba Grup. Sama-sama menyandang status kuda hitam. Catatan tim berjuluk Lions of Teranga ini juga enggak kalah mentereng. Mereka lolos ke Piala Dunia 2026 dengan tanpa kekalahan. Sebelumnya mereka juga berhasil meraih gelar Piala Afrika meski akhirnya ada

polemik kontroversial gelarnya dicabut. Bagi pasukan Papiao, Piala Dunia kali ini akan jadi ajang pembuktian. Senegal akan membuktikan pada dunia bahwa mereka tak layak untuk dipecundangi atau diperlakukan seenaknya seperti pencabutan gelar. Ini juga sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi Sadio Mane karena pada edisi sebelumnya ia absen karena cedera. Dilihat dari amunisi suu tim ini masih sangat menakutkan. Bahkan menurut Mirror Senegal dicap sebagai wakil Afrika dengan skuad terbaik di Piala Dunia.

2026. Mereka masih didominasi oleh pilar-pilar berpengalaman yang pernah bermain di Liga [musik] Inggris. Sebut saja Edward Mendy, Kalidou Kolibali, hingga Nicholas Jackson. Selain itu, kekuatan mereka juga makin sempurna dengan hadirnya pemain seperti Ilmaniae hingga Ismail [musik] Azar. Dilansir dari Sport Illustrated, kekuatan tim asuhan Papetiao ini terletak pada kecepatan, disiplin taktis, dan kekuatan fisik. Tim ini kuat dalam transisi dan serangan balik cepat. Tim-tim yang ahli dalam menyerang seperti Prancis dan

Sempat Dilupakan! Pelatih Ini Ternyata Memimpin Timnya di Piala Dunia 2026 Bos Q

Norwegia harusnya sih ekstra hati-hati menghadapi mereka. Khusus Perancis mereka pasti masih ada trauma berat kekalahan atas Senegal di Piala Dunia 2002. Sulit memang memprediksi siapa yang akan lolos dari grup neraka ini. [musik] Bagi Senegal tidak ada salahnya juga bermimpi mengulangi prestasi terbaik seperti tahun 2002. Mencapai perempat final. Kenapa [musik] tidak? Plotwis-nya jangan-jangan justru Senegal dan Norwegia yang lolos dari grup neraka ini. [musik] Kuda hitam berikutnya datang dari grup D

yakni Turki. Tim berjuluk I Yil di Lilar ini bukan seperti Norwegia atau Senegal yang lolos mengesankan dari babak kualifikasi. Turki lolos dengan susah payah melalui jalur playoff zona Eropa. Kelolosan yang sekaligus mengobati kerinduan rakyat Turki setelah absen sejak 2002. Meski 24 tahun absen, tim ini jangan sekali-kali diremehkan. Kekuatan mereka sangat bisa bersaing. Apalagi mereka tidak tergabung di grup maut. Lawan mereka adalah Paraguay, Australia, dan tuan rumah Amerika Serikat. Artinya potensi untuk lolos

terbuka lebar. Mungkin Amerika Serikat Mauricio Pocetino yang akan jadi ancaman. Laga menghadapi tuan rumah ini akan sangat menarik. Apalagi jika dihadiri oleh Donald Trump dan Erdogan di tribun sambil ngobrolin perang. Lalu bagaimana kekuatan Turki sekarang? Sad mereka cukup bervariasi. Kombinasi antara pemain muda dan senior jadi kerangka tim ini. Di satu sisi kita bisa melihat pertunjukan skill aduhai dari Arda Guler atau Kenan Yildis. Di sisi lain kita akan melihat kematangan dari Hakan Kalhanolu maupun Mary Dameral. Tim

ini juga diramu di tangan yang pas yakni Vinzeno Montella. Strateginya yang sangat adaptif. Mereka bukan saja mahir dalam menyerang, tapi juga bertahan. Di babak kualifikasi tim sekelas Spanyol saja mampu mereka tahan imbang dengan taktik bertahannya. [musik] Ya, Turki boleh jadi jarang tampil di Piala Dunia, tapi lihat sekalinya mereka tampil di Piala Dunia seperti tahun 2002. prestasinya gila-gilaan. Dunia pasti tak akan pernah lupa saat melihat mereka mencapai semifinal [musik] di Korea Jepang. Apakah pencapaian indah itu akan

terulang? [musik] Guda hitam lainnya dari Eropa ada Austria. Tim berjuluk Dasim ini lolos langsung ke Piala Dunia setelah menjuarai grup H kualifikasi zona Eropa. Jika kita ingat Kiprah Austria, pasti kita ingat David Alaba, Marcel Sabitzer atau Marco Arnold Taufik. Tapi ternyata enggak cuma itu loh. Austria di Piala Dunia nanti akan jadi wajah yang berbeda karena sentuhan Profesor Gegen Pressing Ralf Rangnik. Kehadiran mantan pelatih MU ini benar-benar membuat perubahan besar. Sama seperti Norwegia, mereka

Anjay Lah! Dick Advocaat Jadi Dosen Dadakan di Grup E Piala Dunia Gila Memang Gak Ada Obat

berhasil mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun untuk kembali ke Piala Dunia. Tim ini telah dibangun oleh Rangnik sejak 2022. Mereka telah melewati banyak ujian berat termasuk di Euro 2024. Masih terlintas di kepala bagaimana pasukan Rangnik ini mampu mengejutkan Prancis dan Belanda saat menjuarai grup neraka di Euro 2024. Di Piala Dunia nanti, kekuatan Dustim juga enggak akan jauh berbeda dari saat bermain di Euro kemarin. Yang membedakan mungkin hanya di kematangan para pemain. Misal Konrad Limer yang tengah bersinar

bersama Bayern Munchen atau kehadiran pemain muda blasteran seperti Charne Chukuameka yang bisa jadi pembeda. Lalu bagaimana peluang mereka? Mereka tergabung di grup J bersama juara bertahan Argentina, Aljazair, dan Yordania. Peluang mereka lolos dari grup ini cukup terbuka. Bisa saja mereka lolos sebagai juara grup. Kenapa tidak? Tim sekelas Arab Saudi saja bisa menjungkalkan Argentina kok di Piala Dunia 2022. Tim seperti Argentina atau Aljazair harusnya sih hati-hati menghadapi pressing agresif anak asuh

Rangnik. Dengan pola 42 31. Tim ini sangat solid dalam ketahanan fisik maupun transisi. Meski kebanyakan diisi punggawa uzur, mereka sangat Spartan. Jadi siap-siap saja melihat kejutan dan daya ledak mereka. Lionel Messi dan kawan-kawan pasti akan dibuat [musik] frustasi meladeni kototan Austria. Dari Eropa kita terbang ke Amerika Selatan. Ada satu kuda hitam yang siap mengguncang Piala Dunia, yakni Colombia. Latri Color datang ke Piala Dunia kali ini dengan optimisme tinggi. Mereka lolos kualifikasi zona Konbib di atas

tim seperti Uruguay dan Brazil. Hebatnya lagi, mereka berhasil membuat tim seperti Brazil dan Argentina keok. Ngeri bukan? Salah satu kekuatan mereka terletak pada meratanya komposisi suu di lini belakang ada punggawa agresif Crystal Pelis Daniel Munos. Di tengah ada sosok pemimpin flamboyan seperti Hamzes Rodriguez yang lebih mengerikan di lini serang. Mereka punya monster seperti Luis Diaz yang sedang menggila bersama Munchan. Mantan Liverpool itu juga akan ditopang oleh striker buah Sporting City Luis Suarez. Para pemain

hebat tadi akan disusun lewat sentuhan dari Nestor Lorenzo. Pelatih asal Argentina ini sudah membangun lator sejak 2022. Dengan strategi 4231, Colombia juga sempat diantarkannya ke final Kopa Amerika 2024. Lalu bagaimana peluang mereka di Piala Dunia nanti? Kolombia akan berduel di grup K bersama Portugal, RD Kongo, dan Uzbekistan. Secara peluang lolo sangat terbuka. Menghadapi kekuatan hebat seperti Portugal akan jadi laga yang sangat seru untuk ditonton. Namun yang jadi masalah kini publik Colombia masih dirundung

trauma. Dilansir Sport Illustrated, Colombia masih takut mengulang kegagalan tragis Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Saat itu mereka justru tersingkir di babak awal. Ditambah dengan peristiwa mengenaskan penembakan Pablo Escobar yang melegenda. Kini tricolor mencoba mengusir ketakutan itu di tempat yang sama. Tapi jika melihat kekuatan mengerikan mereka seperti ini sih mimin yakin deh mereka tidak akan mengalami peristiwa serupa yang ada. Bisa saja mereka mengulang kisah manis mencapai perempat final seperti di tahun

2014. Berikutnya ada Maroko. Enggak afdol jika kita tidak memasukkan Singa Atlas ke dalam deretan kuda hitam. Meski dicap kontroversial setelah peristiwa perampokan gelar di Piala Afrika, tetap saja tim ini masih berbahaya. Singa Atlas lolos ke Piala Dunia 2026 dengan predikat sebagai 10 besar ranking FIFA. Mereka lolos dengan nihil seri dan kalah di kualifikasi zona Afrika. Secara materi pemain, kekuatannya juga enggak jauh beda saat tembus semifinal di Piala Dunia 2022. Mereka masih punya Akra

Hakimi, Brahim Dias hingga Yasin Bono. Belum lagi pemain seperti Sofyan Amrabat dan Abdi Ezel Zoli yang baru saja membawa Real Betis masuk UCL. Bedanya kali ini Singa Atlas tidak lagi diasuh oleh Walid Regrague. Mereka kini dibesut oleh Muhammad Oahbi. Lalu apa hebatnya pelatih keturunan Belgia ini? Wahbi adalah mantan pelatih Maroko U-20 sejak 2022. Kelebihannya, ia sudah tahu betul kultur sepak bola di Maroko. Jadi untuk masalah adaptasi ia tak butuh waktu lama. Di dua laga uji coba, mantan asisten pelatih Underleh itu bahkan

sudah berhasil membuat Singa Atlas menang atas Paraguai. Satu yang menarik dari eksperimen pelatih 49 tahun ini adalah keberaniannya memberi banyak kesempatan pemain muda. Sebut saja seperti Cesem Did Talbi, Bilal Elhanus hingga Gesime Yasin. Itulah yang akan jadi pembeda Maroko menghadapi kerasnya grup C bersama Brazil, Skotlandia, dan Haiti. Secara di atas kertas, peluang Maroko lolos dari grup ini harusnya cukup besar. Tinggal bagaimana Wahbi bisa mengontrol konsistensi dan mental anak asuhnya, terutama saat menghadapi

raksasa seperti Brazil. Kalau itu berhasil dilakukan, OAB sangat berpeluang jadi walid Regragu 2.0. Kembali tembus semifinal bukan misi yang mustahil bagi mereka. Selain Maroko, kita juga jangan melupakan tim seperti Kroasia. Kuda hitam yang satu ini sudah terbukti tajinya di dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Salah besar jika kita menganggap kekuatan Kroasia sudah mulai luntur. Mereka lolos ke Piala Dunia ini dengan meyakinkan tanpa satuun kekalahan di fase kualifikasi. Selain itu, jangan kira kekuatan tim berjuluk Fatreni ini

hanya bertumpu pada pemain-pemain uzur macam Ivan Perisik, Marcelo Brozovik atau Luka Modric. Tim besutan Zelat Kodalik sekarang ini jauh lebih segar. Ada Ivan Smallit dan Martin Baturina. Dua penggawa yang baru saja membawa komo tampil di UCL. Selain itu masih ada Josep Starisik yang makin moncer di Bayern Munchen dan Petar Sujik salah satu penggawa kesuksesan Christian Kifu di Inter. Secara strategis lat Kodolik masih meramu tim ini dengan menitik beratkan pada keseimbangan. Menurut analisis Sport Illustrated, meski mereka

mahir dalam penguasaan bola, tapi juga tidak lupa aspek bertahan. Kroasia dikenal tim yang alot dan susah dikalahkan. Sejak 2018, mereka dikenal sebagai tim yang terbukti bermental baja. Lihatlah cara mereka saat mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018 atau saat mengalahkan Brazil di perempat final Piala Dunia 2022. Di situlah mental mereka berbicara. tergabung dalam grup L bersama Inggris, Ghana, dan Panama. Mereka harusnya bisa mengunci tiket ke babak selanjutnya. Jangan heran juga jika mereka mampu

mengatasi The Trelion asuhan Thomas Tuhel yang sedang kisruh akibat banyak bintang yang tidak dipanggil. Bagi Kroasia, enggak ada salahnya bermimpi lagi mencapai babak tertinggi di edisi kali ini. Semifinal atau final sangat mungkin terulang. Well, dari semua kuda hitam ini menurut football lover, siapa nih yang berpotensi membuat kejutan besar? Atau jangan-jangan kalian justru sudah punya jagoan kuda hitam lainnya. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *