Olahraga
Beranda / Olahraga / Tanpa Pep Guardiola! Liga Inggris Suasana Depan Pasti Dijamin Lebih Sangat Seru?

Tanpa Pep Guardiola! Liga Inggris Suasana Depan Pasti Dijamin Lebih Sangat Seru?

Buat yang sudah langganan nonton starting 11 maupun starting 11 story sejak sebelum Prabowo jadi presiden, kamu pasti ingat Starting 11 Story pernah bikin video gara-gara City Premier League bisa jadi liga petani. Sekarang Biang kerok kenapa video itu dibuat sudah pergi. Kepergian Josep Guardiola bisa jadi membuat Premier League tidak lagi diejek Liga petani karena yang juara lagi City. Tanpa Guardiola, liga yang dianggap sebagai liga terpopuler di dunia ini akan semakin seru. Apa alasannya? Yuk, kita

ulas. Karena banyak jurnalis yang mulutnya lebih ember dari emak-emak yang ngerumpi di tukang sayur, rencana Pep Guardiola pergi di akhir musim bocor duluan. Bocornya informasi tersebut sempat membuat Pep meradang. Dilansir The Guardian. Karena sudah kadung bocor, Pep terpaksa melakukan panggilan grup darurat kepada seluruh tim pada larut malam. Di situlah suami Kristina Ser ini mengkonfirmasi kemundurannya setelah musim berakhir. Pep juga meminta maaf atas cara berita itu tersebar. Banyak pemain mengaku terkejut karena pada

pekan sebelum Pep mengkonfirmasi kabar tersebut, mereka mengira sang pelatih masih akan tinggal. Inilah kenapa Pep meminta maaf ke pemain. Barangkali karena informasi yang bocor ini, stabilitas tim terganggu. Guardiola gagal memberi kemenangan di laga terakhirnya saat dipecundangi Aston Villa. Usai kekalahan tersebut, tak berapa lama klub lalu secara resmi mengumumkan kepergian Pep Guardiola. Manchester City bahkan mengadakan acara perpisahan khusus dengan sang manajer. Mereka memamerkan 20 trofi yang pernah

diraih bersama pelatih asal Spanyol itu. Hal itu menunjukkan betapa luar biasanya Manchester City selama dilatih Pep Guardiola. Nah, karena soal bagaimana City tanpa Pep sudah dibahas ya. Sekarang bagaimana Liga Primer Inggris tanpa PEP musim depan? Liga Inggris musim depan diprediksi bakal lebih seru. Dengan perginya Pep Guardiola, tak ada lagi pelatih superior di Liga Inggris musim depan. Pep dengan enam gelarnya adalah pelatih kedua yang bisa mendominasi Liga Inggris setelah era Alex Ferguson yang memenangkan tiga

gelar. Dulu selain Vergi dan sebelum era Pep Guardiola, Premier League juga punya pelatih kaliber Arsen Wenger dan Jose Mourinho. Dua pelatih GAik ini masing-masing telah meraih tiga trofi. Musim depan tidak ada satu di antara mereka melatih tim Premier League. Mourinho sempat diisukan ke Chelsea, tapi doi malah putuskan rujuk dengan Real Madrid. Liga Inggris juga tak lagi punya pelatih macam Jurgan Club. Pelatih asal Jerman itu memang baru sekali menjuarai Liga Inggris. Namun klub juga superior. Ia menjadi pesaing Pep

Real Madrid Anjay Pernah Bangkrut! Rahasianya Bikin Klub Lain Membuatnya Sangat Iri

Guardiola di papan atas. Musim depan kita tak akan melihat persaingan keduanya atau bahkan salah satunya. Yang tersisa hanya Michel Arteta dan Arnes Lot, manajer yang pernah juara. Arteta mungkin masih akan lama melatih Arsenal, sedangkan Kopites dipaksa sabar karena klub sepertinya masih cinta Arnes Lot. Besar kemungkinan ia masih akan memimpin proyek baru The musim depan. Saat era Pep Guardiola, Manchester City bisa mendominasi Premier League. Mereka bahkan pernah juara dalam empat musim beruntun. Prestasi yang tak bisa dicapai

oleh tim lain sekalipun Manchester United di era Serx. Hal ini mungkin akan sulit terulang bahkan bagi Manchester City itu sendiri. Seperti tim yang ditinggal pelatih yang telah memimpin bertahun-tahun, masa transisi menjadi sesuatu yang sulit ditebak. Mungkin City bisa seperti Manchester United yang terpuruk setelah Vergi pensiun atau tak menutup kemungkinan Nasib City bisa seperti Liverpool yang di musim pertama ditinggal klop eh langsung menjuarai Liga Inggris. Enzo Mareska, asisten Pep Guardiola saat membawa City Trible

Winners akan jadi suksesor. Banyak yang bilang strategi Mareska dan Pep mirip. Itulah kenapa Yugo Viana sang direktur olahraga menunjuk Mareska sebagai penerus legasi Pep Guardiola. Secara prinsip memang sama. Kendati orang Italia, Mareska adalah manajer yang suka penguasaan bola. Sekalipun begitu kita belum tahu apa yang akan terjadi terutama di ruang ganti City. Siapa tahu para pemain City belum move on dengan kepergian Pep Guardiola ya kan. Apalagi informasi Pep pergi juga terkesan mendadak dan tidak sesuai informasi

awal. Liga Inggris juga akan bertambah seru berkat kehadiran pelatih baru. Ada manajer yang perdana menukangi tim Premier League musim depan. Mereka adalah Sabi Alonso dan Marco Ross. Baik Ross maupun Sabi akan memikul ekspektasi penggemar. Soal seberapa berat bebannya, kita mulai dari Sabi. Sebagai juara Piala Dunia antara klub tak disangka Chelsea justru masuk angin sepanjang musim. Tot Bolly dan para petinggi sok ngide mengganti Enzareska dengan pria yang lebih cocok jadi dosen antropologi daripada melatih. Kontrak sih jangka

panjang, tapi Liam Rosenior hanya hidungnya saja yang panjang. Chelsea di tangannya terpuruk. Rosenor pun dipecat sebelum musim berakhir. Namun itu terlambat. Alih-alih masuk ke zona Eropa, Chelsea justru masuk ke zona selamat sekolah. Musim depan Chelsea akan menggantikan MU sebagai anggota Big Six yang tidak tampil di kompetisi Eropa. Tugas Alonso sedikit lebih ringan. Iya, sedikit saja karena sisanya tetap berat. Sabi tidak menjabat sebagai pelatih kepala melainkan manajer. Ia akan terlibat dalam perekrutan pemain.

Nama Doang Gede, Hasilnya Kosong! Bintang Ini Gatot Loloskan Negaranya ke Piala Internasional 2026

Terkesan lebih bebas tapi ekspektasinya akan jauh lebih besar. Wong dia semua yang pegang kendali. Karena Sapi baru pertama melatih tim Inggris ini juga akan jadi tantangan baginya. Inggris punya passing permainan yang berbeda dengan Bundesliga maupun La Liga. Kalau di Bundesliga mungkin saingan terberatnya cuma Bayern. Di La Liga paling bersaing dengan Barcelona. Di Liga Inggris, Sabi tidak hanya perlu mewaspadai lawan-lawan besar, tapi juga tim macam Everton. Namun fans tak perlu khawatir banget. The Pensioners punya

sejarah bagus kala ditukangi manajer pengguna tiga bek. Antonio Conte dulu pernah membawa Chelsea juara. Apakah kali ini Sabi juga sanggup melakukannya? Lalu bagaimana dengan Marco Ros? Andoni Iraula memasang standar tinggi untuk Bornemth. Di bawah pelatih dari usur Bill itu, Bornemot berubah jadi pembunuh raksasa. Jadi setidaknya Ross harus bisa melakukan hal yang sama, lebih-lebih memberi kejutan menjuarai Liga Eropa misalnya. Dari segi taktikal, pelatih kelahiran Libzik ini sama seperti Iraula

lah. Mana Iraula sendiri terinspirasi dari Rose. Sementara yang menarik lagi, Rose ini juga terpengaruh oleh Jurgan Club. Hmm, mungkin The Cheris akan memainkan Dragon Pressing ala sepak bola Jerman nih musim depan. Tanpa Pep Liga Inggris bakal lebih kompetitif. Jika kita lihat Chelsea punya Sabi Alonso karena masih baru banyak tim Inggris belum mengenal taktiknya. Begitu pula dengan Marco Ross di Bornemouth. Menariknya justru Rose dan Sabi sudah beberapa kali bertemu di Bundesliga. Alonso menang tiga kali atas Marco Ros.

Belum lagi kalau kita lihat Aston Villa. Taktik Unai Emry di Villa Park Kian Matang. Juara Liga Eropa meningkatkan mental anak asuh, Mr. Good Evening. Emery tentu ingin membawa Aston Villa juara. Menarik enggak kalau Villa yang juara musim depan? Kemudian Liverpool. Arnes Lot masih punya banyak PR. Liverpool akan tanpa Andrew Robertson dan Muhammed Salah musim depan. Untuk Robertson bisa digantikan Milos Kceskes. Nah, untuk salah ini yang PR siapa yang akan jadi goal getter the RS musim depan jika tanpa pemain Mesir itu? Jangan

lupakan pula Tottenham Hotsp. Tim ini nyaris degradasi tapi diselamatkan Roberto de Zerbi. Musim depan akan jadi musim penuh pertama The Zerbi dan sudah dimanjakan rekrutan baru. Robertson dan Marcos Senesi dikabarkan akan merapat. Selain tim-tim tadi, King MU tak boleh ketinggalan. Diasuh Michael Carrick, Setan Merah melesat begitu cepat. Tak lagi jadi bahan meme, Manchester United berubah jadi tim yang rajin mengumpulkan poin. United juga punya rekam jejak bagus kala dilatih mantan pelatihnya

100% Rahasia! Arsenal yang Gatot Juara Liga Champions, Inggris yang Malah Malu

sendiri. Dulu ketika dilatih oleh MU pernah hampir menjuarai Liga Inggris. Mungkin di tangan Kik pencapaian itu akan terlewati sekalipun jelas tak mudah. Masih ada Arsenal dengan Mikel Artanya mengutip SPN setelah menjuarai Liga Inggris musim ini. Gudang senjata berpeluang mendominasi Premier League musim depan. Timnya Arteta sudah matang. Secara kolektif mereka yoi. Dari segi taktik, Arteta mirip Pep yang terus berinovasi. Kedalaman skuad pun mumpuni. The Gunners juga tahu caranya menang walau cuma

ngegolin sebiji. Singkatnya, Arsenal memenuhi syarat untuk mendominasi. Mereka bisa juara lagi musim depan. Sepakat enggak? Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *