Fenomena kebakaran berulang di rumah milik Agusiani yang berada di Kelurahan Margom Mulyo, Siyegan, Kabupaten Sleman, Daerah istimewa Yogyakarta masih belum berhenti. Pada Sabtu, 30 Mei 2025, api dilaporkan kembali muncul di rumah tersebut. Sekira pukul 1.51 WIB, api disebut membakar sejumlah pakaian yang tergantung di beranda timur rumah. Tak berselang lama, sekira 1,5 jam seusai kejadian itu, api kembali muncul. Tepat pukul 3.21 WIB, api tampak membakar sofa rusak yang ada di halaman samping rumah
korban. Diketahui sofa tersebut bahkan sudah pernah terbakar sebanyak dua kali sebelumnya. Dua peristiwa itu menambah total kebakaran yang terjadi sejak sepekan terakhir menjadi 56 titik. Dalam seminggu, sejumlah titik api muncul di berbagai tempat. Mulai dari kamar tidur, kamar mandi, ruang depan, ruang tengah, dapur, halaman samping, beranda belakang hingga halaman belakang. Hingga kini penyebab utama munculnya api masih menjadi misteri. Sebelumnya muncul dugaan bahwa api muncul akibat kebocoran
gas metana dari septik tank. Namun, setelah saluran diperbaiki, api masih bermunculan. Pakar dari sejumlah universitas yang melakukan observasi di rumah tersebut menilai kemungkinan ada campuran gas lain seperti amonis atau hidrogen sulfida serta uang bahan kimia rumah tangga. Selain itu, faktor instalasi listrik juga bisa memicu munculnya percikan api. Namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan PLN Upig Sleman melalui tim teknik pada Jumat 29 Mei 2026, faktor instalasi listrik sebagai pemicu api terbantahkan. Setelah
melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik di rumah milik Agusiani, tak ditemukan adanya kebocoran maupun kerusakan yang dapat memicu percikan api. PLN memastikan bahwa instalasi listrik rumah Agusiani tidak ada indikasi corsletin dan dalam kondisi baik. E yang selama ini sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Pihak kepolisian sudah mengukur ee kandungan gas. Nah, dari alat ukur kepolisian itu ternyata di tempat keluarnya api itu memang gas metanannya naik gitu ya. Jadi ee evident base yang
paling kuat selama ini api itu berindikasi dengan keluarnya gas metan gitu. Nah, yang kedua kami hari ini tuh mengukur ee suhu gitu ya panas ya dengan kamera termal. Memang keluarnya api itu ee di tempat-tempat yang suhunya agak tinggi ya. Yaitu wajar ketika ee dia terbakar suhunya enak gitu ya. Ke depan kami rencananya mau meng konfirmasi yang sudah dilakukan dari teman-teman di Gegana itu kami juga akan mengukur e kandungan gas metana. Nanti mungkin pekan depan kami akan membawa alat untuk mengukur kandungan
gas yang ada di e tempat ini gitu dan juga sampel air. Karena karena ee beberapa waktu yang lalu keluarnya gas itu juga bersamaan ya dengan jalur-jalur ada pipa air, ada sumur itu keluar api. Maka kami juga akan mengukur sampel ee air apakah ter kontaminasi metana atau tidak.

Komentar