Kita berikan tepuk tangan tadi. Ternyata kisahnya sangat inspiratif ya, Pak ya. Ternyata ternyata kesuksesan itu tidak cuma bisa dibangun dalam semalam. Bahkan orang enggak tahu ternyata Bapak dulu dari sebuah desa. Bahkan Bapak dulu ternyata banyak harus menang supaya bisa berada di posisi sekarang yang orang enggak tahu itu. Nah, tapi ngomongin soal begon Bapak saat ini sebagai kepala BPOMN danantara. Mungkin boleh singkat aja Pak disampaikan ke teman-teman dijelasin ini bedanya BEMAN dulu. dengan antara
sekarang nih apa sih? Dan mungkin ini kan kita bisa lihat nih, Pak, dari atas panggung ini banyak banget talenta-talenta muda ini calon pemimpin masa depan bangsa yang mungkin juga nanti akan juga berkecipung juga bekerja di Beomen Danantara. Apalagi kata teman saya yang baru pindah ke Danara, gajinya Danantara gede ya, Pak. Ya, silakan, Pak. Kira-kira karakter apa sih atau skill yang harus dimiliki anak muda? Terima kasih. Jadi bahwa memang adik-adik sekalian terjadi perubahan yang sangat signifikan
mengenai pengelolaan BUMN-BUMN kita. Dulu BUMN itu apa sih bedanya dan antara dan pengelolaan BUMN sebelumnya? BUMN sebelumnya itu berdiri sendiri-sendiri. Ini yang banyak orang tidak tahu. Sebetulnya Kementerian BUMN itu tidak memiliki bukan pemilik daripada BUMN. Tetapi Kementerian BMN hanya punya kuasa kelola, tetapi kemudian akibat daripada pengelolaan yang tidak terintegrasi satu sama lain itu kemudian banyak BUMN-BUMN kita yang menghadapi persalahan permasalahan tidak bisa dibantu, tidak bisa diselamatkan. Mungkin kita mengenal
dulu banyak BMBM-BM terkenal. Kalau di Bandung itu ada PT Inti yang kita sangat terkenal sekarang menghadapi persoalan mungkin akan kita tutup juga. Kemudian ada Jakarta Lid yang dulu kita mengenal sangat besar Krakatost Steel dan lain sebagainya. Tetapi karena tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN dan BUMN lain menyebabkan sulit untuk kita melakukan perbaikan. Karena apa? Karena labanya Pak Heri di BRI, labanya Pak Anggoro, Pak Nikon tidak bisa dipergunakan untuk membantu perusahaan yang lainnya.
Kemudian dengan adanya Danantara, Danantara adalah sovereign well fund kita yang mungkin adik-adik tentu mengetahui bahwa hampir di semua negara yang maju mereka memiliki sovereign well fund. Sovereign welfund ini tujuannya adalah untuk membantu percepatan daripada pembangunan di suatu negara. Dari mana kenapa mereka bisa membantu pembangunan? Karena sebagian besar kelebihan daripada pendapatan negara diinvestasikan melalui Sovereign well fund. Nah, di Indonesia dan antara itu bedanya adalah kita state on enterprise
based sovereign well fund, yaitu sovereign well fund yang dibangun berdasarkan kepada state on enterprise, konsolidasi daripada BUMNBMN. Nah, dengan disatukannya terkonsolidasi menyebabkan mudah bagi kita dalam pengelolaan BUMN-BMN kita. Jadi sekarang itu antara Bank Mandiri, Bank BRI, kemudian juga Krakato, Steel, Garuda, Pertamina, PLN itu menjadi satu holding company. dengan satu holding company sekarang itu mudah bagi kita untuk melakukan proses penyehatan daripada perusahaan-perusahaan kita. Nah, banyak
orang yang bilang bahwa BUMN itu untung apa enggak sebetulnya. Ini juga perlu saya sampaikan kepada adik sekalian bahwa BUMN kita itu memberikan kontribusi hampir sepertiga daripada APBN kita, baik itu dalam bentuk deviden maupun dalam bentuk pajak. kuartte 1 ini kami sudah membayarkan pajak kepada negara kurang lebih 215 triliun. Jadi buen kita itu sangat powerful. Nah, tahun ini kita membukukan keuntungan tahun 2025 itu 335 triliun. Jadi itu tidak benar kalau banyak kita baca BUMN tidak pernah untung. Itu
keliru. BUMN kita untungnya 300. Tahun lalu kita menguntungkan R35 triliun. Tahun ini kita berharap R60 triliun untungnya. Saya sendiri punya harapan paling tidak ketika saya pensiun BUMN itu bisa membukukan keuntungan sedikitnya R50 triliun. Jadi bahwa memang BUMN dengan pengelolaan dan antara yang hari ini kita kelola dengan pendekatan yang lebih baik, kita harapkan akan memberikan kontribusi yang maksimal bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan. Dan ini tentu akan memberikan peluang kerja yang yang
banyak buat generasi muda kita. Karena itu penting sekali bagi adik-adik sekalian untuk memahami dan antara ini betul-betul menjadi sumber daripada percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan. Nah, karena itu kita berharap makin banyak nanti adik-adik sekalian yang bisa bergabung dengan Danantara dengan perusahaan-perusahaan BUMN sehingga ke depan bisa memberikan kontribusi juga bagi kemajuan daripada pertumbuhan kita. Karakter yang perlu dimiliki apa nih Pak nih? karakter yang dibutuhkan buat adik-adik
sekalian. Tentu yang pertama sekali ini penting sekali ya, yaitu karakter. Kita membutuhkan pelajaran yang saya dapatkan dari Pak Khairul Tanjung, saya selalu bercerita dengan apa yang disampaikan oleh Pak C itu saya hafal sampai saat ini. Jadi mungkin Pak CTI juga bingung. Saya kok hafal semua kata-katanya Pak Cet itu saya hafal karena praktis 25 tahun hampir saya hidup hampir setiap hari dengan Pak CT. Jadi saya bisa menyerap mungkin adik-adik ya. Nomor satu itu yang yang saya diajarkan itu adalah berkaitan
dengan integrity. Syukur alhamdulillah saya melewati fase karir saya di CTKOP selama 25 tahun. Saya tidak pernah merugikan Pak CT. Saya tidak pernah bertransaksi yang aneh-aneh dengan Pak di di perusahaan Pak CT. Saya tidak pernah membawa vendor ke tempat Pak Kiranya. Saya tidak pernah mengambil yang bukan hak saya. Karena itu, adik-adik sekalian, nomor satu adalah integrity. Kita harus memiliki integritas yang baik. Jadi kalau kita ingin bergabung dengan Danantara di mana kita berharap Danantara ini nanti akan kita wariskan
kepada generasi berikutnya, nomor satu adalah integrity. Kita harus memiliki integritas yang baik. Tentu yang berikutnya tentu kita harus memiliki kompetensi yang baik. Kompetensi ini harus dipelajari dari waktu ke waktu. Kita harus mau untuk meningkatkan kemampuan kita. Kita belajar. Competence itu apa? Ada knowledge, ada skill. Kita harus mampu untuk menambah knowledge kita dari waktu ke waktu. Kita juga harus mengingkatkan skill kita dari waktu ke waktu sehingga dengan demikian nanti kita mampu untuk menjadi
profesional yang handal ke depannya. Integritas dan juga kompetensi. Kita berikan tepuk tangan untuk Pak Doni karena waktu kita sangat terbatas. Ee Pak Doni juga akan bagi-bagi hadiah ya ke audiens. Silakan Pak disebutkan berapa nih hadiahnya nih Pak? Hadiahnya 10 orang. 10 orang. Satu orang dikasih berapa, Pak? R juta, ya. Dua R juta. Ja, ya. Oke, kita ee mau pertanyaan dari mau pertanyaan dari Bapak atau dari Aud. Oke, untuk 10 orang masing-masing 2 juta ya, Pak ya. Oke, kita hitung sampai tiga
sebentar teman-teman sabar. Oke, kita hitung sampai tiga. Nanti Pak Doni langsung milh orang langsung, ya. Oke, Teman-teman sabar. Oke, Sat. Nanti teman-teman langsung maju aja, ya. Nanti Pak Doni yang milih ya. Oke, 1 2 3 angkat tangan. Oke, silakan Pak Doni. Ini kira-kira depan. Oke, boleh langsung maju aja kalau gitu. 10 orang nih masing-masing akan mendapatkan 2 juta dari Pak Doni langsung. Luar biasa. Ini adalah calon-calon. Oh, ini lebih dari 10 orang, Bu. Oke. Gimana nih, Pak Doni nih? Mungkin
silakan. Siapa dulu? Saya. Saya mungkin boleh boleh madap madap ke layar Madap ke madap ke teman-teman. Saya silakan pilih saya. Saya awal mirip ke menghadap ke audiens teman-teman coba ya. Oke mungkin langsung aja ee kasih kuis kali ya Pak Doni. Mungkin pertanyaan dari Pak Doni silakan Pak. Yang nanya mereka aja si ada yang mau ditanyakan enggak ke sayaak? Saya ingin bertanya. Oh siapa dulu? Oke. Heeh. Ini dulu. Nah coba. Oke. Dari sebelah kiri dulu. Oke. Boleh teman-teman menghadap boleh menghadap ke audience biar
semuanya bisa lihat muka-muka teman-teman dong. Oke, Teman-teman boleh ngelihat ke sana menghadap ke sana. Silakan. Oke, langungkat apa tanya apa? Sejauh ini tantangan terbesar Bapak dan solusi yang ee untuk tantangan terbesar yang Bapak hadapi selama masa hidup sehingga bisa menjadi seperti yang sekarang itu apa dan bagaimana cara Bapak menyelesaikannya. Semoga dari itu nanti kita bisa mempelajarinya dan menerapkannya ke depannya cukup. Oke, langsung singkat aja, Pak Doni jawab. Saya jawab aja langsung ya. Satu-satu
jawab dulu. Kalau teman-teman kondusif dijawab dulu sama Pak Doni. Teman-teman dijawab dulu ya sama duduk dulu. Duduk boleh sambil ini ramai nih ramil duduk duduk. Ini berapa orang semua nih kalau gitu? R juta semua dapat juta [berteriak] kita berikan tepuk tangan untuk Pak Doni. Tadi tantangan apa? Saya sebetulnya, adik-adik sekalian, saya sebetulnya bukan mau memuji Pak Khairul Tanjung. Enggak ada enggak ada apa, tapi saya hanya ingin menyampaikan pelajaran apa karena saya enggak punya mentor lain kan. Saya 25 tahun itu
dengan Pak CT. Jadi apa yang saya dapatkan tentu saya akan menyampaikan kembali ke orang lain. Sebetulnya yang diajarkan oleh Pak CT kepada saya itu kalau kita tidak keras terhadap hidup saya, hidup kita, dunia akan keras terhadap kita. Karena itu semua tantangan di dalam hidup itu pasti akan kita hadapi. Tetapi kita bagaimana kemudian melewati itu dengan kita keras kepada diri kita. Keras itu bisa dengan belajar, bekerja lebih keras, berusaha untuk memberikan yang terbaik. Insyaallah semuanya pasti akan kita
lewati. Jadi tidak mungkin hidup itu kita tidak melewati dan kalau dihitung jumlahnya banyak. Jadi kalau kata Pak C itu kalau dihitung kegagalannya, kegagalannya itu mungkin ribuan kali daripada kesuksesannya. Tetapi kan kita tadi hidup itu harus dilewati. Kalau kita tidak keras terhadap diri kita, dunia akan keras terhadap kita. Jadi karena itu adik-adik harus keras terhadap diri sendiri. Keras itu dalam hati keras belajar, keras berusaha, keras untuk selalu menjadi yang terbaik. Ya, jadi itulah yang membawa kita
kemudian menjadi orang yang jadi lebih baik. Oke. Oke. Siapa lagi yang tanya? K tanya coba. Ini kayaknya kalau melihat anusiasme kayak gini harus ada sesi khusus nih, Pak, untuk Pak Doni ya, Pak Cete ya. Kalau kayak gini dari sebelah kanan yang mana nih, Pak Doni nih? Oke. Oke. Boleh silakan. Oke. Oke. Biarnya pada lihat pada lihat. Ee bagaimana cara Bapak ee nama dulu Wafiratul Laila ya. Ee saya mau bertanya dengan Bapak. Bagaimana cara Bapak untuk tetap mempunyai semangat untuk mencapai tujuan
hingga bisa tercapai sampai detik ini? Bagaimana cara mengolah agar semangat itu tetap tetap tetap kuat, Pak? Enggak maksudnya enggak turun gitu. Tapi Bapak tetap bisa sampai sekarang ini bagaimana caranya untuk mempertahankan rasa semangatnya. Terima kasih. Bagaimana mempertahankan semangatnya? Adik-adik sekalian, tadi disampaikan bahwa hidup itu pasti kita menghadapi naik turun, menghadapi tantangan, menghadapi challenge. Tetapi kalau kita yakin bahwa kita tujuannya adalah baik dan kita yakin dengan tujuan kita, kita
pasti akan melewati itu. Saya punya satu cerita. Boleh, Pak? Pak, Pak Kirol ya? Saya cerita sedikit, ya. Jadi saya punya waktu itu tahun 2008 saya dan Pak K itu di Bandung waktu itu di Trans Hotel malam-malam sekitar jam .30 Saya ditanya sama Pak CT waktu itu dan berapa utang kita waktu itu krisis tahun 2008 saya cuma berdua saya saya jelasin ke Pak Pak CT Pak utang kita sekian terus menurut lu gimana? Saya bilang waktu itu saya sudah berpikir adik-adik sekalian ini penting buat kita memiliki basic ini. Saya waktu itu
berpikir udah saya orang paling pintar di dunia. Saya bilang sama Pak, Pak, itu kan Bank Mega itu kan bangunannya semua kan atas nama Bank Mega. Jadi kita beli aja, Pak, bangunannya. Dengan demikian kita revalor kita menjadi tinggi. Kan kita punya waktu itu, saya enggak usah sebut jumlah saham kita, jumlah saham kita sekian, Pak. Nanti kalau kita jual saham kita dengan 2,5 kali book value aja, utang kita lunas, Pak. Tapi kemudian Bank Megannya nyewa asetnya ke kita, Pak. Karena kan gedungnya kita beli semua. Saya waktu
itu adik-adik sekalian berpikir saya sudah orang yang paling pintar memberikan solusi. Anda tahu jawaban Pak Ct ke saya waktu itu? Non, lu tahu berapa banyak sih dari keuntungan ini yang gua pakai? Lu lihat baju gue ini terus, sepatu gue ini terus, celana gue ini terus. Tapi lu berapa karyawan kita sekarang? Waktu itu saya bilang 120.000, Pak. Lu kali aja empat yang hidup dengan kita. Jadi dia bilang tidak boleh satu pun perusahaan kita ada yang lepas. Bukan buat gua, tetapi buat orang-orang yang hidup dengan kita. Dan buat saya
itu membekas sekali. Jadi tantangan itu pasti selalu ada. Tetapi kalau kita yakin dengan niat baik bahwa kita melakukan ini semua karena niat baik, insyaallah mudah-mudahan tantangan itu akan terlewati dan waktu itu kita bisa melewati. Tapi itu pelajaran yang penting buat saya bahwa tidak cukup dengan otak aja. Waktu itu saya berpikirnya dengan otak saya bahwa ya ini gampang ya kita dengan melakukan ini kita lepas kita selesai kita enggak punya hutang. Tapi Pak C bilang tidak boleh ada satu pun perusahaan kita yang
lepas. Kalau masih ada perusahaan yang berdiri itu harus kita. Kalau semua mati kita mati terakhir. Dan itu buat saya adalah sesuatu yang membekas ya. Dan saya itulah yang membuat saya kuat. Jadi setiap tantangan itu pasti ada. Tidak namanya orang hidup pasti ada tantangannya. Tetapi kalau kita memulainya dengan niat baik ya, kita ingin bahwa kita tahu yang kita lakukan ini tujuannya adalah baik, insyaallah mudah-mudahan semuanya akan kita lewati. Begitu sebelah kiri lagi. Silakan, Pak. [tertawa]
Baik. Ee dari berdiri aja, Pak. Berdiri. Silakan berdiri. Silakan berdiri. Siap. Mohon izin sebelumnya memperkenalkan diri. Nama saya Hekal Rajo Febrian. Kebetulan saya juga berasal dari Sumatera Barat di Kabupaten 50 Kota, Kecamatan Harau. Saya ingin berbicara kepada Bapak untuk mewakili anak-anak desa yang sebenarnya itu ingin ee berkembang. Saya ee ingin bertanya, bagaimana ee kita itu mengubah stereotip anak-anak desa atau orang-orang kampung itu kamu ini jadi penggembala aja dah, jadi kuli aja dah
gitu. Jadi ee saya miris kepada teman-teman saya dari kampung dan sebenarnya tuh teman-teman ee yang dari SD saya itu dia baik. Terus ketika di SMP mereka itu mulai ee ee terdampak pergaulan bebas mereka banyak yang butuh sekolah. Jadi itu bagaimana kita itu ee memotivasi bagaimana anak-anak ini nih kembali ke jalan yang benar. mereka itu dapat berkembang gitu. Nah, jadi saya itu pengin ee ee anak teman-teman saya yang sudah putus sekolah, sudah kena pergaulan bebas kembali ke jalan yang benar dan ee bisa menjadi ee ee apa
namanya ee sebagai ee dia sebagai sarana untuk membangun ee lebih baik lagi mindset-mindset stereotip lebih baik lagi Bapak. Terima kasih. Terima kasih. Silakan, Pak. Terima kasih. Jadi menurut saya bahwa memang jadilah kita contoh yang baik, jadilah menginspirasi bagi teman-teman, adik-adik yang tadi di sekitar kita. Paling tidak kalau kita oke melakukan sesuatu dengan maksimal, kita berhasil, itu akan mendorong teman-teman kita untuk melakukan hal yang sama. Jadilah ya yang paling penting tadi ya kan kita punya niat yang
baik ya. itu awal sebetulnya ini juga saya belajar dari ya Pak CT bahwa mulailah dengan niat baik. Jadi selalu saya diajarkan mulailah dengan niat baik. Kalau kita mulai dengan niat baik insyaallah mudah-mudahan semuanya akan dilakukan. Saya sebetulnya ini kesempatan saya enggak pernah cerita se secinta itu saya sama Pak CT. Mungkin orang enggak tahu tetapi ini kesempatan pertama kali sebetulnya saya bercerita bagaimana perjalanan hidup saya itu sebetulnya diinspirasi oleh Pak Kirul Tanjung. Jadi contohlah Pak CT. Jadi
berbuat baiklah untuk banyak orang ya. Saya kalau berceritakan kisah hidup saya terlalu banyak kebaikan yang saya terima. Mulai dari orang tua sakit, orang tua saya sakit, keluarga saya sakit. Bagaimana kemudian Pak Khairul Tanyu mengajarkan saya, “Lu urus orang tua lu, lu enggak boleh balik sebelum orang tua lu sehat.” Jadi buat saya itu semua membekas yang banyak orang tidak tahu. Nah, apa pelajarannya buat adik-adik sekalian ya semuanya? kita lakukan dengan niat baik. Kalau kita melakukan sesuatu dengan niat baik,
insyaallah mudah-mudahan semuanya akan berhasil dengan baik dan insyaallah saya akan punya cucu dan alhamdulillah lahirnya kemungkinan tanggal 18 Juni sama dengan tanggal lahirnya Pak Khairul Tanjung ini buat saya juga satu e hadiah yang luar biasa. Dan sekali lagi adik-adik sekalian silakan baca bukunya Pak CT. Mungkin kalian akan banyak dapat inspirasi di situ. Tetapi pesan saya adalah satu, lakukan segala sesuatunya dengan niat baik. Kesulitan apapun yang kita hadapi, kalau kita niatnya baik,
insyaallah pasti akan bisa kita lewati. Yeah.

Komentar