Iran bilang mereka lagi ngulas proposal damai terbaru dari AS buat nyelesain perang yang udah hampir tiga bulan ini. Presiden Trump bilang dia siap nunggu beberapa hari buat dapet jawaban, dan nambahin kalau timnya cukup terkesan sama negosiator Iran. Tapi baru minggu ini, Wakil Presiden Vance bilang kadang posisi negosiasi timnya nggak terlalu jelas. Republikan di DPR ngebatalin voting soal resolusi kewenangan perang, kayak yang udah kita laporin, yang bakal maksa presiden buat narik mundur pasukan dari perang.
setelah jelas bahwa Partai Republik tidak akan punya cukup suara untuk menggagalkan RUU itu karena beberapa yang absen. Olivia Raldi, reporter CBS News dari Gedung Putih, ada di sini. Jadi, gimana perkembangan negosiasi Iran sekarang? >> Nah, Amerika Serikat lagi nunggu respon dari proposal yang mereka kirim balik ke Iran. Kita tahu mediator Pakistan bolak-balik ke Teheran sepanjang minggu ini buat coba menggerakkan prosesnya, menjaga supaya pembicaraan ini tetap jalan, tapi Amerika Serikat memang sudah kirim proposal balik sekitar Rabu malam,
Kamis pagi waktu mereka. Sekretaris Marco Rubio pagi ini sudah tiba di Eropa. Nah, dia bilang ada tanda-tanda yang menjanjikan. Ada sedikit pergerakan, tapi dia juga bilang nggak mau lebay soal kemajuan yang mungkin terjadi. Dia bilang dasarnya masih tetap sama. AS bilang nggak mau ada senjata nuklir atau bahan nuklir di dalam Iran. Iran bilang mereka masih ingin menguasai Selat Hormuz. Nah, itu posisi kita sekarang.
>> Dan Olivia, saya dengar presiden mengumumkan akan mengirim 5.000 tentara tambahan ke Polandia, dari semua tempat. Kenapa bisa begitu?
>> Nah, ini sebenernya agak beda dari kebijakan pemerintahan Trump. Jadi, minggu lalu sempat ada kabar kalau pemerintahan Trump bakal ngurangin jumlah pasukan yang ada di Polandia. Kalau ingat, di situ sebenarnya pusat militer AS, terutama angkatan darat di Eropa, memang banyak berkumpul di Polandia. Dan itu memang strategis banget…
perbatasan Ukraina, di mana perang itu sudah berlangsung beberapa tahun. Ada kekhawatiran bahwa Presiden Trump akan menarik mundur pasukan, tapi dia membatalkannya dan dalam sebuah postingan di Truth Social kemarin dia menulis bahwa berdasarkan keberhasilan pemilihan presiden baru Polandia, yang juga dia dukung, dia mengatakan, dan hubungan kita dengan dia, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa AS akan mengirim tambahan 5.000 pasukan ke Polandia. Dan seperti yang saya sebutkan, Menteri Marco Rubio sedang berada di Eropa. Dan
Dia sudah membahas ini tadi pagi. Dengerin dulu apa yang dia bilang. Kemarin malam kamu lihat pengumuman presiden soal Polandia dan penempatan pasukan. Tapi ya, jelas Amerika Serikat masih punya komitmen global yang harus dipenuhi terkait penempatan pasukan, dan itu bikin kita harus terus ngecek ulang di mana kita tempatkan tentara. Ini bukan tindakan hukuman. Ini hal yang terus berjalan dan sebenarnya sudah ada jauh sebelum laporan dan ketegangan baru-baru ini.
>> Jadi, sebagian alasan Sekretaris Rubio berada di Eropa memang karena hal ini, kekhawatiran bahwa AS akan mengurangi dukungan ke sekutu NATO. Tapi dia ada di sana untuk meredakan semua kekhawatiran dan kecemasan yang terjadi di negara itu. >> Dan kemarin, sekretaris sementara Angkatan Laut AS bilang penjualan senjata ke Taiwan sedang ditunda untuk memastikan AS >> punya persediaan amunisi yang cukup untuk perang melawan Iran. Maksud saya, kami di CBS News 247 sudah ngasih laporan kalau itu nggak tak terbatas.
menimbun seperti yang dijelaskan presiden. Pentagon membantah laporan itu. Tapi apa yang kita pelajari tentang ini? Sebenarnya ini agak mengejutkan kalau AS tidak akan memberikan senjata itu ke Taiwan karena kalau ingat minggu lalu, Presiden Trump baru pulang dari perjalanannya ke China di mana dia bilang bahwa dia dan Xi Jinping berbicara panjang lebar soal isu Taiwan. dan Xi Jinping sudah sangat jelas ingin mengambil kembali pulau itu. Dan sebagai hasilnya, Presiden…
Trump bilang dia lagi nge-review paket senjata itu, duit 14 miliar dolar yang bakal dikasih ke Taiwan dan termasuk beberapa HIMARS, eh beberapa senjata berat lain yang mungkin dikirim Amerika ke sana buat ningkatin keamanan pulau itu, ngelihat kemungkinan tindakan apa dari China. Jadi kemarin kita denger dari pejabat bawahannya angkatan laut yang bilang kalau Amerika lagi nunda itu, paling karena perang di Iran sekarang dan memastikan militer Amerika…
masih punya apa yang dibutuhin buat konflik itu. Tapi tetap aja, fakta kalau presiden sekarang siaran anggota pemerintahan dia bilang nggak akan kasih senjata itu ke Taiwan, itu bakal jadi perubahan besar di kebijakan luar negeri AS. Tapi kita harus catet, ini cuma satu paket aja. Mereka juga udah nyetujui paket lain di Desember kemarin, nilainya sekitar 11 miliar. Tapi kita lihat aja sepanjang sisa tahun anggaran ini, apakah mereka bakal setuju paket lain. Kalau presidennya…
Tahan yang itu dulu ya, itu lumayan penting. Oke. Aku sayang kamu dan makasih banyak.

Komentar