Pasuruan, Indonesia. Warga di sekitar Markas Komando Pusat Latihan Tempur Marinir Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, melakukan aksi blokade di Jalur Pantura sebagai bentuk protes atas insiden peluru nyasar yang kerap terjadi saat latihan perang berlangsung.
Protes Warga terhadap Latihan Militer di Grati
Dampak Kemacetan dan Tuntutan Keamanan
Aksi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas hingga lebih dari 3 km selama tujuh jam. Warga merasa terancam karena peluru nyasar berulang kali mengenai pemukiman warga dan nyaris memakan korban jiwa. Meski upaya negosiasi sempat menemui jalan buntu, pihak TNI Angkatan Laut akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara latihan menembak guna melaporkan situasi kepada pimpinan satuan atas.
Akar Masalah dan Rencana Mediasi
Selain isu keselamatan akibat peluru nyasar, ketegangan ini dipicu oleh konflik sengketa tanah yang telah berlangsung selama belasan tahun antara warga desa setempat dengan pihak markas Komando Puslatpur Marinir. Pemerintah daerah melalui Bupati Pasuruan berencana memfasilitasi pertemuan antara tokoh masyarakat setempat dengan pihak TNI Angkatan Laut untuk mencari solusi permanen atas persoalan ini.
Komentar