Teknologi
Home / Teknologi / Teknologi & Sains: Studi MIT Ungkap Konten Buatan AI Mampu Memicu Ingatan Palsu pada Manusia

Teknologi & Sains: Studi MIT Ungkap Konten Buatan AI Mampu Memicu Ingatan Palsu pada Manusia

Ilustrasi AI.(Getty Images/ Thai Liang Lim)
Ilustrasi AI.(Getty Images/ Thai Liang Lim)

JAKARTA — Kemampuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam menghasilkan foto, video, hingga teks yang realistis kini memicu ancaman baru pada ranah psikologi manusia. Studi terbaru mengungkapkan bahwa paparan terhadap konten rekayasa AI tidak hanya mengelabui penglihatan, tetapi juga mampu menciptakan ingatan palsu (false memory), di mana seseorang merasa sangat yakin bahwa suatu peristiwa fiktif benar-benar telah terjadi.

Temuan ini diungkap oleh tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang dipimpin oleh Pattie Maes, menggarisbawahi makin kaburnya batas antara informasi nyata dan manipulasi digital di era AI.

Mekanisme Penelitian MIT dan Dampak Manipulasi Visual AI

1. Metode Pengujian dengan Foto Terdistorsi

Dalam eksperimennya, peneliti MIT meminta sejumlah responden untuk mengamati rangkaian foto asli. Responden kemudian dibagi menjadi dua kelompok:

  • Kelompok Kontrol: Kembali diperlihatkan foto-foto asli yang sama.

  • Kelompok Uji: Diperlihatkan foto yang telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI.

Saat daya ingat kedua kelompok diuji, peserta yang disuguhi foto hasil rekayasa AI lebih sering mengalami kesalahan ingatan (misremembering). Menariknya, mereka tetap merasa sangat yakin bahwa ingatan yang salah tersebut merupakan fakta nyata yang mereka lihat di awal.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

2. Rentannya Ingatan Manusia Terhadap Informasi Luar

Secara psikologis, ingatan manusia bersifat dinamis dan tidak mutlak permanen. Informasi baru yang masuk—termasuk visual manipulatif dari AI—dapat merekonstruksi ulang rekaman ingatan di otak. Ketika seseorang terus-menerus terpapar narasi atau foto palsu berbasis AI, ingatan asli dapat tergeser dan digantikan oleh rekaman ingatan fiktif.

Ancaman Deepfake Terhadap Diskursus Politik dan Keputusan Publik

Dampak ingatan palsu akibat AI membawa implikasi serius ketika diterapkan dalam ranah sosial dan politik:

  • Manipulasi Skandal Fiktif: Riset sebelumnya menunjukkan bahwa paparan video deepfake dan narasi teks berbasis AI berhasil membuat responden meyakini skandal politik fiktif yang tidak pernah terjadi.

  • Pengaruh Terhadap Keputusan Politik: Fenomena false memory ini terbukti memengaruhi persepsi dan niat pemilih dalam menentukan suara mereka saat pemilihan umum.

“Kecanggihan AI yang mampu menghasilkan teks dan visual yang sangat meyakinkan berpotensi mengikis daya kritis manusia, hingga ingatan asli tergantikan oleh narasi palsu,” ulas analisis riset dari Kompas.com Tekno.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *