JAKARTA — Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan tajam sebesar 14,81 persen pada penutupan perdagangan bursa. Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini ditutup pada level Rp 5.175 per saham, terkoreksi 900 poin dari sesi sebelumnya.
Laporan dari Kompas.com Money mencatat bahwa penekanan harga saham BBCA terjadi di tengah gejolak pasar modal domestik yang terpengaruh oleh usulan perubahan klasifikasi indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Tanggapan Resmi Manajemen Bank Central Asia (BCA)
1. Mencermati Dinamika Pasar Modal
Menanggapi tekanan volatilitas pasar, Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa manajemen perseroan senantiasa mencermati serta menghormati seluruh proses dan dinamika yang tengah berlangsung di pasar saham.
2. Konsistensi Penerapan Prinsip Kehati-hatian
Pihak manajemen menegaskan bahwa BCA akan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
“BCA senantiasa mencermati dan menghormati seluruh proses dan dinamika yang berjalan di pasar modal. Perseroan tetap berfokus pada fundamental bisnis perusahaan dan menerapkan prinsip kehati-hatian,” terang Hera F. Haryn.
Pemicu Sentimen Pasar: Usulan Evaluasi Indeks MSCI
Koreksi pada saham BBCA serta sejumlah emiten berkapitalisasi besar (big cap) lainnya tidak terlepas dari sentimen eksternal terkait isu klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI:
-
Wacana Perubahan Status Pasar: MSCI mengusulkan peninjauan kembali status klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
-
Sorotan Transparansi dan Tata Kelola: Peninjauan ini didasari pada evaluasi MSCI terhadap aspek transparansi kepemilikan saham serta implementasi reformasi tata kelola di pasar modal domestik yang dinilai memerlukan konsistensi dampak nyata.
-
Komitmen Tata Kelola Perusahaan (GCG): Di tengah sentimen tersebut, BCA menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) demi memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Comment