Bisnis
Home / Bisnis / Pasar Modal & Bursa: Saham Kategori HSC Segera Didepak dari Perhitungan IHSG, BEI Perketat Kriteria Evaluasi Indeks

Pasar Modal & Bursa: Saham Kategori HSC Segera Didepak dari Perhitungan IHSG, BEI Perketat Kriteria Evaluasi Indeks

Ilustrasi bursa efek. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Ilustrasi bursa efek. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto

JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menerbitkan kebijakan baru yang mengecualikan saham-saham dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Langkah ini diambil guna meningkatkan transparansi, keterbukaan informasi, serta kualitas keterwakilan pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia.

Melalui Pengumuman BEI No. Peng-00201/BEI.POP/10-2026 tentang Penyesuaian Kriteria Evaluasi IHSG, ketentuan baru ini dijadwalkan akan berlaku efektif mulai 2 November 2026.

Ketentuan Pengecualian Baru dan Metode Penghitungan Bobot Indeks

1. Perluasan Kriteria Pengecualian Saham

Sebelumnya, hanya saham yang tercatat di Papan Akselerasi yang dikecualikan dari perhitungan konstituen IHSG. Melalui aturan penyesuaian terbaru, otoritas bursa memperluas cakupan pengecualian tersebut untuk saham-saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan sangat tinggi atau HSC.

  • Saham Konstituen IHSG: Seluruh saham emiten terdaftar, kecuali:

    1. Saham yang tercatat di Papan Akselerasi.

    2. Saham yang tergolong dalam High Shareholding Concentration (HSC).

2. Skema Batasan Bobot (Capped Free Float)

Dari sisi metodologi pembobotan, BEI tetap mengandalkan metode kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan proporsi saham beredar di publik (free float). Nilai bobot tertinggi untuk setiap emiten tetap dibatasi maksimal 9% (Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted).

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Perubahan Jadwal Evaluasi dan Penyesuaian Insidental

Guna menjaga dinamika indeks tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar, BEI juga melakukan perombakan pada siklus jadwal evaluasi berkala dan tanggal efektif pelaksanaan:

  • Jadwal Evaluasi Baru: Periode evaluasi indeks bergeser menjadi bulan Januari, April, Juli, dan Oktober (sebelumnya Maret, Juni, September, dan Desember).

  • Tanggal Efektif Perubahan: Hasil evaluasi akan mulai berlaku efektif pada hari bursa pertama di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.

  • Evaluasi Insidental: BEI menyiapkan mekanisme penyesuaian khusus (insidental) di luar periode evaluasi berkala untuk saham yang masuk atau keluar dari daftar kategori HSC agar dapat segera disesuaikan dalam bobot IHSG.

“Penerapan kriteria baru ini diharapkan mampu mencerminkan kondisi riil likuiditas dan pergerakan harga saham organik di bursa domestik,” ulas laporan resmi dari detikFinance.

Teknologi & Keamanan Siber: Tersembunyi Selama Satu Dekade, AI Berhasil Ungkap Celah Keamanan Fatal pada Bahasa Pemrograman PHP yang Menopang Internet Global

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *