Bisnis
Beranda / Bisnis / Likuiditas GOTO Sekarang Sudah Menjadi Sorotan, Sayangnya Dinilai Tak Bagus Investasi

Likuiditas GOTO Sekarang Sudah Menjadi Sorotan, Sayangnya Dinilai Tak Bagus Investasi

Selamat malam sobat investor. Berjumpa lagi dengan saya Yantono, redaktur pelaksana IDXchannel.com yang akan mengulas berita-berita terpopuler yang tersaji di IDXchannel.com. Ya, Sobat Investor, bagaimana kabar Anda hari ini? Bagaimana pula kabar portofolio koleksi Anda pada penutupan perdagangan Selasa kemarin? di mana indeks harga saham gabungan atau YG yang sempat menanjak pada awal pekan kembali harus terjatuh cukup dalam ke zona merah. Seiring kuatnya gelombang aksi ambil untung atau profit taking? Apakah

Anda termasuk deretan investor [musik] yang tengah sibuk profit taking tersebut atau justru masih mencoba bertahan dengan tetap menggenggam saham-saham yang diyakini punya prospek besar ke depannya? Karena sebagaimana kita tahu, meski sebagian pihak menilai bahwa mendung mulai berlalu seiring rentetan kejelasan yang mulai muncul dari sentimen MSGI hingga FTSI sehingga kondisi marketin lead cenderung mulai mereda. Namun ini bukan berarti ancaman dan tekanan telah sepenuhnya hengkang dari bursa domestik.

Posisi indek yang telah berkali-kali melemah sehingga semakin dekat dengan posisi supportnya di level 6000-an memang membuat sebagian pelaku pasar mulai nampak aktif dalam mode aksi beli dengan memanfaatkan posisi sejumlah saham pilihan dan potensial yang diyakini dalam posisi bottom. Dengan asumsi tersebut, maka bagi pelaku pasar risiko yang tersedia jadi sedemikian minim atau bahkan mendekati nihil. Lantaran dengan posisi harga yang telah berada di level bawah, maka ini memungkinkan yang ada tinggal dua stak

di posisi tersebut lantaran minim sentipen positif atau beranjak naik dengan ditopang oleh kondusivitas pasar. Dua opsi yang bagi pelaku pasar cukup aman. lantaran tidak berpotensi menggerus cuan. Namun kembali lagi kondisi pasar yang belum sepenuhnya kondusup ini mau tidak mau tetap menuntut pelaku pasar untuk tetap awas, teliti, dan berhati-hati. Tetap sangat diperlukan bagi pelaku pasar untuk menimbang sekaligus menggali potensi risiko yang dimiliki oleh sebuah imiten. Karenanya tidak heran bila kemudian pada edisi kali ini

deretan berita pilihan pembaca setia di channel.com lebih didominasi oleh beragam informasi tentang perkembangan terkini terkait emiten-emiten potensial. Hal tersebut bisa dimaknai sebagai sinyal bahwa pelaku pasar sudah mulai percaya diri untuk kembali membelanjakan dananya di pasar domestik. Meski tetap harus diyakinkan soal kualitas dari emiten yang sedang dibidik itu sendiri. Seluruh kabar dan informasi tersebut telah kami rangkum dalam deretan lima berita terpopuler di website IDX Channel. Sobat Investor, berikut ini top

Terkini Langsung Dari Iran Cegat Rudal Jelajah Berteknologi ‘Siluman’ Amerika Serikat

five IDX Channel. Ya, berita pertama saham Dewa dan Wii masuk JI, gantikan ASI dan PAN. Membuka top five edisi malam hari ini, kabar datang dari Bursa Efek Indonesia atau BEI yang baru saja melakukan perombakan mayor atas indeks saham syariah per Mei 2026. Salah satu indeks yang mengalami perombakan tersebut yaitu Jakarta Islamic Index atau JEI yang berisikan 30 [musik] saham syariah terbaik dan yang paling liquid yang diambil dari indeks saham syariah Indonesia atau ISSI. Dalam perombakan tersebut, Bursa Efek

Indonesia memasukkan tujuh saham konstituen ISSI ke dalam JI meliputi saham PT Adaro Mineral Indonesia Tbk atau ADMR, PT Arci Indonesia Tbk atau Arci, lalu PT Sentul City Tbk atau BKSL. Kemudian ada juga PT Dharmah Henwa Tbk atau Dewa disusul PT Energi Mega Persada Tbk atau ENRG. Selanjutnya PT Rukun Raharja Tbk atau Raja dan terakhir PT Solusi Sinergi Digital atau Wii. Tujuh saham itu menggusur posisi PT [musik] Astra Internasional Tbk atau ASII, Barito Pasific Tbk atau BRPT dan PT Dian Swastika Sentosa Tbk atau DSSA

dan kemudian PT Valai Indonesia Tbk atau Inko. Lalu ada PT Indosat Tbk atau ISAT. PT Pantai Indah Kapuk 2 atau Pani [musik] serta PT Geothermal Energi Tbk atau PGO. Selanjutnya kita beranjak ke berita kedua. Sahami hingga BRPT resmi terdepak dari indeks syariah ISSI Ji. Masih membahas tentang perombakan nama-nama saham yang masuk dalam indeks saham syariah yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia. Kini kita akan mencermati tentang terdepaknya sejumlah saham blue chip dari indeks syariah terhitung

efektif mulai 2 Juni hingga 30 November 2026 mendatang. Dalam hal ini, Bursa Efek Indonesia memiliki sedikitnya lima subindeks syariah di luar indeks harga saham gabungan atau IASG. Kelima subindeks syariah tersebut meliputi indeks saham syariah Indonesia atau [musik] ISSI, kemudian Jakarta Islamic Index atau JI, lalu ada JI70, IDX SH Grow, dan IDX MES BUMN. Untuk dapat masuk ke dalam indeks-indeks tersebut, saham yang [musik] bersangkutan wajib lolos persyaratan sebagai daftar efek syariah atau DES

oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Dalam perombakan terbaru yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia terpantau bahwa saham PT Astra International Tbk atau ASI, kemudian PT Barito Pasifik Tbk atau BRPT, lalu ada PT Dian Swastika Sentosa Tbk atau DSSA, kemudian PT Valai Indonesia Tbk atau Inko, PT Indonesia Tbk atau ISAT, kemudian PT Pantai Indah Kapuk 2 atau Pani, serta PT Pertamina Gmal energi atau PGO yang resmi keluar dari indeks JI70 dan juga JI. Berikutnya berita ketiga, saham Goto dan Beli

Harga-Harga Minyak Turun 11 Persen Dalam Beberapa Waktu di Tengah Harapan Gencatan Senjata

pindah ke papan pengembangan. Masih dari berita seputar aksi perombakan yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia atau BEI yang rupanya tidak hanya dilakukan di sektor syariah, melainkan juga perkembangan terkini terkait posisi papan perdagangan yang dihuni oleh saham-saham terkait. Ya, dalam aksi perompakan kali ini, BI memutuskan untuk memindahkan sejumlah saham dari papan pengembangan ke papan utama, kemudian dari papan utama ke papan pengembangan, serta dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan.

Sebagaimana diketahui, papan ekonomi baru sendiri merupakan jenis papan perdagangan [musik] yang baru saja diluncurkan oleh BEI pada akhir 2002 lalu sebagai dukungan bursa effectf terhadap perkembangan emiten [musik] di sektor teknologi dan ekonomi digital. Di mana posisi papan tersebut setara dengan papan utama. Langkah pemindahan ini didasarkan pada sejumlah penilaian yang dilakukan secara internal oleh pihak Bursa Efek Indonesia. Nah, dalam hal ini diketahui bahwa saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk atau Goto serta saham PT

Global Digital Niaga Tbk atau beli oleh BI dipindahkan dari papan ekonomi baru ke papan pengembangan. Sebelumnya ada tiga saham yang tercatat [musik] di papan ekonomi baru. Di mana selain ada goto dan beli, ada juga saham PT bukalapak.com TBK atau dengan kode saham buka. Selanjutnya kita masuk ke berita keempat. Candra Asri atau TPI raih konsesi pengelolaan pelabuhan di Banten selama 56 tahun. Dari perbincangan terkait indeks dan papan perdagangan, kini kita kembali membahas terkait perkembangan terkini

dari bisnis emiten di mana PT Candra Asri Tbk atau TPIA baru saja mengumumkan keberhasilan meraih konsesi pengelolaan [musik] pelabuhan di Cilegon, Banten melalui salah satu anak usahanya yaitu PT Candra Pelabuhan Nusantara atau CPN. Perjanjian konsesi ini ditandatangani langsung oleh Kepala Kantor KSOP [musik] kelas 1 Banten, Raden Yogi Nugraha dan Direktur PT Candra Pelubuhan Nusantara Edi Rifai dengan kesepakatan konsesi mencapai 56 tahun. Kesepakatan konsesi ini diklaim sebagai bagian dari langkah strategis bagi

pemerintah dalam mengoptimalkan layanan kepelabuhanan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Selain menyepakati durasi konsesi [musik] selama 56 tahun, kedua pihak juga sepakat bahwa besaran biaya atau fee konsesi ditetapkan sebesar 5% dari total pendapatan kotor. Sementara bagi pihak TPI, kerja sama ini merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan dari pemerintah terhadap kualitas kinerja perseroan serta sekaligus juga menjadi momentum penguatan ekosistem logistik nasional terutama di industri petrokimia dan

Roket Raksasa Baru Glenn 98 Meter Hancur Luar Biasa di Area Beberapa Florida

manufaktur. Terakhir berita kelima. MSCI soroti likuiditas saham Goto yang terancam di depak dari indeks. Menutup program top five edisi hari ini, kabar datang dari Morgan Stanley Capital Internasional atau MSCI yang disebut tengah menyeroti persoalan likuiditas dari saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk atau Goto. Dengan harga yang bertengger di level Rp50 sejak Mei 2026, likuiditas [musik] saham Goto saat ini dalam posisi sangat rendah sehingga ini berpotensi dan dianggap tidak lagi layak untuk dijadikan sebagai

sasaran investasi atau not investable. Dalam pengumumannya pada Rabu, 27 Mei 2026, MSCI memutuskan untuk membekukan saham GOTO yang saat ini berada di MSCI Global Standar Index. di mana pembukaan tersebut mencakup soal jumlah saham atau number of shares alias NOS, soal faktor kepemilikan asing atau foreign inclusion factor alias FF, kemudian soal pembatasan bobot atau constrain factor serta tidak [musik] adanya penghapusan atau penambahan saham dari indeks. Dengan kata lain, saham Goto saat ini

memang masih dipertahankan oleh MSCI dalam indeks. Namun demikian, penyedia jasa Indeks global itu masih tetap melakukan pengawasan secara ketat terhadap perkembangan saham Goto dalam beberapa waktu ke depan. Demikian top five IDX Channel edisi kali ini. Saya Yanto pamit undur diri. Harap diingat bahwa segala keputusan pembelian maupun penjualan saham sepenuhnya berada di tangan Anda, Sobat Investor. Pantau terus berita ekonomi, bisnis dan pasar modal hanya di IDX Channel TV. idxchannel.com dan media sosial IDx

Channel. Sampai jumpa. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *