JAKARTA, INDONESIA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) merilis peringatan darurat terkait ditemukannya dua celah keamanan kritis berskala global yang dijuluki PHP2Shell. Kerentanan berkode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 ini mengancam jutaan server di seluruh dunia karena memungkinkan peretas melancarkan eksekusi kode dari jarak jauh (remote code execution) tanpa perlu melakukan login ke dalam sistem.
Tingkat keparahan kedua celah tersebut mengantongi skor 9,2 dari skala CVSS v4.0, yang menunjukkan risiko sangat tinggi terhadap kehancuran dan kelumpuhan ekosistem internet.
Bahaya Eksploitasi PHP2Shell dan Risiko Kebocoran Data Memori
Kerentanan ini berdampak pada hampir seluruh instalasi mesin PHP sejak versi 5.4, termasuk konfigurasi populer seperti PHP-FPM, Apache mod_php, hingga LiteSpeed.
-
Penyerangan Tanpa Autentikasi: Pada server berkonfigurasi Apache mod_php, peretas cukup mengirimkan satu permintaan HTTP sederhana tanpa verifikasi untuk mengeksekusi kode berbahaya sebelum sistem keamanan aplikasi sempat merespons.
-
Potensi Kebocoran Informasi Sensitif: Selain mengambil alih kontrol server, peretasan ini mampu membaca memori proses PHP yang sedang berjalan, memicu kebocoran data penting seperti token autentikasi, kata kunci API, hingga sandi perbankan.
-
Peringatan Resmi Tim CSIRT Komdigi: Pihak otoritas siber mendesak para pengelola layanan digital untuk segera melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh.
“Upaya eksploitasi telah dilaporkan, sehingga mengandalkan firewall atau perubahan konfigurasi saja tidak cukup untuk menggantikan pembaruan keamanan,” tulis imbauan resmi tim CSIRT Komdigi.
Langkah Penanganan Darurat bagi Administrator Server
Mengingat gelombang serangan siber yang memanfaatkan celah ini telah terdeteksi secara aktif oleh penyedia infrastruktur global, pembaruan ke versi aman menjadi jalan keluar utama.
1. Pengunduhan Pembaruan Keamanan Darurat
Pengembang bahasa PHP telah melepas patch resmi melalui versi PHP 8.5.12, PHP 8.4.27, PHP 8.3.36, serta PHP 8.2.35. Pengelola situs web diimbau melakukan pembaruan versi secara instan.
2. Audit dan Pemuaan Ulang Log Aktivitas
Pasca-instalasi patch baru, administrator wajib memuat ulang (restart) seluruh layanan web pendukung dan memeriksa catatan aktivitas (log) server secara berkala guna mengidentifikasi potensi penyusupan yang terjadi sebelum pembaruan diterapkan.
Comment