Bisnis
Home / Bisnis / IHSG Ambruk Akibat Isu Terisolasi dari Pasar Global, Berapa Lama Bursa Indonesia Bisa Bangkit Kembali?

IHSG Ambruk Akibat Isu Terisolasi dari Pasar Global, Berapa Lama Bursa Indonesia Bisa Bangkit Kembali?

Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

JAKARTA, INDONESIA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan penurunan akumulatif hingga 43 persen dalam kaitannya dengan dinamika pengumuman evaluasi dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Meski koreksi pasar terbilang dalam, riwayat krisis keuangan bursa saham domestik menunjukkan bahwa besarnya penurunan indeks tidak selalu berbanding lurus dengan lamanya waktu pemulihan menuju level puncak (peak).

Tekanan bursa kali ini dipicu oleh dimulainya proses konsultasi formal selama enam bulan oleh MSCI mengenai opsi penyesuaian klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menuju Standalone Market.

Rekam Jejak Krisis Bursa Saham dan Durasi Pemulihan Indeks

Riset historis Samuel Sekuritas Indonesia mencatat rentang waktu pemulihan yang berbeda-beda pada setiap periode krisis pasar modal tanah air.

  • Krisis Moneter Asia 1997-1998: IHSG mengalami penurunan terdalam dalam sejarah sebesar 65 persen dan membutuhkan waktu pemulihan paling lama, yaitu mencapai 79 bulan.

  • Krisis Keuangan Global 2008: Koreksi indeks menyentuh 61 persen dengan durasi waktu pemulihan ke level puncak sebelum kejatuhan selama 27 bulan.

  • Tekanan Perang Dagang 2018: Walaupun indeks hanya mengalami penurunan tipis sebesar 14 persen, proses pemulihan membutuhkan durasi waktu hingga 45 bulan.

  • Pandemi Covid-19 2020: Indeks terpuruk 38 persen, namun berhasil mencatatkan fase pemulihan (rebound) relatif cepat yakni dalam kurun waktu 12 bulan.

  • Catatan Riset Pasar Modal: Pengamat perbankan dan analis pasar modal menggarisbawahi pola historis tersebut.

    “Saat pandemi Covid-19, IHSG turun 38 persen dan membutuhkan sekitar 12 bulan untuk kembali ke puncak sebelumnya. Kejatuhan IHSG yang lebih dalam belum tentu membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama,” rilis riset analisis Samuel Sekuritas Indonesia.

Prospek Pemulihan dan Potensi Risiko Pemotongan Klasifikasi

Pihak otoritas bursa dan lembaga regulator memiliki tenggat waktu hingga April 2027 untuk menjaga kepercayaan investor internasional dan mempertahankan posisi Indonesia di jajaran Emerging Market.

Pangkas Jalur Impor BBM! Bahlil Bangun Storage Minyak Raksasa di Dalam Negeri Atas Arahan Prabowo

1. Peluang Pengembalian Kepercayaan Investor

Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai pasar modal domestik memiliki peluang besar untuk kembali ke kondisi normal apabila Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menyelesaikan catatan evaluasi.

Rupiah Terus Anjlok Dihantam Dolar AS dan Harga Minyak! Apakah Ekonomi Indonesia dalam Bahaya?

2. Risiko Dan Mencegah Skenario Terburuk

Apabila skenario terburuk terjadi dan status bursa merosot menjadi Standalone Market, potensi dana investasi pasif (passive inflows) global dari lembaga SWF, ETF, serta dana pensiun internasional senilai sekitar 30 miliar dolar AS (setara Rp539 triliun) berisiko mengalami penarikan (outflow).

“Pasti berpotensi kembali jika OJK dan BEI berhasil mengembalikan trust investor ke pasar modal kita. Peluang bertahan di Emerging tetap besar, atau Frontier jika skenario terburuk terjadi,” tegas Wijayanto.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *