Bisnis
Beranda / Bisnis / Konflik Perang Iran-Amerika Serikat Memanas Kembali, Harga Minyak Ikut Bergejolak

Konflik Perang Iran-Amerika Serikat Memanas Kembali, Harga Minyak Ikut Bergejolak

Harga minyak dunia kembali memanas pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam Iran soal kebuntuhan pembicaraan damai. Berdasarkan data Trading View, harga minyak mentah jenis Bread untuk pengiriman Juli naik 1,98% menjadi 111,42 US per baral. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni menguat 2,43% ke level 107,98 US DO per barel tertinggi sepanjang bulan ini. Peringatan Trump kepada Iran disebut menandakan kebuntuhan negosiasi

antara Washington dan Tehran. Terkait kesepakatan damai dan pembukaan kembali, Selat Hormus berpotensi memicu kembali konflik bersenjata. Lewat akun media sosial pribadinya pada Minggu 17 Mei 2026, Trump menuliskan, “Waktu terus berjalan bagi Iran dan mereka harus bergerak cepat atau tidak akan ada yang tersisa dari negara itu.” Meski sempat mencapai gencatan senjata pada April lalu, Iran saat ini masih menutup berbagai besar jadual pelayaran Selat Hormos. Sedangkan pemerintah Trump tetap

memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Irak. Sebelum perang terjadi, sekitar seperlima pasukan minyak dan gas dunia melintasi menjadikannya salah satu jalur energi paling vital secara global. International Energy Agency juga mewanti-wanti persediaan minyak global menyusut pada laju tercepat sepanjang sejarah akibat masih tertutupnya Selator Mus.

 

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasko Ahmad melakukan sidak ke Bursa Efek Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *