Ustaz, Ustaz ingin sampaikan dikit, Ustaz. Jadi saksi orang-orang saya tidak tahu, saya tidak terlalu kenal. bisa dulu buka dulu dulu dulu orang Ayo udah tuh kita sudah berkomunikasi dengan Terima kasih. Sudah ya disampaikan disampaikan dan sebagai warga jawab amal yawab Dan ee di sini ada nama-nama yang saya tidak pernah interaksi seperti ee mantan Menteri Agama ee staf khususnya itu saya tidak tahu dan hari ini saya dipanggil kapasitasnya sebagai ketua asosiasi mutiara Haji seperti itu. Jadi dengan khas khas apa? Masyur
Masur itu Masur juga enggak kenal Ustaz bukan enggak kenal kan secara umum pasti orang kenal. Heeh. Tapi pernah berinteraksi enggak? Gak interaksi. Kalau masalah urusan-urusan seperti ini ya tentu tidak ya. Anda untuk menjabat agama. Saya enggak tahu karena saya murni ee berhubungan dengan PT Muhibbah yang di Pekanbaru yang saya sudah sampaikan yang lalu. Mereka ee tawarkan kepada kami tadinya PT Zahra ini murni Furoda gitu kan. Kemudian datanglah sudah kami bayar hotelnya di sana, sudah kami bayar
visanya. Nah, tiba-tiba datang PT Muhibah ini nawarkan ee dengan alasan itu adalah visa resmi. Makanya kami semua terdaftar di PT Muhibah yang sudah kami serahkan semua ke pihak KPK ee data itu. Saya pun namanya di PT Muhibah. Nah, gitu. Nah, pada saat kami sudah ee keluar visanya, kami berangkat ya, kami tahunya itu dari PT Muhibah. Jadi, kami cuma sampai di situ. Kami tidak pernah tahu masalah Kementerian Agama, stafnya, enggak pernah kami interaksi sama sekali. Sebas makanya saya bahasakan kami korban
tapi Anda e Ismail Adam atau Haji atau apa itu saya tidak pernah tahu menahu masalah itu. Karena sebatas kami saya ke Ibnu Mas’ud muhibbah. Clear sampai di situ aja. Kalau selanjutnya saya tidak pernah berinteraksi. Tapi kemarin ustaz melakukan pengembangan uang itu kalau boleh tahu itu apa ya? Jadi, jadi ee PT Muhibah mengembalikan dana kepada kami. Kami pun tidak tahu uang apa. Jumlahnya sekitar 8,4 M kan gitu. USD, Pak. Iya. Dikembalikan. Saya tidak tahu ee pecahannya ya, tapi sekitar begitu. Dan
pada saat kita kembali dikembalikan kami enggak disampaikan itu uang apa. Makanya dikasih aja. Nah, waktu ee dipanggil sama KPK, mereka mengatakan, “Ustadz, ada uang ee dari visa itu.” Ee saya bilang, “Iya, ada. Ustaz, harus kembalikan.” Baik, kita kembalikan. Jadi, uang itu bukan kami simpan. Uang itu dikasih oleh muhibbah. Terus kami enggak tahu uang apa. KPK minta, kami kembalikan pada saat diminta. Sebatas itu. Ya, jadi sekali lagi ini adalah kasusnya kami korban gitu. Tapi tidak mempertanyakan balik kepada
member ini duit apa? Sudah ditanya pada saat karena gini, mereka datang kepada staf kami namanya Ari. Mas Ari ini manajernya P Sahra. Kemudian dia hanya mengembalikan dan mereka minta gak boleh ada kamera, enggak boleh ada apa. Tiba-tiba dikasih ya di satu tempat di musala. Kemudian ee manajer ini memberikan pada kami ada uang dikembalikan. Jadi saya pun tidak tahu itu uang apa. Itu itu dipanggil sama KPK, “Ustaz, ini uang gini-gini kami kembalikan.” Jadi itu dikembalikan memang dari muhibah ke kami. Kami tidak
tahu apa statusnya diminta sama KPK kami kembalikan. sebatas itu kembalikan setelah KPIK di KPK atau sebelum kan kami tidak tahu itu uang apa. Jadi pada saat KPK minta baru kami kembalikan karena kami tidak tahu statusnya uang itu apa gitu. Ee materi pemisah yang pertama saksi ya saksi jangan, jangan sampai dibolak-balikkan fakta ini. Saya sebagai saksi bukan tersangka ya. Jadi hati-hati karena berbicara ini bertanggung jawab hari kiamat dong ya. Saya dipanggil sebagai saksi dan saksi itu kalau dipanggil pasti
terpercaya. Enggak mungkin dipanggil kalau pendusta kan. Nah, seperti itu. Jadi penting di garis bawah pemeriksaan saksinya yang pertama sampai kedua sama beda? Beda dong. Karena kalau ini kan berhubungan dengan masalah asosiasi. Saya kan bilang tadi saya ketum. Ee jadi ee hari ini bukan cuma saya yang diundang, tapi sayangnya di media seakan-akan cuman saya ya. Semua ketua asosiasi itu diundang kemarin, hari ini, bukan juga hari-hari ke depannya. Nah, jadi memang diminta keterangan saja sebagai saksi sebatas
itu. Artinya Anda bakal menyangkal ee dugaan ee penerimaan ilegal atas ee kota haji ini, Pak. Oh, tentu kalau saya tentu saja. Sus saya adalah nama saya terdaftar sebagai ee ee jemaah yang ada di PT Muhibbah dan sudah kami serahkan semua itu. Baik, ada yang mau disampaikan dulu sebentar untuk menjelaskan tadi masalah kuota, untuk menjelaskan tadi masalah keuangan. Jadi ee sebagaimana keterangan dari Ustaz Khalid, klien kami, beliau ini adalah korban. Jadi beliau ini biasanya travelnya itu berangkat dengan Furoda.
Nah, tiba-tiba ada ee PT Muhibah datang, Ibnu Mas’ud datang menawarkan visa dan visa ini resmi katanya ditawarkan kepada travelnya Ustaz Khalid ee untuk bisa berangkat haji. Nah, lalu Ustaz Kholid travel ini beli visa tersebut. Haji berjalan dengan baik. tiba-tiba ada pemeriksaan, ada kegaduhan ee PT Muhibah ini, Ibnu Masud ini mengembalikan sejumlah uang kepada travel eh Ustaz Kholid. Jadi, uang ini dikembalikan oleh PT Muhibah, oleh Ibnu Masud kepada travelnya Ustaz Kholid. Setelah ada panggilan Ustaz, KPK
menyatakan uang ini harus disserahkan kepada KPK. Jadi, uang yang dari PT Muhibah tersebut diserahkan Ustaz Khalid kepada KPK. Jadi dari awal ini uang ini bukan Ustaz punya Ustaz Khalid tapi punya sudah dibayarkan ke PT Muhibah ke Ibnu Mas’ud dikembalikan lalu Ustaz kembalikan lagi. Jadi supaya clear supaya jelas bahwa ustaz di sini adalah korban dari PT Muhibah dan tadi dijelaskan namanya tercantum di PT Muhibbah. Dan mungkin perlu di garis bawahi juga teman-teman sekalian di media bukan cuman saya loh ya yang
mengembalikan dana ini. Ini kesannya di media ini cuma Harit Basama padahal banyak orang yang mengembalikan dana itu bukan begitu? Betul. Jadi yang sudah dikembalikan dana ini sekitar 100 miliar. Ustaz Khalid salah satu yang mengembalikan dengan itikat baik, dengan sangat kooperatif untuk bisa membantu KPK menyelesaikan permasalahan ini. Jadi, Ustaz Kholid dari pertama ini sangat operatif untuk bisa membantu menjelaskan duduk perkaranya dan menyatakan bahwa beliau ini korban karena beliau tidak mengenal
nama-nama yang tadi diundang tokoh-tokoh tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut tapi ditawari oleh PT Muhibah. Jadi sampai PT Muhibah Ustaz Khid sudah selesai urusannya dan sudah dijelaskan secara jelas dan gamblang ke penyidik KPK.
Komentar
Was just browsing seputarmedia.id and was impressed the layout. Nicely design and great user experience. Just had to drop a message, have a great day! we7f8sd82
thanks