Halo Komnas Perempuan. Di subuh hari saya lihat medsos, aku benar-benar geram dan marah sama kamu. Bagaimana kau bisa mengatakan bahwa yang dialami oleh Juvita bukan penyiksaan? Kepalanya penuh luka, penuh infeksi, bibirnya, itu bukan penyiksaan? Eh, Komnas Perempuan entah siapa namamu, kalau bibirmu itu penyiksaan atau apa, kalau habis di kepala dikabut pakai helm, luka dikunci, apa itu bukan penyiksaan? Padahal kan tugasmu untuk melindungi perempuan.
Kamu dibayar dari pajak yang kita bayar. Perutmu itu diisi oleh makanan yang dibeli dari gaji yang berasal dari pajak yang kita bayar. Bulan ini berapa miliar saya bayar pajak PPN dan itu akan dipakai oleh negara antara lain membayar gajimu untuk mengisi perutmu. Halo DPR, mohon segera ini pejabat dipanggil hari Senin. Halo Bapak Presiden, ini Komnas Perempuan dipecat, sangat tidak pantas. Padahal tugas dia kan melindungi perempuan.
Benar-benar masa bukan penyiksaan? Bibirnya, kepalanya penuh luka, penuh infeksi, dikunci berhari-hari, berbulan-bulan. Benar-benar kalau saya ketemu kamu, gua enggak tahu gua ngapain nih. Gua marah benar sama kamu. Marah benar. Ya, saya banyak lihat medsos walaupun saya jauh ada di Singapura sekarang ini ya. Benar-benar Pak Presiden, Bapak Presiden Prabowo pecat ini orang, pecat ini orang. Salam Paris.

Komentar