Teknologi
Home / Teknologi / Google Perluas Peringatan Gempa Android ke 200+ Wilayah, Notifikasi Bakal Lebih Informatif

Google Perluas Peringatan Gempa Android ke 200+ Wilayah, Notifikasi Bakal Lebih Informatif

Foto Dari 9to5google.com
Foto Dari 9to5google.com

JAKARTA, INDONESIA — Google memperluas jangkauan Android Earthquake Alerts System ke lebih dari 200 negara dan wilayah, meningkat dari sebelumnya 98 wilayah. Pembaruan ini juga mencakup pengembangan notifikasi yang akan memberikan informasi lebih terperinci mengenai lokasi gempa, perkiraan magnitudo, serta langkah yang dapat dilakukan pengguna untuk melindungi diri.

Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, Google menyebut Panama dan Guatemala sebagai dua wilayah yang termasuk dalam perluasan terbaru. Perusahaan tersebut juga mengungkapkan bahwa sistem peringatan gempa Android telah mengirimkan lebih dari satu miliar peringatan sejak pertama kali diluncurkan pada 2021.

Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya Google memanfaatkan teknologi ponsel pintar untuk membantu masyarakat memperoleh peringatan dini ketika gempa terdeteksi. Meski demikian, sistem ini tidak dapat memprediksi gempa sebelum terjadi dan tidak menjamin setiap pengguna akan menerima peringatan sebelum guncangan terasa.

Google Perluas Jangkauan Peringatan Gempa Android

Android Earthquake Alerts System dirancang untuk memberikan peringatan kepada pengguna ketika aktivitas gempa terdeteksi di sekitar mereka. Sistem ini memanfaatkan sensor gerak atau akselerometer yang tersedia pada banyak ponsel Android untuk mendeteksi pola getaran yang berpotensi menunjukkan terjadinya gempa.

Data dari sejumlah perangkat kemudian dianalisis untuk membantu menentukan apakah gempa sedang terjadi dan memperkirakan lokasi serta kekuatannya. Jika kondisi memenuhi kriteria sistem, peringatan dapat dikirimkan kepada pengguna di wilayah terdampak.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Google menyatakan bahwa perluasan terbaru meningkatkan cakupan sistem dari 98 menjadi lebih dari 200 negara dan wilayah. Namun, perusahaan belum mencantumkan daftar lengkap seluruh wilayah baru dalam pengumumannya.

Peringatan Dini Dapat Memberikan Waktu untuk Berlindung

Salah satu tujuan utama sistem ini adalah memberikan beberapa detik tambahan bagi masyarakat untuk mengambil tindakan perlindungan sebelum guncangan yang lebih kuat terasa.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk menjauh dari benda yang berpotensi jatuh, mencari perlindungan di tempat yang aman, atau melakukan tindakan keselamatan lainnya sesuai kondisi di sekitar.

Namun, waktu peringatan dapat berbeda-beda bergantung pada jarak pengguna dari pusat gempa, karakteristik gempa, kondisi jaringan, dan kemampuan sistem mendeteksi aktivitas seismik. Tidak semua gempa akan menghasilkan peringatan yang datang lebih awal daripada guncangan.

Tiga Jenis Notifikasi Gempa Android

Google membagi peringatan gempa Android menjadi tiga kategori yang dirancang untuk menyampaikan informasi sesuai perkiraan tingkat guncangan.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Be Aware: Informasi Awal tentang Guncangan Ringan

Notifikasi Be Aware ditujukan untuk memberi tahu pengguna bahwa gempa telah terdeteksi di sekitar mereka dan diperkirakan menimbulkan guncangan ringan.

Peringatan ini berfungsi sebagai pemberitahuan awal agar pengguna lebih waspada terhadap kemungkinan aktivitas seismik di wilayahnya.

Be Ready: Informasi Lebih Terperinci untuk Bersiap

Kategori Be Ready ditujukan untuk situasi yang diperkirakan menghasilkan guncangan lebih kuat. Google sedang mengembangkan notifikasi ini agar pengguna memperoleh informasi tambahan yang membantu mereka memahami kondisi gempa.

Dalam beberapa bulan mendatang, notifikasi tersebut direncanakan menampilkan peta dengan radius area tempat guncangan terdeteksi, perkiraan magnitudo gempa, rekomendasi tindakan keselamatan, dan tombol untuk memperoleh informasi lanjutan seiring tersedianya data baru.

Pembaruan ini diharapkan membantu pengguna memahami situasi secara lebih cepat tanpa harus mencari informasi dari berbagai sumber secara terpisah.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Take Action: Peringatan Layar Penuh untuk Segera Bertindak

Take Action merupakan peringatan layar penuh yang digunakan ketika sistem memperkirakan guncangan sedang hingga kuat di sekitar pengguna.

Notifikasi ini dirancang untuk menarik perhatian dan memberikan petunjuk keselamatan yang perlu segera diperhatikan. Pengguna sebaiknya mengikuti instruksi perlindungan yang relevan, seperti berlindung dari benda yang dapat jatuh dan menjauhi area berbahaya jika memungkinkan.

Ketiga jenis notifikasi tersebut membantu menyampaikan tingkat urgensi yang berbeda. Namun, pengguna tetap perlu mengikuti arahan resmi otoritas kebencanaan setempat.

Apa Arti Pembaruan Ini bagi Pengguna Android di Indonesia?

Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko gempa karena berada di kawasan tektonik aktif. Oleh sebab itu, sistem peringatan dini berbasis ponsel menjadi perkembangan teknologi yang relevan untuk diperhatikan masyarakat.

Meski demikian, perluasan Android Earthquake Alerts ke lebih dari 200 wilayah tidak dengan sendirinya memastikan bahwa seluruh fitur tersedia di Indonesia. Google belum mencantumkan daftar lengkap wilayah yang termasuk dalam ekspansi terbaru tersebut dalam pengumumannya.

Cara Memeriksa Pengaturan Peringatan Gempa

Pengguna Android dapat memeriksa pengaturan keselamatan dan peringatan gempa pada perangkat masing-masing. Nama menu dan ketersediaan opsi dapat berbeda bergantung pada merek ponsel, versi Android, serta wilayah pengguna.

Pengguna dapat mencoba langkah berikut:

  1. Buka Setelan pada ponsel Android.
  2. Cari menu Keamanan dan keadaan darurat atau gunakan fitur pencarian di Setelan dengan kata kunci “peringatan gempa”.
  3. Periksa apakah opsi Peringatan gempa bumi tersedia.
  4. Jika tersedia, tinjau pengaturan dan pastikan fitur tersebut diaktifkan sesuai kebutuhan.

Ketersediaan opsi di menu tidak selalu berarti semua jenis peringatan aktif di setiap lokasi. Pengguna sebaiknya memeriksa informasi resmi Google dan mengikuti sistem peringatan dari otoritas kebencanaan Indonesia.

Peringatan Ponsel Bukan Pengganti Kesiapsiagaan

Peringatan gempa melalui ponsel dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan, tetapi tidak menggantikan kesiapsiagaan masyarakat.

Pengguna tetap perlu mengetahui cara berlindung saat gempa, mengamankan benda berat di rumah, menyiapkan perlengkapan darurat, serta memahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing.

Untuk informasi kebencanaan di Indonesia, masyarakat juga dapat merujuk pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Teknologi Ponsel Semakin Berperan dalam Sistem Peringatan Bencana

Perluasan Android Earthquake Alerts menunjukkan bagaimana perangkat yang digunakan sehari-hari dapat dimanfaatkan untuk mendukung deteksi aktivitas seismik. Dengan memanfaatkan sensor pada banyak ponsel, sistem ini berpotensi menjangkau wilayah yang tidak selalu memiliki akses ke jaringan sensor konvensional yang luas.

Google menyatakan telah mengirimkan lebih dari satu miliar peringatan sejak sistem diluncurkan. Angka tersebut menunjukkan skala penggunaan teknologi ini, meskipun jumlah notifikasi tidak secara langsung menggambarkan jumlah orang yang berhasil diselamatkan.

Seperti teknologi peringatan dini lainnya, efektivitas sistem bergantung pada kualitas deteksi, kecepatan pemrosesan, konektivitas, dan tindakan pengguna setelah menerima notifikasi.

Kesimpulan

Google memperluas Android Earthquake Alerts System ke lebih dari 200 negara dan wilayah, sekaligus menyiapkan pembaruan notifikasi Be Ready dengan informasi lokasi, perkiraan magnitudo, dan panduan keselamatan yang lebih terperinci.

Bagi pengguna Android, perkembangan ini berpotensi membuat informasi gempa lebih mudah dipahami ketika peringatan tersedia di wilayah mereka. Namun, fitur tersebut bukan alat untuk memprediksi gempa dan tidak menjamin semua pengguna menerima peringatan lebih awal.

Pengguna di Indonesia sebaiknya memeriksa ketersediaan fitur pada perangkat masing-masing, mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB, serta tetap menyiapkan langkah keselamatan untuk menghadapi gempa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *