Bisnis
Beranda / Bisnis / Geraknya IHSG Dalam Mulai Pertama di Tengah Tekanan Internasional

Geraknya IHSG Dalam Mulai Pertama di Tengah Tekanan Internasional

Pemirsa, IHSG ditutup melemah 1,43% pada perdagangan sesi 1 di level 67. 10 dari 11 sektor tercatat alami pelemahan. Lantas bagaimana pergerakan IHSG di sesi kedua perdagangan hari ini? Kita bergabung dengan jurnalis Metro TV, Konita Rahman di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta. Konita di sesi dua perdagangan sampai dengan sore hari ini. Bagaimana pergerakan IHSG? Ya, selamat sore Marcel dan juga Gema pada perdagangan sesi du tadi ee pada saat ini kalau kami lihat memang masih berada di zona merah. Kalau tadi IHSG

pada sesi pertama ditutup melemah 1,43% di level 6.807. 10 dari 11 sektor mengalami pelemahan. Di mana untuk sektor transportasi hanya satu-satunya sektor yang tercatat berada di zona hijau. Sementara untuk sektor yang mengalami pelemahan paling dalam yakni ada sektor industri dan sektor infrastruktur. Lalu bagaimana pada perdagangan sore ini? Kita akan melihat bersama di papan Bursa Efek Indonesia pada pukul 15.08 08 waktu Indonesia bagian barat. Tercatat saat ini IHSG berada di zona merah terkoreksi 1,44%

di level 6.806 atau melemah 97 basis poin dengan trading volume atau volume perdagangan yakni 27,3 miliar lembar saham yang sudah diperdagangkan. Lalu untuk trading value atau nilai perdagangan yakni sudah menyentuh di angka R,7 triliun. Dan kalau tadi kami bertanya kepada analis komoditas Wahyu Laksono yang memproyeksikan bahwa IHSG di sesi dua ini melihat pada grafik intraday yang terus menurun sejak pembukaan. IHS di sesi 2 diprediksi masih akan bergerak di zona merah dengan kecenderungan menguji

level support kuat di 6.800. Tekanan jual terlihat masif dan belum ada tanda-tanda perlawanan atau rebound yang signifikan hingga penutupan sesi pertama. Jika level 6.800 tertembus, indeks beresiko meluncur di area 6.745. Lalu sentimen apa yang memang mempengaruhi bahwa hingga saat ini IHSG masih berada di zona merah, yakni sentimen negatif diperburuk oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap arus modal keluar atau capital outflow yang dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah secara ekstrem. di mana investor

cenderung mengamankan asetnya ke instrumen yang lebih defensif atau keluar dari pasar ekuitas Indonesia untuk sementara waktu. Dan memang kalau kita lihat pada pagi hari tadi dari Mirae Aset Sekuritas Ravan Ajigusta menyatakan pada hari ini fokus utama pasar adalah pengumuman hasil quarterly review dari MSCI. Terdapat kekhawatiran terkait potensi keluarnya beberapa saham BCAP. Untuk sentimen lainnya yakni spekulasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya aliran modal keluar asing yang signifikan. Di sisi lain terjadi

Momen Dalam Kebahagiaan Akrab Presiden Prabowo Bersama Pengawal-Pengawal Prancis

kemunduran diplomatik baru antara Washington dan Tehran di mana pada 11 Mei 2026 Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap 12 entitas dan individu yang dituduh memfasilitasi perdagangan minyak ilegal Iran ke Tiongkok. Sementara untuk sentimen positif yang ee difokuskan pada berlaku pasar pada hari ini yakni ada penguatan sektor teknologi dan optimisme terhadap kinerja emiten AI di AS. sehingga ini memberikan risentimen yang positif bagi pasar ekuitas global termasuk bursa. Dan kalau kita lihat

pada ee pukul 151 pada hari ini untuk sektor ini mayoritas juga masih berada di zona merah dan untuk sektor yang mengalami penguatan di zona hijau pukul 151 waktu Indonesia Barat saat ini yakni ada sektor transportasi dan juga sektor basic. Dan tadi kalau kami juga mengkonfirmasi kepada Wahyu Laksono selaku analis komoditas yang menyebut bahwa pelemahan ee IHSG ini juga ee tekanan yang dialami IHS bukanlah fenomena tunggal melainkan bagian dari pergerakan pasar Asia yang sedang didominasi oleh sentimen negatif

yang kalau tadi kami juga sempat ee melihat bahwa ee ee bagaimana MSI ini juga mempengaruhi sektor pasar pada hari ini yang pada kesimpulannya ia menyimpulkan bahwa MSCI bagi ee bagi investor global setiap perubahan di dalamnya ini akan memicu pergerakan dana dalam jumlah yang masif. Dalam kondisi rupiah yang saat ini sudah menyentuh sekitar 17.500 pengumuman rebalancing yang negatif atau pengurangan bobot. akan menjadi katalis yang sangat kuat untuk menekan IHSG lebih dalam lagi. Demikian Marcel dan

juga Gemang. Baik, terima kasih atas informasi Anda. Kodita Rahman dari Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta. Selamat kembali bertugas. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi. Download Metro TV Extend sekarang.

 

Harga-Harga Minyak Turun 11 Persen Dalam Beberapa Waktu di Tengah Harapan Gencatan Senjata

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *