Dunia
Beranda / Dunia / Donald Turun Tangan! Desak Israel Setujui Gelegasi Senjata dengan Hizbullah, Cegah Situasi Membusuk

Donald Turun Tangan! Desak Israel Setujui Gelegasi Senjata dengan Hizbullah, Cegah Situasi Membusuk

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung mendorong Israel untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah setelah kedua pihak kembali terlibat bentrokan bersenjata. Pernyataan tersebut disampaikan Trump beberapa saat setelah Israel dan Hizbullah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata terbaru yang mulai berlaku pada Jumat, 19 Juni 2026 waktu setempat. Dalam wawancara telepon, Trump mengatakan dirinya telah menghubungi pihak Israel untuk mendukung langkah penghentian sementara konflik demi mencegah situasi kawasan Timur Tengah semakin memburuk. Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai pelengkap penting dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, Trump menolak memberikan kepastian apakah dirinya berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atau melalui jalur diplomatik lainnya.

Kesepakatan gencatan senjata terbaru muncul setelah Israel dan Hizbullah kembali melancarkan serangan satu sama lain dalam beberapa hari terakhir. Dalam kesepakatan tersebut, Israel dan Hizbullah sepakat menghentikan sementara seluruh serangan militer, termasuk peluncuran roket, serangan drone, maupun serangan udara di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel. Gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 09.00 waktu setempat setelah melalui proses mediasi yang melibatkan Amerika Serikat, Qatar, dan Iran sebagai pihak yang turut mendorong tercapainya kesepakatan.

Selain penghentian serangan, kedua pihak juga diminta menahan diri agar tidak memicu eskalasi baru di Lebanon Selatan yang selama ini menjadi pusat bentrokan bersenjata antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah. Meski menyetujui gencatan senjata, Israel menegaskan tetap akan melakukan tindakan militer apabila terdapat ancaman langsung terhadap keamanan negaranya. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan militer Israel akan terus merespons setiap pelanggaran yang dianggap dilakukan Hizbullah demi melindungi warga sipil di wilayah utara Israel. Di sisi lain, Hizbullah juga diminta menghentikan seluruh operasi militer, termasuk serangan roket dan drone ke wilayah Israel selama masa gencatan senjata berlangsung.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomasi yang lebih luas di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman terkait penghentian konflik di berbagai kawasan, termasuk Lebanon. Perjanjian itu juga bertujuan menjaga stabilitas kawasan dan mencegah perang regional yang lebih besar yang berpotensi mengganggu jalur energi dunia serta memperburuk kondisi ekonomi global.

Viral Video Menantang Bos Napi di Jabar ke Taufik Hidayat: Jangan Kasih Enakan, Balas Saja 2x Lipat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *