KENDARI, SULAWESI TENGGARA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara mencatat tren ekspansi akselerasi digitalisasi transaksi non-tunai yang signifikan. Berdasarkan laporan resmi dari ANTARA News, Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mencapai 373.622 orang hingga periode Agustus 2026.
Pencapaian ini mencerminkan tingginya inklusi keuangan digital serta percepatan transformasi sistem pembayaran masyarakat dan pelaku UMKM di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Poin Utama Capaian Transaksi QRIS Sultra Versi ANTARA News
1. Pertumbuhan Pengguna dan Volume Transaksi Non-Tunai
Penggunaan QRIS di Sulawesi Tenggara mengalami lonjakan bertahap dari tahun ke tahun:
-
Penambahan Pengguna Baru: Jumlah pengguna aktif QRIS terus bertumbuh pesat ditopang oleh tingginya kesadaran masyarakat urban maupun perdesaan dalam memanfaatkan dompet digital dan mobile banking.
-
Peningkatan Volume Transaksi: Lonjakan pengguna berbanding lurus dengan frekuensi transaksi harian masyarakat, baik untuk kebutuhan belanja ritel, pasar tradisional, transportasi, hingga pembayaran sarana publik.
2. Pertumbuhan Merchant UMKM dan Edukasi Inklusi Digital
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah aktif memperluas ekosistem merchant:
-
Penetrasi Pelaku Bisnis UMKM: Ratusan ribu merchant atau pedagang—yang didominasi oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)—telah terintegrasi dengan metode pembayaran QRIS.
-
Sinergi Pembayaran Digital Daerah: KPwBI Sultra secara rutin menggelar sosialisasi, edukasi inklusi keuangan, serta program digitalisasi sistem pembayaran bekerja sama dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan perbankan daerah.
Relevansi Pertumbuhan QRIS Sultra Bagi Ekonomi Digital Nasional
Akselerasi Inklusi Keuangan Indonesia Timur dan Pemberdayaan UMKM
Capaian positif dari Sulawesi Tenggara ini membawa dampak krusial bagi peta digitalisasi keuangan Indonesia:
-
Pemerataan Ekonomi Digital di Kawasan Indonesia Timur: Pertumbuhan masif QRIS di Sultra mematahkan persepsi bahwa percepatan teknologi keuangan hanya berpusat di Pulau Jawa, sekaligus memperkuat infrastruktur transaksi digital nasional.
-
Efisiensi Usaha dan Efektivitas Keuangan UMKM Lokal: Adopsi QRIS memudahkan pencatatan keuangan para pelaku usaha di Kendari, Baubau, dan wilayah Sultra lainnya secara riil (real-time), aman dari risiko uang palsu, serta memperluas akses pembiayaan perbankan.
Comment