OTTAWA, KANADA — Ekosistem danau air tawar langka jenis epishelf terakhir yang tersisa di Kanada resmi dilaporkan hilang secara permanen. Danau yang terletak di Pulau Ellesmere, wilayah Nunavut ini musnah setelah benteng penghalang alaminya, Paparan Es Milne (Milne Ice Shelf), runtuh dan pecah akibat pemanasan global, yang membuat seluruh pasokan air tawarnya mengalir habis ke Samudra Arktik.
Kerusakan lingkungan ini menjadi alarm keras bagi para ilmuwan dunia, sebab danau unik yang telah bertahan selama ribuan tahun tersebut musnah total hanya dalam hitungan bulan tanpa ada peluang untuk terbentuk kembali di bawah kondisi iklim saat ini.
Kronologi Runtuhnya Danau Milne Fiord dan Musnahnya Ekosistem Langka
Danau epishelf Milne Fiord memiliki keunikan berupa fenomena stratifikasi air tawar lelehan es yang mengapung tepat di atas lapisan air laut yang asin tanpa bercampur, ditahan oleh benteng es laut raksasa.
-
Pecahnya Paparan Es Milne: Pada pertengahan 2020, Paparan Es Milne pecah dan kehilangan 45 persen luas alaminya. Hilangnya benteng es membuat air tawar mengalir deras keluar menuju Samudra Arktik.
-
Terkuras dalam Hitungan Bulan: Pengamatan satelit dan data oseanografi mengonfirmasi bahwa pasokan air tawar mengering sepenuhnya pada akhir 2020 dan langsung tergantikan oleh air payau serta air laut asin.
-
Peringatan dari Peneliti: Penulis utama riset dari Université Laval, Jeremie Bonneau, menegaskan keputusasaannya atas hilangnya ekosistem tersebut.
“Ekosistem ini membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terbentuk, tetapi hilang hanya dalam hitungan bulan. Dalam skala waktu kehidupan manusia, ekosistem ini tidak akan kembali,” ujar Jeremie.
Hilangnya Perlindungan Ekologis di Kawasan Es Abadi Arktik
Danau Milne Fiord berada di wilayah Tuvaijuittuq—istilah bahasa lokal Inuktitut yang bermakna “tempat es tidak pernah mencair”—yang selama ini diyakini sebagai benteng perlindungan es terakhir (Last Ice Area).
1. Titik Kritis Kerusakan Lingkungan
Peristiwa ini membuktikan bahwa wilayah Arktik yang sebelumnya dianggap paling tangguh dari dampak pemanasan global sekalipun kini mulai mengalami keruntuhan ekosistem secara struktural.
2. Isyarat Bahaya Kegagalan Lapisan Es
Peneliti dari University of British Columbia, Dr. Bernard Laval, menyoroti bagaimana danau ini menjadi indikator langsung dari kehancuran es Arktik.
“Danau epishelf dapat menjadi indikator ketika suatu lapisan es mengalami tekanan, dan itulah yang kami lihat di sini. Data menunjukkan bahwa lapisan es tersebut sedang mengalami kegagalan. Begitu esnya hilang, ekosistemnya ikut hilang. Tidak ada jalan untuk kembali,” tegas Dr. Bernard.
Comment