Lemalahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas pada kenaikan oli dan under deal kendaraan. Salah satu yang paling merasakan dampaknya yakni pengemudi ojek online alias Ojol. Hampir rata-rata pengemudi ojol mengganti oli dua kali dalam sebulan. Kenaikan harga oli mulai dirasakan warga. Bagi sebagian pengendara motor misalnya, kenaikan harga oli tidaklah signifikan dikarenakan durasi pergantian oli bisa mencapai sebulan sekali. Tapi tidak bagi pengemudi ojek online alias ojol. Para pengemudi ojol bisa mengganti
oli 2 minggu sekali sehingga kenaikan harga oli menjadi terasa di kantong. Kalau untuk harga oli ya ada sih kenaikan ya dari biasanya 45 jadi 65 gitu kan ya. Rata-rata naik di R.000-an. Iya, Bapak keberatan ya? Ya sebenarnya sih ya berat ya untuk kondisi seperti ini gitu kan. Tapi ya namanya motor itu harus dipakai ya berarti ya harus selalu siap untuk penggantian oli. Awal April kemarin sih udah naik sekarang oli-oli juga banyak yang kosong. Emang dari sana kosongnya. Tak hanya oli, sejumlah under deal motor
harganya juga naik. Kenaikan harga ini dipicu akibat melemahnya nilai rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencetak rekor paling lemah sejak hari Sabtu telah melewati angka Rp17.600 per 1 Amerika Serikat. Meskipun harga oli melonjak, tapi jangan sampai jadi alasan menunda ganti oli. Apalagi bagi Anda yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk beraktivitas. Anjuran dari sejumlah pabrikan kendaraan bermotor, penggantian oli mesin harus dilakukan sesuai dengan buku petunjuk kendaraan masing-masing. Ini penting
untuk menjaga kinerja mesin tetap terjaga. Meminimalisir suhu panas berlebih saat mesin bekerja. Ganti oli mesin rutin juga bisa membuat masa pakai mesin menjadi lebih lama dan tentunya menjaga performa mesin. Terakhir, mesin yang dirawat dengan rutin mengganti oli bisa mencegah emisi gas buang berlebih. Tim MTEK Media melaporkan.
Komentar