Presiden keen RI, Susilo Bambang Yudoyono, menilai tekanan di pasar keuangan masih terkendali meski kondisi ekonomi nasional [musik] sedang kurang menggembirakan. Pernyataan tersebut disampaikan SBY setelah rupiah melemah ke Rp17.529 per Amerika Serikat dan IHSG ditutup turun ke level 6.858,899 85,899 [musik] pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Saya [musik] sambil melukis di Magelang mengikuti perkembangan dan dinamika pasar, baik pasar modal maupun pasar uang. Memang kurang menggembirakan,”
tulis SBY melalui laman sosial media X miliknya Selasa, 12 Mei 2026. Meski demikian, [musik] SBI menegaskan tekanan ekonomi yang lebih besar masih dapat dicegah apabila seluruh pihak bergerak bersama. Menurutnya, Indonesia masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi yang cukup untuk menjaga stabilitas nasional. Dirinya juga menekankan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar kondisi pasar tidak semakin tertekan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya dukungan terhadap pemerintahan Presiden
Prabowo Subianto di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Pemerintah, pelaku usaha, ekonom, hingga seluruh pemangku kepentingan [musik] harus berada dalam satu barisan untuk menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional. SBI [musik] menilai persatuan dan kepercayaan bersama menjadi kunci agar Indonesia mampu melewati tekanan ekonomi yang sedang terjadi. Dirinya pun turut mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menghadapi situasi [musik] tersebut.
[musik]

Komentar