Bisnis
Beranda / Bisnis / IHSG dan Rupiah Rungkad: Menkeu Purbaya Langsung Bicara, DPR Kritik Pedas Gubernur Bank Indonesia

IHSG dan Rupiah Rungkad: Menkeu Purbaya Langsung Bicara, DPR Kritik Pedas Gubernur Bank Indonesia

Saudara Menteri Keuangan Purbaya, Yudi Sadewa menanggapi anjloknya IHSG pada pembukaan sesi pertama Senin pagi serta kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Purbaya meyakini hal ini bersifat sementara dan didorong oleh sentimen jangka pendek. Indeks harga saham gabungan dibuka anjlok pada pembukaan perdagangan Senin pagi yaitu turun 94,34 poin atau 1,4% ke posisi 6.628,97. Tak hanya itu, Saudara, nilai tukar rupiah di pasar spot tertekan 78 poin atau 0,44% ke level 17.675

per Amerika Serikat. Menkeo Purbaya menyebut anjloknya IHSG bersifat sementara dan didorong sentimen jangka pendek. Terkait nilai tukar rupiah, Purbaya bilang kondisinya berbeda dengan tahun 1998 di mana adanya kebijakan yang salah dan ketidakstabilan sosial politik pasca resesi. Nanti kita perbaiki karena gini pondasi ekonominya kan bagus itu masalah sampai menjaga pendek. Jadi, jadi saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pertemuan ekonomi tidak nanti kita juga akan masuk ke market mulai hari ini.

Minggu lalu sudah masuk tapi hanya sedikit mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada kapital loss gara-gara harga obligasi turun. Oh, ini kan banyak sentimen kalau melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 998 lagi. Beda 998 itu kebijakannya salah dan ee instability social politik terjadi setelah setahun kita resesi. 97 pertengahan tuh kita resesi. Oke, kita kan sekarang belum resi karena

masih tumbuh kencang jadi masih ada ruang untuk membaca semuanya. Sementara itu, Saudara, rapat kerja antara Bank Indonesia dan Komisi 11 DPR RI diwarnai kritik tajam terhadap lemahan nilai tukar rupiah dan anjloknya IHSG. Anggota Komisi 11 DPR RI Fraksi PAN Primus Yustio menilai pelemahan rupiah saat ini menjadi anomali di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia. prim kemudian mempertanyakan kredibilitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap Bank Indonesia dalam menjalankan tugasnya. Tradisinya begini,

itu aja, Pak. Yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia itu anomali. Pertumbuhan ekonomi kita 5,61%. Tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok. Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar. Indeks kita juga habis, Pak. Merosot turun. di mana indeks seluruh dunia ya sejak perang tembak rudali itu tanggal 28 Februari apa yang terjadi terhadap indeks dunia itu terjadi pada seluruhnya dan mereka sudah rebound bahkan sudah plus dan Indonesia saat ini masih minus lebih dari 20%.

Lengkapnya Jejak Luke Mahony: Mengapa Prabowo Restui WNA Jadi Bos PT DSI, Mengurus Ekspor SDA Satu Pintu Saja

Ini kan bagaimana global mempertanyakan salah satu ada banyak faktor tetapi mempertanyakan kualitas Bank Indonesia, bank sentral kita ini. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *