Bisnis
Beranda / Bisnis / IHSG Terakhir Mulai Lesuh, Kapitalisasi Pasar Menurun ke Rp11.825 T

IHSG Terakhir Mulai Lesuh, Kapitalisasi Pasar Menurun ke Rp11.825 T

Pasar saham Indonesia kembali berada di bawah tekanan setelah Bursa Efek Indonesia mencatat pergerakan negatif sepanjang pekan 11 hingga 13 Mei 2026. IHSG anjlok lebih dari 3% dan ditutup di level 6.723. Sementara kapitalisasi pasar menyusut ratusan triliun. Tak hanya itu, nilai dan volume transaksi harian juga ikut merosot tajam menandakan aktivitas perdagangan yang mulai melemah di tengah tekanan pasar. Di saat yang sama, investor asing terus melakukan aksi jual besar-besaran dengan nilai jual bersih mencapai Rp1,5 triliun

hanya dalam sepekan. Bahkan sepanjang 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sudah menembus Rp40 triliun. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan investor, terutama di tengah pelemahan rupiah dan ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi pasar keuangan nasional. Pasca saling serak antara Iran dan Amerika Serikat. Satelit NASA mendeteksi beberapa titik kebakaran di Selat Horbus. Namun militer Amerika Serikat membantah tiga kapal perusak mereka tidak mengalami kerusakan.

[musik] [musik] Pasca memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Satelit NASA mendeteksi ada beberapa titik kebakaran di Selat Hormus. Namun, pihak militer Amerika Serikat membantah. Meski tiga kapal perusak diserang Iran menggunakan ruda dan drone, kapal AS tidak mengalami kerusakan. Sebelumnya ledakan hebat terjadi di sejumlah wilayah di Iran tadi malam. Iran menuding Amerika Serikat dan sejumlah negara menyerang wilayah pelabuhan di Kesem dan Bandar Abbas. [musik] Yan melancarkan serangan balasan dan

menargetkan dua kapal perang dan satu kapal induk milik Amerika Serikat. Rentetan senjata terlihat melakukan pencegahan terhadap serangan balik dari militer Iran. [musik] Amerika Serikat ancam akan meluncurkan serangan nuklir ke Iran jika Iran tidak segera sepakati perjanjian damai. Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bagai mengejek ancaman tersebut karena dianggap tidak sejalan dengan klaim Amerika Serikat menginginkan perdamaian. Ketegangan di Timur Tengah belum juga mereda meski sudah melewati tahap

negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Islam Abad pada bulan April lalu. Hingga kini Amerika Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan damai. [musik] Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran untuk segera menandatangani perjanjian damai [musik] dan mengancam jika tidak segera dilakukan maka Iran akan mendapatkan serangan besar dari Amerika Serikat. blew them away. They trifled I call that a trifle. I’ll let you know when there’s no seas. You won’t have to know. If there’s no fire, you’re not going to

Lengkapnya Jejak Luke Mahony: Mengapa Prabowo Restui WNA Jadi Bos PT DSI, Mengurus Ekspor SDA Satu Pintu Saja

have to know. I better agreement fast. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismael Bagai mengejek ancaman serangan nuklir AS terhadap Iran. [musik] Melalui akun resmi media sosial X-nya, Bagai mengatakan bahwa ancaman tersebut aneh lantaran Amerika Serikat mengklaim menginginkan perdamaian. Namun, solusi yang ditawarkan justru sebuah ancaman serangan. Unggalan tersebut juga disertai cuplikan film satir Anti Perang karya Kbreak asal Amerika tahun 1964. di mana film tersebut menceritakan tentang peluncuran serangan nuklir yang

tak disengaja terhadap Uni Soviet [musik] dan berusaha dihentikan Amerika Serikat namun gagal. Diketahui kini Amerika dan Iran mulai saling serang. Di tengah gencatan senjata, AS kembali menyerang Iran. Dan militer Iran pun membalas serangan tersebut dengan rudal dan dron. Pemirsa, Iran merilis foto guru yang tewas di tragedi minap Iran akibat serangan rudal Tobahak, Amerika Serikat. Serangan pada 28 Februari lalu juga menewaskan ratusan anak-anak sekolah. [musik] Iran merilis 26 foto guru yang tewas

akibat pasca serangan Amerika Serikat dan Israel di Minap pada 28 Februari lalu. Pada serangan itu tak hanya menewaskan guru, namun juga menewaskan ratusan anak-anak sekolah dasar. Namun Amerika Serikat membantah tuduhan Iran atas serangan yang dilancarkan ke sekolahan menggunakan rudal tomahak hingga ratusan anak tewas. Sampai saat ini kasus serangan yang diduga didalangi Amerika Serikat dan Israel tak ada kejelasan. Iran belum memberikan balasan atas proposal yang diajukan Amerika Serikat. Pegabat Timur Tengah Hasibulo Satrawi

menilai hal ini kembali menegaskan kegagalan diplomasi Amerika Serikat. di hari ketiga-t33 dari kenjatan senjata ini yang ee bisa kita sampaikan bahwa per hari ini, jam ini ee Iran belum memberikan balasan atas proposal 14 poin yang telah disampaikan oleh Trump yang juga telah dikawal dengan berbagai macam ee serangan termasuk yang disampaikan oleh Mbak Lista tadi upaya-upaya provokasi dan serangan yang dilakukan di Selat Hormos sehingga dalam 3 hari terakhir mengalami eskalasi dan ee bahkan jatuh korban dari pihak Iran.

Nah, persoalannya ini sudah jatuh tempo. Kalau berdasarkan deadline yang disampaikan oleh Donald Trump itu diharapkan ee balasan Iran atas proposalnya maksimal hari Sabtu terakhir. Nah, sekarang kurang lebih sudah jam ee kurang 10 menit waktu Amerika di hari Minggu. artinya sudah melewati batas yang telah disampaikan oleh Donald Trump. Mestinya kalau konsisten dengan apa yang disampaikan maka Iran sudah mendapatkan ee serangan yang besar yang dikatakan jauh lebih besar daripada serangan-serangan yang

Menkeu Purbaya Memastikan APBN Yang Sangat Aman Saat Rupiah Turun Tidak Jelas

terjadi sebelumnya. I oleh karena itu, dengan adanya fakta paling tidak per detik ini yaitu kurang lebih ee 34 jam dari jam ee 12. ee hari Sabtu terakhir waktu Amerika dan belum ada belum ee ada apa namanya realisasi daripada ancaman yang dilakukan. Maka ini yang saya bilang membuat ee diplomasi Amerika terutama yang semenjak tanggal 1 Mei yang saya kategorikan sebagai fase keenam di mana berupaya untuk memberikan daya kembali terutama setelah mungkin Donald Trump dengan timnya merasa terbebas dari ancaman 60

hari. dari wewenang ee perang yang diberikan oleh Undang-Undang 73, kita melihat adanya kayak semacam upaya peningkatan dan memberikan power kembali kepada diplomasi Amerika dengan cara memberikan ultimatum dan ee dan serangan-serangan kembali. Tapi dengan ee tidak adanya apapun yang dilakukan sampai hari ini kurang lebih 4 jam ee setelah lewat hari Sabtu waktu Amerika Serikat, maka menurut saya ini kembali menurunkan daripada diplomasi Amerika kembali ke pola yang saya yang saya sampaikan di fase 5 yaitu per tanggal 21

April. di mana kalau kita pahami dalam konteks itu, Amerika betul betul-betul mengalami situasi diplomasi yang saya gambarkan menukik ke bawah. Kenapa menukik ke bawah? Karena saat itu kita tahu Trump juga telah memberikan ultimatum maksimum kalau Iran tidak datang ke Pakistan untuk berunding dan lain sebagainya. Dan ternyata Iran benar-benar enggak datang. Kalaupun datang, maka itu bukan dalam rangka memenuhi gertakan ataupun takut kepada intimidasi yang disampaikan oleh Trump melainkan sebuah agenda independen. Nah,

sejak tanggal 21 April kemarin atau fase kelima dalam catatan saya, saya melihat pola diplomasi Amerika terutama di hadapan Iran itu menukik tajam. Walaupun Iran menyampaikan ancaman apapun termasuk yang terbaru yang 3 hari ini, walaupun melakukan provokasi Iran membalas dan seakan-akan Iran ee tidak mau peduli. Faktanya sampai hari ini Iran tidak memberikan ee balasan yang diharapkan oleh Amerika. Bahkan telah dibumbui dengan berbagai macam ee apa namanya? Ancaman-ancaman. Jadi ini sekali lagi di satu sisi bagi Amerika

justru membuat upaya untuk diplomasinya punya daya kembali mengalami kegagalan dan sebaliknya dari sisi Iran saya melihat dia semakin kokoh dengan diplomasi tangan di atas yang ee kalau kita baca sebenarnya sudah dari perundingan ee pertama [musik]

Terbaru Nih Harga BBM Pertamina Versi Per 1 Juni 2026 Di Semua Seluruh Ri

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *