Bisnis
Home / Bisnis / Pasar Modal & Bursa Efek: IHSG Meroket Lebih dari 1 Persen di Sesi Pertama, Sektor Energi dan Kebijakan Baru BEI Jadi Pendorong Utama

Pasar Modal & Bursa Efek: IHSG Meroket Lebih dari 1 Persen di Sesi Pertama, Sektor Energi dan Kebijakan Baru BEI Jadi Pendorong Utama

Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan signifikan pada sesi pertama perdagangan bursa. IHSG melonjak ke level 5.449,09 atau menguat 61,18 poin (1,14 persen), setelah dibuka hijau sejak awal sesi perdagangan di level 5.397,34.

Laporan dari CNBC Indonesia mencatat bahwa volume transaksi bursa melaju kencang mencapai 161,48 juta lot dengan total nilai transaksi menembus Rp 5,08 triliun.

Sektor Penggerak Bursa dan Deretan Saham Top Movers

Berdasarkan data Refinitiv, pergerakan naik IHSG disokong kuat oleh reli saham-saham di tiga sektor utama:

  • Sektor Energi: Meroket paling tinggi mencapai 2,3 persen.

  • Sektor Material Dasar: Menyumbang kenaikan sebesar 2,0 persen.

  • Sektor Konsumer Kritikal: Menguat 1,9 persen.

1. Saham Penopang Penguatan (Top Movers)

Sejumlah saham korporasi jumbo menjadi motor utama pengungkit IHSG, di antaranya:

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

  • PT Astra International Tbk (ASII)

  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

  • PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

2. Saham Penekan IHSG (Top Laggards)

Sementara itu, ruang gerak IHSG sempat tertahan oleh koreksi beberapa saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Teknologi & Keamanan Siber: Tersembunyi Selama Satu Dekade, AI Berhasil Ungkap Celah Keamanan Fatal pada Bahasa Pemrograman PHP yang Menopang Internet Global

Sentimen Penggerak: Kebijakan Baru BEI, Arah Pemerintah, dan Ekonomi Global

Penguatan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan internasional yang menjadi fokus perhatian para pelaku pasar:

1. Aturan Baru BEI Soal Saham High Shareholding Concentration (HSC)

Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan kebijakan strategis terkait perhitungan indeks yang berlaku mulai 2 November 2026. Saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau berkonsentrasi kepemilikan tinggi resmi dikeluarkan dari perhitungan IHSG agar pergerakan indeks lebih cermin cerminan dinamika pasar yang riil.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

2. Sentimen Kebijakan Domestik dan Pertumbuhan Kredit

Pasar merespons positif arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi pengelolaan sumber daya alam dan rencana perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta capaian pertumbuhan kredit perbankan nasional yang menyentuh level tertinggi dalam satu dekade.

3. Dinamika Pasar Global dan Inflasi Jepang

Di tingkat global, pelaku pasar mencermati ambruknya bursa Wall Street serta rilis data inflasi tahunan Jepang yang naik menjadi 2,1 persen pada September 2026, melampaui target Bank of Japan (BOJ).

“Penerapan aturan baru BEI dikeluarkan saham HSC serta lonjakan permintaan di sektor energi memberikan angin segar bagi optimisme investor di pasar modal Indonesia,” ulas analisis bursa dari CNBC Indonesia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *