Pada kali ini kita akan ngejelasin nih terkait selama ini kan kita dengar banget nih dari terutama dari pemerintahan dan juga kita lihat dari regulator-regulator menjelaskan bahwa ketika IASG itu mengalami kenaikan apakah benar PDB juga mengalami kenaikan. Jadi kalau misalnya di sini kan kita lihat lihat presiden Pak Prabo itu 8% dan kita lihat nih secara historis kita selama kurang lebih 20 tahun terakhir di mana kita mengeksplodkan tahun 2020 dan 2021. Kenapa? Karena pada saat itu kita tahu terjadi yang namanya pandemi Covid-19.
ketika pandemi Covid-19 terjadi, di situ ada e korelasinya yang cukup sangat-sangat berbeda. Jadi di situ akan memberikan noise sehingga dengan keadaan seperti itu kita akan mengekcludkan untuk mendapatkan data yang lebih signifikan dan juga lebih pasti. Dan keadaan seperti ini kita akan membahas juga nih terkait dari sudut pandang PDB, pertumbuhan PDB-nya dibandingkan juga dengan kenaikan selama 1 tahun 1 tahun dari ee harga IASG itu sendiri. Kemudian kita akan bandingkan juga nih terkait dari PDB nominal. Kemudian dibandingkan
dengan e idx market cap secara keseluruhan. Nanti kita akan ketemu kira-kira dari angkanya itu gimana sih. Dan kalau misalkan tadi sudah jelaskan juga e kemiripannya itu di level 0,37 yang which is kalau misal kita lihat satu itu merupakan hampir pasti yang kalau misal kita nol itu berarti netral dan minus itu berarti tidak ada korelasi sama sekali. Maka pada kali ini kita akan ngebahas nih terkait yang judulnya benarkah ISG selalu menguat saat ekonomi naik. Ini fakta pahitnya kita jelasin mungkin boleh di next.
Nah, ini kita ada gambaran di optimisme ekonomi 8% versus realitas pasar modal. Kalau misal kita lihat target pertumbuhan ekonomi agresif sering dianggap sebagai bahan bakar utama untuk kenaikan IHSG. Tapi apakah benar secara historis bursa saham selalu bergerak sinkron dengan pertumbuhan ekonomi realnya. Kemudian kita lihat juga objektif dari riset ini adalah menguji korelasi PDB versus IHSG menggunakan data 20 tahun terakhir seperti tadi disampaikan dan kita menggunakan data dari 2004 sampai dengan 2026 kuartal 1.
Dan kita bandingkan juga kita exclude kita keluarin nih dari 2021 dan 2020 dari kuartal 1 sampai kuartal 4. Jadi ada 8 poin data poin yang kita hilangin untuk kita mendapatkan data kurang lebih nanti dapatnya 81. Oke, mungkin boleh di-nex lagi. Nah, ini adalah pergerakannya nih selama 20 tahun terakhir di mana kalau misal kita lihat ini ee diambil di tahun e kuartal 1 2004 di mana pada saat itu kenaikan cukup signifikan di level 5% dan sampai sekarang kalau misalnya kita lihat nih pertumbuhan PDB terutama di
Indonesia itu mengalami ee kenaikan cukup cukup signifikan dan juga stabil kalau misal kita lihat di sini di angka 4,5 sampai 6% kurang lebih. Jadi itu benar-benar level range yang sangat-sangat eh rata-ratanya. Dan kalau misal kita lihat sementara di pertumbuhan ISG secara ong. Jadi kalau misal kita anggap ada di sini misalkan tanggal 31 ee Maret gitu, 31 Maret tahun 2004 kita bandingkan juga dibandingkan dengan 31 Maret 2005 sehingga mendapatkan angka year on year di sini. Dan kalau misalnya kita lihat ini kan
kalau misalnya kita lihat di IAS itu sendiri kan sangat-sangat volatil naik turunnya sangat-sangat terlihat. Sementara kalau misal kita lihat pertumbuhan PDB itu cukup stabil di level segitu. Jadi kalau misalnya kita bisa anggapannya agak tarik garis garis lurus gitu. Berbeda dengan volatilitas yang terjadi di IASG. Jadi dengan keadaan sin ini kita bisa ngelihat nih bahwa PDB bergerak stabil di garis lurus sementara IHG bergerak dalam pola zigzag yang sangat-sangat tajam karena volatilitas tersebut. Mungkin boleh di
next. Nah, ini kita ngelihat ya e kenapa kenapa menyatakan hanya 0,37 ee poin atau kita dapat mengartikan kurang lebih kemiripannya 37% saja. Nah, setelah dihitung secara matematis tingkat kemiripan pergerakan kuartalan karena kita di sini pakai kuartal 1, kuartal 2, kuartal 3, kuartal 4 dari 2004 sampai dengan 2026. Kemudian keduanya haknya 37,1% jadi positif namun tidak terlalu kuat karena kalau misalnya kita lihat yang kuat itu levelnya di 0,8 sampai dengan 1. Satu itu angka pastinya. Kemudian
mengapa tidak sinkron? Kalau berdasarkan tadi analisis ini adalah IS mencar ekspektasi masa depan. Jadi kita ngelihat itu benar-benar ek masih depan kira-kira IAS itu gimana dan itu real time karena bisa bergerak berdasarkan ee kondisi likuiditas yang ada di pasar pada saat itu. Kemudian kalau misalnya sedang PDB, PDB itu kan keluarnya agak lagging. Jadi kalau misalnya kita lihat bahkan kemarin yang kuartal 1 aja kita baru ngelihat pas di bulan Mei ini. Jadi kan ada laging kurang lebih 1 bulan lebih di angka situ. Jadi kemudian kita
lihat juga gap volatilitasnya PDB tumbuh stabil di 4 sampai 6%. Namun IHSG bisa melompat sesuka dia bahkan bisa sampai puluhan pers naiknya bisa puluhan persunnya juga bisa puluhan persbedaan yang signifikan secara fundamental di sini kemudian kita bisa menyimpulkan bahwa laju bursa seringkiali sudah mencerminkan kondisi ekonomi ee jauh sebelum data resminya dirilis. Jadi gambarannya seperti itu. Kita mungkin boleh next lagi. Nah, ini adalah ee kalau misalnya kita pakai ee plotnya dot plot-nya kita lihat
di sini. Jadi titik-titik yang menyebar ini adalah gambaran terkait data-data poin yang tadi aku bilang ada 81 data poin dari 2004 sampai dengan 2026. Dan kita lihat nih titik-titiknya kurang lebih di mana dan ini nanti ketemu tuh angkanya 0,37 itu. Nah, ee kalau misal kita lihat nih, kita baca di sini titik-titik yang menyebarkan tidak membentuk garis lurus sempurna. Seperti kita lihat di sini sangat volatil di mana ada titik di atas, titik di atas juga titik di bawah itu. Jadi sangat-sangat ee volatil sekali dari dot
plot-nya di sini. Kemudian kita lihat juga ada ee visualisasi dari angka korelasi 37,10% tadi di saat PDB stabil di angka 5% ISG justru terpencar bebas dari -40 hingga 80%. Jadi beda bedanya itu jauh banget. Jadi ada yang sampai plus 40, ada minus 40%, ada yang plus 80%. Padahal PDB dengan keadaan seperti ini masih mirip-mirip. Karena kalau misal kita lihat tadi dari segi grafisnya pun PDB itu ee levelnya hanya di level 4 sampai 6% itu dan konsisten sampai hari ini gitu. gambaran seperti itu. Jadi kita melihat di sini ada
bagian-bagian yang sangat-sangat terpencar. Jadi ini kita tidak bisa tarik garis lurus yang benar-benar mirip banget sama dengan apa yang terjadi benar-benar di market. Jadi di sini ada ketidakrelevansian namun masih berkorelasi positif ee sebesar 0,37 koefisiennya. Mungkin boleh dix lagi. Nah, ee kenapa bursa itu bandel terhadap data ekonomi? Kalau misal kita lihat ya e PDB itu kan ditopang oleh konstruksi masyarakat dan kita lihat juga kemarin pada saat pengumuman APBN itu dijelaskan bahwa bukan APBN pengumuman PDB PDB itu
benar-benar sangat-sangat besar kontribusinya dari belanja masyarakat dan juga e konsumsi rumah tangga dan lain-lain. Nah, sedangkan IHSG itu didominasi oleh sektor perbankan dan komoditas yang sensitif terhadap harga global. Dan kita tahu juga kan sebenarnya di Indonesia ini terutama di perbankan-perbankan besar banyak sekali emiten-emiten itu yang dikuasai oleh e investor-investor asing dengan keadaan seperti ini. Jadi ketika investor asing ini mengalami outflow dan lain-lain pasti akan terjimpas juga ke ISG. Dapat
kita lihat beberapa saat terakhir ini di mana ISG mengalami penurunan karena ada aksi outflow dari investor-investor asing yang menyebabkan kita punya IS akhir terdampar juga jauh ke level secara year to date hampir 17%-an. Nah, kalau misalnya kita lihat arus modal asing cenderung lebih mendiktai bsa ketimbang data ekonomi domestik kecuali beberapa waktu terakhir. Dan kalau misalnya kita lihat kan PDB juga sebenarnya kemarin dibuka 5,61% sementara kita toate juga masih mengalami penurunan dan ini kan
sebenarnya ada korelasi ya di mana dana asing di sini juga masih berperan sangat-sangat penting di sini ketika tidak ada inflow, tidak ada ee FDI dan lain ini akan berasa banget gitu dari sisi IASG-nya terdampar di level 7.000-an sekarang. Sebagai contoh kebijakan tarif Trump ya. Kita lihat kemarin pas April 2025 ketika setelah lebaran kita lihat IHSG mengalami penurunan cukup signifikan sampai ada trading health dan kita min 8% dan itu akhirnya melihatkan bahwa aksi outflow dan ketidakpastian di global itu
benar-benar terdampak sangat-sangat ada dampaknya kepada ISG. Dan yang baru-baru ini kita lihat bahwa di Januari kemarin MSI menyebutkan bahwa potensial IASG dan juga Indonesia itu mengalami penurunan dari eh emerging market menuju frontier market. Ini kan juga memicu sentimen kurang baik bagi pasar. Dan akhirnya kita lihat YASG sampai sekarang masih bertanker di level 7.000-an walaupun PDB-nya di level 5,61% dengan keadaan seperti ini. Jadi ini masih ada korelasi sangat cukup kuat di sini. mungkin boleh
di next lagi. Nah, ini kita ngelihat nih ketika ee kita bandingin ee dari PDB nominal kita dibandingkan juga dengan market cap ISG kita. Kalau misal kita tahu kan di di luar negeri itu ada yang namanya Buffet indicator di mana PDB nasional eh Amerika Serikat dibandingkan dengan total market cap dari ee indeks di Amerika itu sendiri. Dan kita lihat kan ada kemarin sudah sampai udah sempat sampai ke level 2 gitu dan itu kan sebenarnya udah cukup ee resiko dengan keadaan seperti itu sehingga banyak
sekali e bank-bank besar dan juga headf-headf besar yang menjelaskan bahwa ini ada kecenderungan untuk sudah memiliki di level valuasi yang sudah over value dengan karena seperti ini. Dan ini ada data-data yang kita pakai. Jadi berdasarkan 2004 rasio market cap terhadap PDB kita itu hanya 29,52%. setting mejaan waktu kita lihat di sini ada penambahan sampai di 2007 ada 50,33% sampai akhirnya 2008 itu malah dihantam dengan supply mortgage waktu itu dan ada 21,75% dari kalau misal kita alterasio market cap terhadap PDB-nya. Kemudian
itu mulai beranjak naik lagi sampai dengan sekarang dan mungkin boleh di next lagi. Nah, kalau misalnya kita lihat beranjak naik terus dari kemarin dari tahun 2008 itu dari 20-an% sampai kemarin 2025 itu ditutup di level 66,53%. Jadi ini kenaikan sudah cukup signifikan dan ini kan kita lihat juga kenaikannya cukupcukup gradual pelan-pelan pelan-pelan cuman namun pasti dengan keadaan seperti itu dan ini mencerminkan bahwa semakin hari investor-investor itu sudah mulai masuk Indonesia. Jadi kita lihat juga dari IHSG kita kemarin 2000
pas ditutup tahun 2025 itu hampir menyentuh 9.000-an dan ini kan juga terkorelasi positif dengan adanya seperti ini sehingga ee rasio ini benar-benar menjadi salah satu patokan juga bahwa ketika IASG mengalami kenaikan dan juga market market cap RX ini mengalami kenaikan dan ee ini akan berkorelasi juga nanti cukup positif juga terhadap PDB. Nah, nanti habis ini kita akan ngejelasin nih terkait tahunan kira-kira dari tahun 2004, 2005, 2006 sampai 2026 ini dikorelasikan dengan IDX market cap-nya tuh berapa dan nanti kita
ketemu angkanya benar enggak sih kalau secara long term itu sebenarnya ISG emang ada korelasi dalam pertumbuhan PDB. Mungkin boleh di next. Nah, ee untuk kita niat ni untuk kita ngejelasin ya, ini ada di mana kita akan menyelaraskan ekspektasi dengan realitas. PDB bukan indikator untuk trading harian atau kuartalan karena adanya jeda waktu dan volatilitas yang berbeda. Terus kita juga lihat juga ada PDB adalah jangka fundamental. Pertumbuhan ekonomi menjamin kapasitas pasar dalam jangka panjang. Namun
sentimen global menentukan harga dalam jangka pendek. Karena kalau misalnya kita lihat ISG ini benar-benar kan sangat-sangat terpacu sama adanya net inflow dan juga net outflow dari e foreign ini sendiri. Sehingga dengan keadaan seperti ini kita benar-benar harus memantau dengan keadaan seperti ini dan kita lebih fokus untuk long term karena long term itu sudah pasti ada kenaikan e kenaikan dari money supply. PDB juga pasti akan naik dan keadaan seperti ini kan pasti evaluasi dari pasar emiten-emiten di pasar juga akan
naik. Sehingga kalau misalnya kita lihat nih secara historis dalam rentang 20 tahun terakhir setiap 1% pertumbuhan PDB nominal itu Indonesia PDB nominal Indonesia ukuran marketpap IHSG rata-rata berekspektasi sebesar 1,37% secara CHGR dan ini untuk market cap IDX ya bukan IASG karena market cap IDX dan market cap IASG itu berbeda. Jadi ini e secara gerulung-menggulung terus dan ini kan sebenarnya bagus juga. Jadi kalau misalnya kita tarik ke belakang selama 20 tahun ini sebenarnya kalau misalnya
kita invest untuk long term ini pasti nanti dengan setinya akan ada kenaikan juga dari kita punya e valuasi dari aset-aset emiten-emiten kita. Tapi kita lihat di sini e ketika di kita mengambil kebijakan untuk hanya short term aja, short term ini ada tendensi untuk adanya koreksi signifikan dan koefisiennya seperti yang tadi kita lihat itu di level 0,37. Sementara di sini kalau misalkan kita buat resetnya kan tadi itu di level 0,97. Jadi sangat-sangat besar hampir satu. Jadi kalau misalnya kita
lihat dengan keadaan seperti ini kenaikan dari adanya eh baik di money supply terutama PDB di sini pasti nanti akan ada korelasi yang cukup signifikan juga dengan pertumbuhan dari IDX Market Cap ini sendiri.

Komentar