Sementara itu pemirsa, sejumlah perwakilan orang tua dari korban kekerasan Deker Liter Aresya mendatangi rumah Dinas Walikota Yogyakarta siang tadi. Pasca penggerebegan tempat penitipan anak atau Decare Little Aresia di Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta, sejumlah orang tua korban menemui Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Pertemuan antara para orang tua korban dan Walikota Yogyakarta berlangsung pukul siang tadi. Kedatangan para orang tua korban dugaan kekerasan guna menyampaikan perihal kasus yang dialami
anak balita mereka. Para orang tua yang menitipkan anaknya ini mengaku terkejut dan kecewa setelah mengetahui dugaan perlakuan tidak manusiawi yang dialami oleh anak-anak mereka. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kasus kekerasan di sebuah tempat penitipan anak di Yogyakarta, sudah bergabung bersama kami pemirsa Bapak Nurwan Windarto yang merupakan orang tua dari salah satu korban. Selamat malam, Pak Nurman. Selamat malam. Ya, terutama dan pertama-tama kami turut prihatin, Pak, mendengar adanya kabar ini tentunya yang
juga menimpa anak Bapak. Ee mungkin bisa diceritakan, Pak, pertama kali kemudian mendapati ee informasi bahwa ada perlakuan kekerasan di tempat penitipan anak ini atau dayare ini seperti apa, Pak Nurman informasinya? Ya, terima kasih ee TV1, Ibu Ken, Ana, dan Tiara. Ee pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada Kapolesta Kota Yogyakarta dari KPID Kota Yogyakarta yang telah sigap menanggapi laporan dari salah satu apa ee pengasuh yang dulu telah kerja di situ sehingga langsung dililakukan penggerebekan pada hari Jumat siang
kemarin. Jadi ee Jumat siang kemarin kami ee mengetahui ada penggerebekan itu setelah ditelepon dari salah satu orang tua yang menjemput juga di situ untuk segera ke tempat pengasuhan bahwa di sini ada terjadi penggerebekan. Setelah itu kami ke sana ternyata benar sudah ada banyak ee pihak kepolisian melakukan pengerebekan dan kami di ee lihatkan ee video pada proses penggerebekan itu ternyata ee anak-anak yang di ee titipkan di Little Aresia itu ee dalam keadaan tidak manusiawi seperti itu. Baik, Pak Nurman. Kalau kondisi dari
anak Bapak sendiri sejauh ini seperti apa saat ini? Jadi ee kami menitipkan dua anak ya di Literia yang bercewek itu kami menitipkan dari tahun 2022 masuk pada saat usia ee 2 tahun lebih sampai dengan ee tahun 2025 itu ee selesai di DK Liter Arisia karena masuk TK pindah TK. Kemudian anak yang kedua kami masukkan di tahun 2000 apa 24 ee dari usia 3 bulan sampai sekarang usia 2 tahun setengah 2,5 tahun. Jadi sudah 4 tahun kami mempercayakan di ler Aresia apa ee ee apa jenengnya ee indikasi-indikasi itu sebenarnya kami
tidak sadar sebagai orang tua. Kejagalan-kejalan itu sebenarnya sudah kami rasakan. pertama ee dari anak Pak yang perempuan itu ada luka di dagu di e kening, di apa namanya di badan lah. Kami coba mengcoss cheek pada waktu itu ee namanya Miss ya di sana Miss panggilannya Miss ini kenapa ya adik kok ada luka seperti ini? ee oh tidak segera cepat merespon nanti responnya agak lama. Oh ini mungkin luka dari rumah Bun. Oh ya seperti kita enggak kita enggak apa ee curiga karena cara penyampaian miss-nya itu sangat
menenangkan kami. Kemudian adik-ak yang cowok ini ee semenjak dititipkan di sana itu sering sakit setiap bulan itu pasti ke dokter. Akhirnya berkelanjutan setiap bulan sampai kemarin habis lebaran pun ke dokter rumah sakit dan ternyata divonis pneumonia. Nah, ternyata setelah ada penggerebekan ini kejanggalan-kejanggalan itu sama dengan orang tua yang lain. Ternyata sama kasusnya ada luka di badan, di bibir, di tangan, di punggung, kemudian sakit yang enggak berkunjung sembuh. sembuh. Tapi nanti setelah sekolah lagi
ee sakit lagi. Bagi kami orang tua itu juga apa ee apa di karena di deker tapi di deker itu struktur pengurusnya lengkap ada dokter, ada perawat. Ternyata semua itu tidak ada di sana seperti itu. Hm. Artinya Pak Nurman sempat juga melakukan atau mungkin bertanya dan berdiskusi dengan orang tua dari anak-anak yang lainnya ya, Pak ya. dan selama 4 tahun menitipkan dua orang anak di sana, sempat juga ada keluhan yang disampaikan langsung, Pak, dari anak-anak kepada Bapak? Keluhan secara langsung ee tidak ya. Ee
namanya karena masih kecil ya ee untuk menginformasikan khususnya yang masih ee dari 3 bulan sampai 2 tahun setengah ini. Jadi setiap pagi kan kadang saya memandikan. Nah, kemudian ee mengantar sampai di sana sampai di penitipan. Kemudian enggak lama kemudian kita terinfo dari missnya itu, “Bun, ini ada luka di punggung ya, Bun. Ini ada luka di mibir ya. Ee ini ee luka ini pas waktu kedatangan ya dari seolah-olah luka itu memang dari rumah satu dua beberapa kali itu ee selalu menenangkan kalau kita tanya. Jadi akhirnya memang
beberapa bulan ini kami sudah mulai apa ya mulai ee menimbulkan kecurigaan. lukanya itu kan luka yang cukup ee cukup ya enggak memungkin kalau digaruk anak di dari belakang itu kan munggung belum bisa menggaruk. Kemudian ee berat badan juga tidak naik secara komunikatif memang anak-anak memang didoktrin mungkin karena tidak bisa mungkin tidak melaporkan. Tapi kalau yang anak perempuan ini ee karena kejadian ini saya tanya ee dampaknya memang ini dia ee anak saya yang perempuan tidak konsisten dalam bercerita kadang
berubah-rubah. Nah, tadi coba saya pendekatan. Oh, kamu diginikan ya. Ee iya terus nanti berubah tidak jadi timbul ee tidak konsisten dalam gereja. Nah, ini ee dampak ini kebetulan kami sering berkumpul dengan beberapa korban orang tua sama gitu. Baik, Pak Nurman. Sebelumnya terima kasih sudah berbagi informasi dan juga ceritanya kepada kami. Tentu kami berharap bahwa kejadian serupa tidak terjadi lagi dan pihak kepolisian juga secara lancar begitu ya mengusut hal ini hingga mendapat keadilan. Terima kasih. Selamat malam,
Pak Nurman.
Komentar