Beranda / Berita Utama / Permainan Tawar Menawar Kedua Iran-AS di Pakistan

Permainan Tawar Menawar Kedua Iran-AS di Pakistan

Negosiasi putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan mulai menunjukkan titik terang. Amerika Serikat disebut telah mengirimkan delegasinya yaitu utusan khusus Steve [musik] Wkov dan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump Jared Kner. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Arachi tiba di Islam Abad Pakistan Jumat 24 April 2026. Namun beredar isu bahwa Iran tidak ingin bernegosiasi secara langsung dengan Amerika Serikat. Bagaimana peluang negosiasi dan kelanjutan gencatan senjata Iran Amerika

Serikat? Kita bahas. Irani Stepen Jar. Pada hari yang sama dengan kedatangan di Pakistan, Menlu Iran Abbas Arachi mengunggah pernyataan di akun media sosialnya yang menyebut kunjungan ke Islamabat merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke Mask Oman, dan Moskwa Rusia. Ia menegaskan bahwa tujuan kunjungan tersebut untuk berkoordinasi secara erat dengan para mitra terkait isu-isu bilateral serta berkonsultasi mengenai perkembangan kawasan. Menanggapi negosiasi putaran kedua ini, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pitt

Hexet menyatakan negaranya siap menghadapi segala kemungkinan. core mission. America’s will is unshakable. Our capabilities unmatched. Our blockade is only growing and going global. And as the president said, we have all the time in the world. Iran has a historic chance to make a serious deal and the ball is in their court. Either way, the war department stands ready for what comes next. Locked and loaded. Negosiasi putaran pertama Amerika Serikat Iran sebelumnya menghadapi sejumlah ganjalan. Salah satunya

tuntutan Amerika Serikat agar Iran menghentikan program nuklirnya. Isu ini diperkirakan tetap menjadi pembahasan utama dalam negosiasi putaran kedua. Sebelumnya di ujung tenggat berakhirnya gencatan senjata Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin 21 April waktu sempat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa menyebutkan durasinya. Meski demikian, Trump menegaskan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap dilakukan oleh militer Amerika Serikat. Mehdi Muhammadi, penasihat ketua

parlemen Iran Muhammad Galif menyatakan bahwa perpanjangan genjatan senjata oleh Trump tidak memiliki arti yang menilai kelanjutan blokade setara dengan tindakan pengeboman dan harus direspons secara militer. Ia juga menyebut langkah tersebut sebagai upaya membeli waktu untuk kemungkinan serangan kejutan. Sahabat Kompas, apakah negosiasi putaran kedua ini akan menghasilkan kemajuan signifikan atau sebaliknya perang terus berlangsung dan geopolitik serta ekonomi dunia mencari bentuk yang baru? [musik]

TNI Megadakan Latihan Pasukan di Perairan Karimun Jawa, KRI dan F-16 Hancurkan Kesesuaian Beberapa Waktu

Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *