Proses pembersihan ranjau laut di Selat Hormus diperkirakan dapat berlangsung hingga 6 bulan. Perkiraan ini disampaikan Pentagon kepada Kongres Amerika Serikat pada Selasa, 21 April 2026. Mengutip laporan The Washington Post, tiga pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan bahwa estimasi itu memicu kekecewaan dari anggota kongres lintas partai. Penilaian ini juga memperkuat kekhawatiran bahwa harga minyak dan bensin akan tetap tinggi meskipun kesepakatan damai tercapai. Saat ini rata-rata harga bensin di AS
mencapai 4,02 AS [musik] atau R9.519 per galon meningkat dari 2,98 AF atau R51.534 sebelum konflik pecah pada Februari. Presiden AS Donald Trump sendiri memberikan pernyataan yang tidak konsisten terkait harga energi. [musik] Ia sempat mengatakan harga bensin bisa tetap stabil atau sedikit naik menjelang pemilu paruh waktu sebelum kemudian menyebut harga akan menjadi jauh lebih rendah sebelum pemilu. Para pejabat AS mengungkapkan Iran diduga telah menempatkan setidaknya 20 ranjau di sekitar Selat Hormut.
Sebagian ranjau diperkirakan dipasang dari jarak jauh menggunakan teknologi GPS sehingga sulit dideteksi oleh militer AS. Sementara ranjau lainnya diyakini ditempatkan melalui kapal kecil oleh pasukan Iran. Meski demikian, Pentagon enggan memberikan rincian lebih lanjut. Juru bicara Pentagon Sian Parnel hanya menyatakan informasi yang beredar tidak akurat dan menuding media lebih mengedepankan agenda daripada fakta. Iran disebut mulai menempatkan ranjau sejak Maret 2026. Seiring meningkatnya serangan dari AS dan Israel.
Tr memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya jika tidak mencabut rancau tersebut. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pit Hexit menyatakan pasukan AS akan menghancurkan kapal-kapal Iran dengan presisi dan tanpa ampun.
Komentar