Beranda / Bisnis / Nego Nih Bos AS-Iran, IHSG Mengeras ke 7.700 Tapi Rupiah Sangat Lemah

Nego Nih Bos AS-Iran, IHSG Mengeras ke 7.700 Tapi Rupiah Sangat Lemah

Mas Alfan, kita lihat pergerakan indeks harga saham gabungan hari ini cukup optimis ya, berada di zona hijau melanjutkan rally yang sudah terjadi di sepanjang pekan meskipun sebetulnya posisi rupiah saat ini masih ee cenderung melemah begitu ya. Apa ee yang menjadi pantauan utama bagi para pelaku pasar untuk pergerakan market kita? Ya, memang kalau kita berbicara untuk perdagangan di sesi satu paling tidak di hari ini kita masih mendapat sentimen yang positif dari faktor eksternal ya, khususnya dari eskalasi atau konflik

yang ada di Timur Tengah antara Amerika Serikat dengan Iran yang sampai hari ini saya rasa mulai ada titik terang akan terjadinya negosiasi yang kedua ya antara Amerika Serikat dengan Iran yang mana ini menciptakan sedikit ee kelegaan bagi banyak pelaku pasar yang menyebabkan terjadinya rally ee ee di pasar e saham tidak juga tidak cuman di Indonesia tapi juga di global ya. Termasuk tadi malam Wall Street juga ditutup di zona hijau dan pagi ini sampai siang ini di ee zona Asia Pasifik juga banyak indeks yang mengalami

penguatan termasuk juga ke ISG. Jadi faktor eksternal dengan sedikit meredanya atau sedikit adanya optimisme terhadap penurunan tensi perang geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran ini menciptakan ee nada yang positif ya bagi ee respon pelaku pasar terhadap market kita. Oke. Baik. Tapi pergerakannya yang berpengaruh kepada pergerakan secara sektoral seperti apa? Begitu ya. Kita lihat sektor energi saat ini juga masih ee ee bergerak di zona hijau begitu dan meskipun sebenarnya pergerakan harga

minyak saat ini cukup ee konsta berada di bawah 100 dolar Amerika Serikat per barel begitu ya. seiring dengan ee merendahnya ketegangan ee geopolitik begitu dengan ekspektasi mungkin ada poin-poin kesepakatan yang akan disepakati antara Amerika Serikat dan Iran begitu meskipun cukup alot sebetulnya [tertawa] ya. Nah, tapi seberapa jauh begitu Anda ee ataupun juga Mas Alfan melihat pengaruhnya kepada sektoral dan bagaimana pergerakannya sejauh ini? Ya, memang kalau kita lihat di pergerakan hari ini

dan juga sejak mulainya semacam technical rebound daripada ISG yang dimulai dari tanggal 8 April atau ketika ee munculnya apa namanya gejatan senjata ya oleh Amerika Serikat dan juga Iran selama 2 pekan. Ee dari situ aja kita bisa melihat sampai hari ini pergerakannya memang masih didominasi oleh sektor-sektor energi dan terkhusus juga oleh emiten-emiten konglomerasi. Jadi masih balik lagi seperti yang terjadi di ee pergerakan indeks kita di tahun 2025 pertengahan setelah tarif ee perang pengumuman tarif ee Amerika

Halah Gk Danta Bawa IHSG Makin Makin ke Level Kejiwaan 8.000-an, Seorang Ramai Menunggu Keadaan Sekarang

Serikat ya ke seluruh dunia resip lokal tarif itu juga yang didominasi oleh kenaikan saham-saham Konglo dan sementara untuk saham-saham blue chip seperti big banks kita justru masih e melempem dan itu di 2025 dan ini terjadi lagi di ee pergerakan paling tidak sejak 8 April ketika market rebound itu yang mendominasi lebih ke saham-saham konglomerasi ya seperti Kita lihat saham-saham milik daripada Prago Pangestu, kemudian juga eh Grup Bakri sampai ke Happy Absoro dan juga ke emiten-emiten milik Haritaru itu juga

mengalami penguatan. Jadi masih saya lihat dari sisi sentimen eksternal memang sedikit membaik dan ditambah dengan posisi emiten-emiten Konglo yang memang porsinya cukup besar gitu yang memiliki ee porsi yang besar sehingga ketika mereka mengalami rally itu bisa mendongkrak juga ee pergerakan kenaikan pada ISG secara keseluruhan. Walaupun kalau kita melihat secara sektor misalkan finance eh banking kita justru masih tidak begitu tidak se bullish itu ya apa reboundnya gitu dibandingkan dengan MTEN-Minten Kongo lainnya. Dan

kemudian kalau kita lihat sektor-sektor lainnya seperti transportasi itu juga belum masih menunjukkan ee rebound yang begitu pesat seperti yang lainnya. Jadi masih secara keseluruhan saya merasa sektor energi dan juga emitenan-emiten khusus komerasi ini masih mendominasi dari pergerakan pasar di hari ini dan juga sejak dimulainya rally di tanggal 8 April. Oke. Baik. Tapi seberapa jauh begitu ya pergerakan ee indeks kemudian kita lihat kan rupiah juga saat ini masih berada di 17.100-an begitu ya. karena seberapa ee

ee besar pelemahan rupiah ini bisa menjadi downside risk bagi rally pasar saham kita dan bagaimana mungkin ee ee pantauan ya dari tim riset akan pergerakan rupiah sendiri yang cukup kons berada di 17.100-an ya. Sebenarnya kalau kita melihat nilai toko rupiah sebetulnya korelasi dengan ee foreign flow ya yang kalau kita melihat bagaimana ee memang di dalam setelah terjadinya konflik geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran ini menimbulkan adanya capital flight dari emerging markets termasuk

dari Indonesia itu kembali ke ee luar negeri termasuk Amerika Serikat sehingga dolar mereka menguat ya itu ee terlihat dari sana dan kalau kita berbicara tentang pergerakan rupiah yang sampai hari ini justru masih ee berketerbalikan dengan posisi IASG yang ketika Jika ISG sudah mengalami rebound rupiah justru sebaliknya masih terus mengalami ee penurunan atau koreksi terhadap atau pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat dan juga beberapa ps lainnya. Tapi kita lihat di sini memang ee artinya ini bisa

Keadaan Big Caps & Energi Dilego Ancur IHSG Anjlok Ke Area Bereum

menunjukkan bahwasanya foreign flow yang ada di Indonesia ini masih cukup ee menantang, masih cukup challenging dari posisi ee flow asing ya. Karena kalau kita melihat khusus di pergerakan asing di ISG aja dari beberapa dari pekan lalu aja itu masih terjadi yang namanya net outflow gitu. artinya belum ada arus kembali masuk ke dalam ISG yang cukup masif dibandingkan nilainya yang keluar cukup fantastis ya sejak ee e melutusnya perang di akhir Februari lalu. Jadi ee dari ya dari capital market aja kita

sudah bisa melihat bahwasanya belum ada inflow yang signifikan ee yang menyebabkan tentu juga berpengaruh pada ee nilai tukar rupiah kita. Jadi itu yang yang saya rasa ee bisa kita sinyalir daripada pergerakan rupiah yang selama yang tengah mengalami ee pelemahan terhadap dolar dan kok bisa berbeda dengan ISG ya karena ISG saat ini didominasi oleh domestik gitu bukan dari ee asing. Iya. Oke ya. Ee dan pantauannya juga mungkin terhadap e US Tracery ya dan juga pengaruhnya kepada market domestik kita seperti apa begitu ya. Dalam

utamanya dalam beberapa waktu terakhir dalam pekan inilah seiring dengan ee negosiasi yang terus berlangsung. Karena ini kan juga sangat berpengaruh ya kepada pergerakan e yield dari US Tresory. Kemudian juga akhirnya pengaruh juga kepada ee pasar keuangan domestik kita. Nah, overall ini seperti apa dalam pekan ini? Iya memang sama ya ketika kita lihat di sepanjang pekan ini sejak adanya ee genjatan senjata Amerika Serikat dan Iran itu membuat ee sentimen terhadap ee risk aset itu mulai kembali muncul gitu

di pasar e global dan juga baik ke pasar domestik dalam negeri kita. Dan kalau kita melihat eh yield US Treasury untuk yang 10 tahun itu memang tengah mengalami penurunan secara yieldnya. artinya memang ee kembali diburu oleh pelaku pasar dari sekitar 4,4 ya di pertengahan bulan lalu gitu sampai sekarang sudah kembali turun di 4,2 ya artinya memang terjadi kembali ee peningkatan minat terhadap terhadap ee US Treasury itu sendiri dan itu sebetulnya menunjukkan hal yang positif itu ketika ini terjadi artinya market

sudah mulai ee apa ya ris on kembali gitu dan kalau itu terjadi nanti memang hujungnya pada ee persepsi ee pelaku pasar tidak cuman di ee ee global tapi juga masuk ke domestik. Itu sudah terjadi ya ketika yieldnya US Treasure itu turun dari 4,4 ke 4,2 kemudian ISG mengalami rally walaupun secara foreign itu masih eh foreign flow itu belum belum ada gitu di e ISG kita. Tapi paling tidak dengan adanya penurunan yield US Treasure ini membuat ee pelaku pasar ini sedikit lebih optimis gitu ya terhadap ee

Harga Emas Melsat Terus Menerus Mencapai Perang AS-Iran Hajar Asia

eskalasi geopolitik yang selama ini dikhawatirkan ini sepertinya bisa lebih reda ke depannya sehingga membuka kembali ee sentimen rison bagi oleh pelaku pasar yang mendorong kenaikan daripada ee beberapa apa instrumen domestik gitu ya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *