Assalamualaikum, sampurasun lejing enjing wargi Jabar dan seluruh warganet di mana pun berada. Ayo kita tinggalkan kepenatan di malam minggu ini. Kita tersenyumlah sejenak. Saya sampaikan ya bahwa data siswa yang terpetakan dari entry data PCMB itu ada 444.000 siswa yang sudah terpetakan. Dari peta tersebut kami sudah bisa membaca ada potensi 70.000 siswa yang belum bisa terakomodir di sekolah negeri.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta. Sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat, siswa yang bersekolah di situ terhitung tahun ajaran 2026-2027 biayanya ditanggung oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Orang tua tidak perlu mengeluarkan uang lagi.
Pemetaan calon murid baru PCMB 2026 mengungkap fakta bahwa puluhan ribu siswa di Jawa Barat berpotensi tidak mendapatkan bangku di sekolah negeri. Menyikapi persoalan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan negara akan hadir dengan menanggung biaya pendidikan mereka melalui kerja sama dengan sekolah swasta. Berdasarkan data terbaru dari sistem PCMB, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat 444.000 calon murid telah masuk dalam proses pemetaan. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah mengidentifikasi adanya sekitar 70.000 siswa yang belum dapat terserap ke SMA SMK Negeri akibat keterbatasan daya tampung.
Sebagai solusi, Pemprov Jabar menggandeng sekolah swasta untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan jumlah sekolah negeri. Dedi menegaskan seluruh biaya pendidikan siswa yang masuk ke sekolah swasta mitra pemerintah akan ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat mulai tahun ajaran 2026-2027. Dengan kebijakan tersebut, orang tua tidak lagi dibebani biaya pendidikan bagi anak yang masuk ke sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Komentar