Olahraga
Beranda / Olahraga / Parah Nih Jauh-jauh ke Budapest Malah Jadi Aib Inggris Duh Bos! Arsenal Jadi Badut Eropa

Parah Nih Jauh-jauh ke Budapest Malah Jadi Aib Inggris Duh Bos! Arsenal Jadi Badut Eropa

Bagi banyak orang, minggu pagi itu adalah waktu paling indah. Tapi kalau minggu pagi ini kalian lihat orang marah-marah enggak jelas, mending enggak usah ditanya kenapa. Bisa dipastikan 99% mereka fans Arsenal. Gimana enggak marah-marah coba? Sudah jauh-jauh ke Budapest, follow overland NC, endingnya malah jadi aib Inggris. Pasukan Michel Arteta kalavia adu penalti, tapi kekalahan itu bermakna jauh lebih memalukan buat Arsenal. Bahkan momen mereka membantu di Puskas Arena akan terus diabadikan dalam

buku-buku sejarah. Mau tahu kenapa kegagalan ini akan dikenang abadi? Simak video ini karena starting 11 Moment kali ini akan membedah tuntas kisah Arsenal yang jauh-jauh ke Budapest cuma buat jadi badut Inggris. Tak perlu basa-basi, mari kita buka pembahasannya dari laga akbar di Budapest final Liga Champions 2025-2026. Sesuai dugaan banyak orang, Arsenal berusaha mencuri gol cepat sejak awal laga. Mereka mendapatkannya. Kers pemain bermental juara yang kerap jadi pembeda getarkan jalamat Vonov saat

laga baru berumur 6 menit. Goldfords menciptakan euforia buat para pendukung Arsenal. Mungkin para guners sudah berpikir kalau mereka akan menjuarai Liga Champions. Apalagi sepanjang gelaran UCL musim ini, Arsenal memang belum pernah merasakan kekalahan. Lagi-lagi tanda-tanda alam juga memperlihatkan masa depan cerah buat Arsenal. Namun jangan lupa kalau tim yang dihadapi meria meladan ini adalah PSG. Ketinggalan satu gol membuat anak as Luis Entrque makin kesetanan untuk menyerang. Sementara Arsenal kalau sudah

ngegolin yang tinggal ngendok di depan gawang. Itu terlihat dari statistik di mana gawang Arsenal dibombardir 21 tembakan oleh PSG. Sayangnya pertahanan Arsenal akhirnya jebol di menit 65. Sebuah aksi Visa Fares Kelia memaksa Moscera melakukan pelanggaran di area kotak penalti. Osmani Dembele yang jadi eksekutor pun dengan dingin merobek Jala David Raya. Gold tersebut berhasil mengubah papan skor menjadi sama kuat 1-1. Hasil sama kuat memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Final di Budapest benar-benar mendebarkan

utamanya buat fans Arsenal yang harus menyaksikan timnya digempur 7 hari 7 malam oleh PSG. Karena kedudukan masih 1-1 sampai 120 menit, laga kemudian berlanjut ke babak adup penalti. Siapa pemain Arsenal yang paling kalian benci? Mungkin banyak dari kalian akan menjawab Gabriel Magales. Bukan hanya kokoh, Passel Brazil ini kadang juga tengil dan suka memprovokasi lawan. Tapi di Budapest, Gabriel diam bahasa. Kenapa? Karena dia resmi jadi salah satu antagonis Arsenal di babak adu penalti. Kalau urusannya sudah tos-tosan macam

Real Madrid Anjay Pernah Bangkrut! Rahasianya Bikin Klub Lain Membuatnya Sangat Iri

ini sih mental tak bisa dibohongi. Mulainya semua berjalan mulus buat kedua tim. Guno Ramos dan Victor Geoker sukses mencetak gol sebagai penendang pertama. Bahkan saat Eberesi Ece dan Nuno Mendez gagal, skor masih sama kuat. Sampai tibalah pada penendang nomor 5, Lukas Beraldo dengan Cemik menembak ke sisi pojok kiri gawang David Raya. Kesuksesan Beraldo praktis membuat Gabriel wajib hukumnya mencetak gol ke gawang Savonov. Tapi apa yang dilakukan sang defender? Saat tiba gilirannya menendang, Gabriel

ini malah menembak awan. Seketika para pemain PSG langsung berpesta. Sementara Gabriel yang biasanya bikin fans lawan emosi cuma bisa nahan nangis. Tapi Gabriel seharusnya sih bangga. Kenapa? Karena menurut Opta, doi ini cetak rekor langkah. Gabriel adalah orang pertama yang tembakan penaltinya di final UCL mencium awan dalam 21 tahun terakhir. Budapest akhirnya menjadi saksi bagaimana tragisnya akhir perjalanan Arsenal di Liga Champions musim ini. Fans Arsenal, kalian boleh-boleh saja membanggakan rekor unbitten tim

kesayangan kalian di UCL. Tapi kayaknya sih Premier League malu lihat kegagalan tim kalian di final UCL ini. Bisa dilihat musim ini ada tiga utusan IPL melaju ke final Europa League. Aston Villa dengan gagahnya menembus final Europa League menantang Freberg. Crystal Pele secara tiba-tiba maju untuk menantang Rayo Fayekano di final Conference League. Tapi di antara tiga wakil Inggris itu hanya ada dua yang bisa membanggakan tanah Britania. Villa dengan perkasa menggunduli Freberg tiga gol tanpa balas di Istanbul. Peles

menang tipis saja ketika Persua rayo di Lepsi. Dua wakil Inggris pulang ke tanah asal dengan rasa bangga. Tapi yang satu ini nih masih setia sama statusnya sebagai sang runner up. Padahal di awal Arsenal ini tampil sangat meyakinkan. Semua laga di fase liga saja berhasil mereka menangkan. Total 14 laga yang mereka lewati tanpa kekalahan untuk bisa tampil di final Budapest. Tapi semua rekor itu tak berguna. Arsenal jauh-jauh datang ke Budapest cuma untuk jadi mainannya PSG. Dari anggota Pig six, faktanya cuma Arsenal

yang belum pernah juara Eropa. Bahkan WSM yang musim ini terdekasi aja sudah pernah angkat trofi Eropa. Apa sudah pernah juara Inter City Fairs Cup sama UFA Cup Winners Cup? Haduh, ini tahun 2026 kali piala-piala udah expired dan enggak perlaku lagi sebelum final. Sebetulnya Arsenal ini sudah diberi karpet merah untuk mengangkat piala. Biasanya tim yang kalah di final pertamanya bakal juara di kesempatan keduanya masuk final. Nah, Arsenal ini kan sudah pernah masuk final di 2005. Jadi, besar harapan mereka akan

Tanpa Pep Guardiola! Liga Inggris Suasana Depan Pasti Dijamin Lebih Sangat Seru?

mengangkat si kuping lebar di Budapest. Namun sedikit catatan saja menang di final kedua bukan untuk semua orang. PSG pernah melakukan itu setelah final 2020. kemudian juara di final 2025. Manchester City juga melakukannya di final 2023 setelah kalah di final 2021. Tapi Arsenal ini lebih suka mengikuti jejak mereka yang lebih dari sekali masuk final. Tapi waktu disuruh angkat piala malah bilang besok aja. Inter pada 2023 masuk final, tapi pada 2025 mereka malah kalah. Valencia lebih parah. Dua kali masuk final secara

beruntun, dua kali pula mereka dipecundangi oleh tim lawan. Masih ada lagi yang lebih parah, yakni Atletico Madrid. Tim asal Spanyol itu tiga kali masuk final tapi tak pernah sekalipun menjadi juara. Tapi buat fans Arsenal enggak usah kecewa. Tim kalian tetap akan masuk buku sejarah kok. Arsenal adalah tim pertama di UCL yang unbinten sepanjang kompetisi tapi gagal juara. tentunya babak penalti enggak masuk hitungan ya. Ya, kalau enggak jadi dapat trofi emas bisa kali panitia UCL kasihi ini buat oleh-oleh hiburan dari

Budapest. Dari tadi kita sudah membahas Arsenal, lalu PSG-nya sendiri gimana? Ya, final UCL 2026 di Budapest tentu saja bukan cuma menyajikan kisah sedih Arsenal. Di balik air mata deklan rice dan kolega ada rekor gila sang lawan Paris Saint-Germain. PSG kini jadi salah satu tim yang sanggup juara UCL secara back to back. Seperti yang sudah dibahas sebelum-sebelumnya, tanpa bintang-bintang besar PSG Besutan Leis Andrique ini justru tampil lebih ganas. Bahkan kalau boleh jujur, Lep Parisan seharusnya bisa mengakhiri final ini

lebih cepat. Tercatat ada banyak peluang terbuang sia-sia di depan gawang Arsenal. Namun diakui sendiri oleh Entrike kalau pertahanan parkir tronton Arsenal membuatnya frustasi. Kami berhasil mengatasi Arsenal yang sangat menyulitkan. Pertandingannya sangat ketat sangat menyulitkan sejak menit-menit awal. Kata eks pelatih Barcelona itu mengutip tribuna. Sebagai informasi, PSG ini akhirnya memecahkan rekor Real Madrid sebagai satu-satunya tim yang sanggup juara back to back di era Liga Champions.

Namun dalam hal ini Madrid masih sedikit di atas PG. Pasalnya mereka adalah satu-satunya tim yang mampu menjuarai turnamen sampai tiga kali beruntun. Apapun itu, Enrique tetap bangga terhadap anak asuhnya. Seperti yang kita bilang, PSG telah menulis sejarah dengan keberhasilan di final Budapest 2026 ini. Ternyata bukan cuma presiden kita yang berkunjung ke Prancis, Trofi UCL ternyata juga masih belum bosan balik ke negaranya Osmane Dembele itu. Akhir kata, selamat buat PSG yang kembali mempertahankan gelar juara kalian. Buat

Nama Doang Gede, Hasilnya Kosong! Bintang Ini Gatot Loloskan Negaranya ke Piala Internasional 2026

Arsenal, jangan berkecil hati. Kalian masih bisa menikmati gelar IPL yang baru dimenangkan. Tapi kalau nyari Trofi Eropa tahulah ya harus datang ke mana. Yang pasti jangan ke Emirates. Percuma. Like video ini kalau kalian suka. Subscribe Starting Eleven Moment dan jangan lewatkan setiap update serta bahasan-bahasan menarik seputar sepak bola lainnya setiap hari. Buat yang mau memuji Arsenal silakan di kolom komentar ya. Terima kasih dan sampai jumpa. Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *