Ya, ternyata Amerika Serikat tampaknya ini menyerempet gencatan senjata yang apakah masih akan berlangsung ataupun tidak. Nah, langsung saja kita bahas bersama dengan Mbak Jin Franoa, pakar hubungan internasional President University. Mbak Jin, apa kabar? Kemudian ada TNI, Purraw Bastari, penggamat militer Unhan. Pak Bastari, selamat pagi. Selamat pagi. Selamat pagi. Selamat pagi. Saya mau ke Pak Bastari dulu. Pak Bastari, mengikat serangan Amerika Serikat terhadap Iran ini apakah akan membicu reaksi keras dari Iran? mungkin
saja serangan balasan untuk ee militer Iran atau militer Amerika Serikat yang berada di kawasan atau di Teluk. Ya, terima kasih ee Mbak. Kalau menurut saya ini kejadian ini bukan pertama kali sebetulnya ya. Ee provokasi kemudian respon daripada provokasi sejak dimulainya ee operasi eh Lion Rore awal dulu ya. Kemudian eh Epic Fury segala macam itu yang di yang di yang di ee yang dibuat oleh Iran itu adalah merespon. He. Jadi kalau merespon itu tentu eskalasinya itu kan berada di bawah daripada yang melaksanakan offensif dan
itu ternyata juga membuat ee suatu suasana yang ee terus berkepanjangan sampai sekarang. Nah, kalau pertanyaannya itu adalah bahwa nanti akan menggagalkan negosiasi sekarang itu ya ee dengan di ee suatu balasan yang tidak terukur itu akan kecil sekali kemungkinannya sebab itu akan memacu segala permasalahan global. Tidak hanya Iran, Israel dan Amerika saja, tetapi Eropa, Asia, Afrika semua akan terdampak. Jadi kalau menurut saya bahwa respon Iran itu adalah menunjukkan hanya ingin menunjukkan kepada dunia dignity-nya
mereka sebagai suatu bangsa besar juga masih mampu untuk memberikan perlawanan. Tetapi konsentrasi Iran itu sekarang konsentrasinya kepada bagaimana untuk negosiasi itu berlangsung karena fokusnya adalah pencairan daripada dana yang dibekukan oleh Amerika dan sekutunya. Demikian ya berbicara mengenai pencairan dana ya Trump secara tegas menyatakan tidak akan memberikan kelonggaran sanksi ekonomi meski Iran bersedia untuk menyerahkan ee cadangan unradiumnya. Nah, kalau tidak ee dengan statementnya Trump ini, jika
AS tidak memberikan kompensasi ekonomi apapun, insentif apapun bagi Iran, mau enggak Iran? Ya, itu sebetulnya sudah terkandung jawaban daripada pertanyaan itu karena posisi kedua kedua apa pihak yang bersengketa ini sama-sama pada posisi yang berlawanan. Artinya sebetulnya e sekarang itu yang dikehendaki oleh ee Amerika itu adalah pertama nuklir. I bukan kepentingan Amerika langsung nih ya, tapi kepentingan daripada ee sekutunya tuh di situ. Kedua, masalah senjata ballistik nih. Oke. Itu juga di di di masuk di dalam
deal yang sedang berlangsung di Muskad ini. Terus yang ketiga, masalah bantuan kepada proksi. Hm. Yang terakhir pembukaan daripada ee Selat Hormus. Dan ini kalau menyangkut yang masalah satu tadi kata Iran itu tidak ada negosiasi sebelum dicairkan. H sementara posisi daripada Amerika itu ya diop dulu, dibuka dulu baru ada pencairan bertahap. He. Nah, jadi ini kan sangat sulit mulai daripada negosiatornya itu adalah Pakistan sampai kepada Oman sekarang ini. Nah, inilah yang sebetulnya akhirnya dunia internasional
berspekulasi bahwa sebetulnya ini permainan amunisi atau permainan harga minyak. Hm. H. Nah, demikian kira-kira situasinya sekarang ini. Mungkin Mbak Jin kalau misalnya kita lihat Trump sebelumnya mengatakan mengenai perdamaian begitu dia gaungkan mengenai perdamaian ini, gencatan senjata dan lainnya, tapi bala memperkerus suasana dengan meningkatkan eskalasi, meningkatkan tekanan begitu. Apa sebenarnya saat ini sedang dimainkan oleh Washington? Ya, hari ini kita masuki hari ke-89 ya, artinya 3 bulan pas 28 Februari sampai
28 Mei ini belum selesai perang. Di satu sisi saya melihat ada yang perlu saya apresiasi juga artinya dari kedua belah pihak baik Iran dengan maupun Amerika yang sama-sama ee ingin menyerang, sama-sama tidak mau kalah tetap akhirnya mengupayakan negosiasi. Itu yang perlu kita apresiasi juga ada upaya itu walaupun memang ujungnya sangat ee keras ya dan kemudian tidak ada iya sangat alot, tidak ada satu poin pun dari Iran yang disetujui oleh Trump kan gitu kan. Kemudian penginginan Trump juga yang mengatakan tidak boleh ada
nuklir sama sekali oleh Iran juga ee mereka tetap membangun gitu ya tetap ee tetap apa ingin melihat memperlihatkan kedaulatan mereka sebagai sebuah negara. Mungkin pendekatan hak yang tepat ada dua di sini. Yang pertama teori perang yang klasik ya font classwitch yang mengatakan bahwa ada semacam tanda kutip security dilema juga gitu yang dikembangkan oleh Robert Jarvis ya ahli hiwa ketika negara memperkuat sistem pertahanan keamanannya negara lain merasa terancam. I kita insecure sekali apalagi konteks
Iran Amerika sudah perangnya ini sudah bukan sekarang kan ya sudah dari 40 tahun sudah ada bibit-bibit itu. Kalau teori pendekatan perang modern, saya juga pernah mengembangkan teori bagaimana persepsi publik ya, opini publik dan kemudian melihat yang tadi dikatakan Donald Trump ee apa tidak mau kemudian mengakui atau apa mengatakan bahwa oh eh Iran ini sebenarnya sudah kalah secara militer, tapi juga Iran juga secara dignity-nya sangat kuat tidak mau mengakui kekalahannya. Jadi saya melihat ada teori persepsi, teori
perang modern yang akhirnya netizen secara internasional juga bermain ya di sini arti juga memberikan persepsi bagi Iran, persepsi bagi Amerika. Ujung-ujungnya yang tadi disampaikan Pak Bastari juga ada benarnya. Artinya memang di sini dua negara ini tidak ada negosiasi yang betul-betul sejati terjadi. Tidak tidak ada. Hanya ada upaya tapi belum ada suatu poin final. Ini masih perang posisi kita di hari 89 ini masih perang. Hm. Oke. Tapi kalau kalau melihat kedua belah pihak juga Trump mengatakan ini
sudah proses finalisasi. Sedangkan dari Iran sendiri mengatakan tidak. Baru baru hanya memo MOU saja. belum ada mungkin ee ee kesepakatan yang lebih formal lagi begitu ya terkait hal ini. Tapi Anda melihat bagaimana Mbak karena begini e di tengah genjatan senjata masih ada serangan juga yang dikatakan oleh Kementerian Luar Negeri Iran, serangan di Provinsi Hormosgun ee kemudian serangan-serangan di tempat lain. Padahal kita tahu saat ini juga Iran sudah memperbolehkan 25 kapal melintasi Selat Hormos. Nanti akankah dengan
semakin ditekannya dengan serangan-serangan dari Amerika Serikat membuat Iran okelah kita mendingan tempur aja sekalian. Ya, bisa jadi karena di awal itu mereka satu titik hanya satu ya, Iran ya, Amerika gabungan dengan tentara Israel menyerang Iran. Sekarang kan ada tujuh titik panas tuh ya, termasuk Selat Hormus, termasuk pangkalan Amerika juga, termasuk ee apa? Irak, kemudian ee Suriah, dan Yaman. Ada huti kan di situ ya. Jadi bukan hanya satu titik panas sekarang meluas sudah spiral. Jadi ada teori yang
perang yang teori pelang klasik yang mengatakan memang ada spiral ee perang. Jadi awalnya satu titik kemudian menjadi memanas. Apalagi serat hormus kan menguasai 20% ya pasukan energi dunia kalau tidak salah itu kan artinya seperlima dari ekonomi kita ya kan. Itu itu sangat terasa dan ee Iran mengetahui posisinya bahwa oke secara militer sudah kalah tapi mengetahui ada posisi Selat Hormus yang memasuk 20% energi dunia. Iran memanfaatkan itu sangat mengolah selat hormut itu dengan permainan kemudian
tarik ulur dan kemudian ada poin-poin iya poin poin yang apa ingin dikemukakan kepada Amerika. Sementara Trump sebagai Presiden Amerika atau tadi dikatakan apa Washington mau apa dari awal maunya adalah Iran jangan ada nuklir. Walaupun secara kita kembali ke sejarah yang mengembangkan nuklir yang melatih orang-orang Iran awalnya tadi kan kerajaan Persia kemudian menjadi republik Islam itu sebenarnya Amerika juga. Nah, jadi di sini memang ya saya cenderung ke ee gabungan ya. Jadi bukan hanya teori perang klasik, adu kekuatan,
kapabilitas militer, tapi juga teori perang modern yang tadi saya bilang ada persepsi itu bisa mengubah kebijakan. Apalagi sekarang dengan adanya AI ee suatu jenderal militer itu bisa membuat simulasi perang ke apa menang atau menang setengah itu bisa dengan AI dan dengan data yang sangat valid. Jadi ini tidak bisa terhindarkan ya. Ada suatu ee perkembangan baru juga di dunia hubungan internasional. Oke, kalau begitu kita melihat negara-negara lain seperti Rusia, Cina akan mengambil posisi seperti apa melihat konflik yang
mungkin ekkalasinya terbaru lagi ada penyerangan lagi. I sudah meluas tadi ya sudah tujuh titik dan ya saya melihat Cina masih juga tarik ulur ya walaupun Trump sudah ke Cina ya sudah kemudian berusaha untuk lah ya sowan menggandeng ya tapi belum ada juga apa white defense paper-nya Cina itu buku putih Pertahan Cina belum menyebutkan juga kan eh sebagai kawan 100% Amerika belum belum juga dan juga white defense paper-nya Rusia juga dengan Amerika kan ada suatu hubungan sejarah ya sentimental yang juga tidak
bisa kita hindarkan jadinya saya melihat Rusia dan Cina sekarang masih memantau Karena kan perangnya masih terjadi dan 3 bulan ini sudah ada efek ya yang yang terutama ASEAN. Saya melihatnya ASEAN sudah ada efek ekonomi ya dan itu ee Rusia dan Cina tergantung nanti ya mungkin di kita lihat dalam seminggu 2 minggu ini pasti Rusia dan Cina akan memihak juga pada akhirnya karena ini kan energi kebutuhan utama juga kebutuhan global juga ya. Eh, Pak Bastari, kita berbicara mengenai ada prasyarat baru nih dari Trump terkait ee
di tengah finalisasi dari MOU ini, tapi juga ada kesepakatan mengajak untuk negara-negara muslim untuk masuk ke Abraham Accord. Eh, bahkan ini ada ancaman di situ. Anda melihat taktik apa lagi yang digunakan oleh Trump ini? Iya. Baik, Mbak. ee pertama kalau ingin mengajak daripada apa namanya itu ee negara-negara muslim itu Abraham Akord itu, itu sebetulnya suatu pengimbangan ya pengimbangan ee daripada ketika sekutunya di NATO itu meninggalkan dia. Hmm. Oke. Oke. Nah, sedangkan dia tahu bahwa kekuatan NATO itu banyaknya itu pada
teknologi ya ee yang selama ini mendukung ee pengembangan daripada hardware. Sementara negara-negara muslim ini ya adalah ee khususnya yang negara-negara teluk itu ada kekuatan lain yaitu sumber daripada energi. Nah, jadi ee dengan mengajak ke situ sebetulnya ee tujuan daripada Amerika itu persoalan energi. persoalan energi itu sendiri sebetulnya ee dia punya, tetapi kan terikat oleh rezim ee internasional pengaturan harganya itu, harga minyak itu. Walaupun dia punya minyak sendiri tetapi kan tetap
tergantung kepada penetapan konvensi internasional tentang harga minyak. Iya. Harga global. Jadi ee mengajak itu dari perspektif strategi kalau saya bisa mengatakan itu adalah ee geoekonominya Trump. Karena kita tahu siapa Trump. dia adalah pemain daripada ee kartu ekonominya. Nah, sehingga Abraham akut itu saya pikir penekanannya itu sekarang bahwa begitu besarnya pengaruh apa namanya itu ekonomi dalam hal ini adalah energi ekonomi energi itu kepada dunia maka perubahan apa namanya itu dari sekutu di
dalam hardware kepada sekutu yang bersifat ee non hardware itu tadi. Tapi untuk itu. Nah, tetapi kalau kita melihat sekarang tadi itu adalah bahwa ee beberapa kali bahkan yang sudah konvensi ataupun ee kesepakatan yang sudah ditandatangani 2015 dulu pun yang sudah ditandatangani itu pun dilanggar sama Amerika dan Iran. Dua ketika ee Amerika itu keluar 2018 dari JPOA-nya itu kan JPOE. Nah, ya kan itu dia keluar. Nah, 2019 akhirnya pengayaan nuklir itu ya mengalami eskalasi mengalami kan dibatasi di
Iya. Dibatasi di situ. Tapi karena Amerika yang break the e break the promise, akhirnya Iran punya kesempatan untuk mengayakan itu. Sekarang kan sudah sampai 60 lebih nih sekarang pengayaannya. Jadi ee sekarang itu belum ada pegangan sekuat daripada yang apa ee ee kesepakatan 2015 itu. Iya. JCPOE ya. Join e comprehensihip plan of action. He. 2.0 lah kata-kata kalau itu mengatakan itu. Nah, jadi kalau sekarang itu mau mengharapkan bahwa itu akan sekuat daripada yang tahun 2015 itu kan masih panjang. Oleh karena itu, negosiasi
terus ee dijalankan di dua tempat yang berbeda. Walaupun yang sekarang itu kan dilaksanakan tidak langsung nih melalui utusan-utusan ya di Oman. Tapi dunia berharap. Nah, karena dunia berharap banyak, muncullah akhirnya ee bahwa spekulasi internasional mengatakan ini setiap ada eh statement politik daripada Iran ya kita akan eh to blow up atau to finish the job dan itu tanda-tanda bahwa akan terjadi suatu eskalatif. Itu pernyataan pernyataan eskalatif. Nah, kalau sekelip berarti kan harga energi tinggi. Kalau
energi tinggi, on, mobil oil apa segala yang ada di ee Amerika itu yang mendukung Trump itu akan ee merauk meraup daripada keuntungan yang besar. Nah, itulah akhirnya kita mengatakan ini dari yang saya sampaikan awal tadi itu apakah ini betul-betul permainan permainan amunisi atau permainan daripada ekonomi atau ekonomi memainkan amunisi. Nah, kira-kira seperti itu. Oke, Om Sari. Tapi begini, kalau kita lihat dari sisi Iran, Iran kan terkenal atau dikenal dengan ee proksinya ya begitu ya. Apakah kemudian
sekutu-sekutunya juga akan ikut terlibat, ikut bergerak dengan adanya pergerakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Tapi nanti ya Pak Basri kita jeda terlebih dahulu pemirsa. Sai jeda kami masih akan kembali untuk Anda.

Komentar