Ketahui pilihan pemirsa di mana Fursi Rasel memutuskan untuk mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeks FURSI Global Equity Index Series periode Juni 2026. Terkait keputusan terbaru tersebut, Bursa Efek Indonesia penilai hal tersebut sebagai konsekuensi jangka pendek atas upaya reformasi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia dan regulator pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia menilai didbaknya empat saham domestik dari indeks Food C Russell sebagai konsekuensi jangka pendek atas upaya reformasi yang
belakangan gencar dilakukan BI bersama regulator. PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffre Hendrick menyatakan risiko yang mungkin timbul dari rebalancing food sea adalah keluarnya arus dana asing dari pasar Indonesia. Meski demikian, upaya yang telah dilakukan regulator diklaim akan membawa dampak jangka panjang bagi pasar modal. Menurut Jeffre, investor yang memiliki horizon investasi secara jangka panjang akan diuntungkan dari upaya informasi pasar modal oleh OJK dan NSRO. Adapun sebelumnya Futs Russell
mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeks FUTS Global Equity Index Series. Langkah ini dilakukan lantaran saham-saham tersebut tidak memenuhi ketentuan sebagai konstituen indeks FFUsi. Keputusan tersebut diumumkan dalam laporan berjudul June 2026 Quarterly Review pada Sabtu 23 Mei 2026. Dalam pengumuman tersebut, Futsi mengeluarkan saham PT Dian Swostatika Sentosa Tbk lantaran masuk dalam kategori saham dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi tinggi. Selain itu, Foodsi Russell juga mengeluarkan saham PT Daas Bara Lestari
Tbk dalam kategori microcap karena memiliki free float di bawah batas minimum. Kemudian pada kategori yang sama, Fusi Roslo juga mengeluarkan saham PT Hilken Tbk dan PT Mulia Industri Indo Tbk karena tidak memenuhi kriteria atau surveilance stock screen. Keputusan FUTS ini efektif berlaku pasiap penutupan perdagangan 19 Juni 2026. Namun keputusan ini masih dapat ditinjau ulang hingga penutupan perdagangan Jumat 5 Juni 2026. Sebagai sumber channel. Ke informasi emiten pemirsa di mana PT Indosemen Tunggal Prakarsa Tbik atau
INTP membangun pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS terbesar di sektor semen Indonesia. Pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseruan untuk menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh. Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, PT Indosemen Tunggal Prakarsa Tbkp membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di sektor semen Indonesia dengan total kapasitas mencapai 71,9 MW. Proyek tersebut akan dikembangkan di tiga kompleks pabrik utama perseroan di
Citerep, Cirebon, dan Tarjun. Langkah ini mempertegas posisi Indosemen sebagai salah satu pionir dekarbonisasi di industri berat atau hard to sektor sekaligus mendukung target pemerintah mencapai net zero emission di 2060. PLTS tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun. Selain itu, proyek ini diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon lebih dari 85.000 ton CO2 per tahun setara dengan dampak lingkungan dari penanaman sekitar 1,4 juta pohon setiap tahun.
Perseroan menilai transformasi menuju industri rendah karbon menjadi langkah yang tidak bisa dihindari bagi industri semen dan industri semen tidak punya pilihan selain bertransformasi. Direktur PT Indosemen Tunggal Prakarsa Tbk inpolgerm mengatakan pembangunan PLTS tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh. Strategi ini mencakup pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti reviews di Revide Vio RDF, penggunaan bahan baku
alternatif, pengembangan roadmap energi rendah karbon hingga inovasi produk semen ramah lingkungan. Untuk merealisasikan proyek tersebut, Perseroan menggandeng Sun Energi sebagai mitra strategis penyedia solusi energi terbarukan. Perseroan menekankan kolaborasi ini menunjukkan transisi energi dapat berjalan tanpa mengganggu produktivitas bahkan justru memperkuat daya saing industri. dari berbagai sumber untuk IDX channel. Dari sisi teknikal di sepanjang perdagangan hari ini, SAM INTP lebih cenderung bergerak di zona hijau
pemirsa. Namun beberapa menit jalan penutupan perdagangan di sesi kedua hari ini laju penguatan terbatas bahkan saat ini bergerak flat dan beberapa menit yang lalu sempat bergerak di zona merah. Langsung saja kita ke grafis yang pertama. Kita akan coba lihat pergerakan saham IN IN In INTP di sepanjang perdagangan hari ini dan update penutupan di perdagangan hari sebelumnya. Dapat Anda saksikan grafis yang pertama di layar televisi Anda pemirsa. Ditutup di perdagangan akhir pekan lalu di 4.900 di 22 Mei ee kemudian dibuka di zona
hijau 4950. Intraday hari ini INTP sempat menguat ke 5.100 1145 hingga penutupan di sesi pertama siang tadi laju penguatan terbatas ke 4.990. Di 1330 melanjutkan penguatan ke 4980 pemirsa ee saat ini saham INTP laju penguatannya lebih ke arah terbatas. Beberapa menit yang lalu sempat bergerak di zona merah 4890. Saat ini bergerak flat di 4.900. Kita beralih ke grafis selanjutnya. Kita akan coba lihat pergerakan saham INTP dalam beberapa bulan terakhir. Ee lebih cenderung mengalami tekanan yang cukup
dalam, pemirsa. Ya, di perdagangan 30 Desember sampai MTP masih diperdagangkan di level atas 7475. Januari, Februari, Maret ini mengalami tekanan yang cukup dalam. 9 April mencoba untuk bangkit ke 5 ee 30 ee atau memangkas dari sisi penguatan dari 5750 dan turun dalam di 20 Mei 4750 dan pembukaan sesi kedua hari ini bangkit ke 9 ee 4980. Intrad hari ini sempat ke 5.100 pemirsa namun saat ini bergerak flat. Dari sisi valuasi dengan beberapa indikator yang ada, kita beralih ke grafis selanjutnya. Kita akan
coba lihat dari posisi pair-nya di 20.38 kali, PSR-nya di 1.14 kali, sementara PBV-nya ee masih di bawah satu kali di 0.75 kali dan PCFR minus di 11.80 kali. ya kombinasi secara fundamental, teknikal dan juga dari sisi valuasi dan semoga bisa menjadi salah satu referensi untuk Anda. Dan selanjutnya mari kita coba simak beberapa sentimen yang berkembang yang berhasil dihimpun oleh tim redasi kami dan diproyeksikan akan mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan dan untuk kali ini didominasi dari
sentimen internasional dan informasinya apa saja? Mari kita coba simak tayangan berikut ini. Dikutip dari Reiterus, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan telah memberitahu perwakilan Amerika untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan apapun dengan Iran. Karena pemerintahan meremehkan harapan akan terobosan segera dalam kesepakatan tersebut. Blokade Amerika terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormus akan tetap berlaku sepenuhnya hingga kesepakatan tercapai, disahkan dan ditandatangani.
Tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah Iran. Namun kantor berita Tasnim yang terkait dengan garda revolusi Iran mengatakan Amerika masih menghalangi sebagian dari kesepakatan potensial termasuk tuntutan teheran untuk pelepasan dana yang dibekukan. Sementara itu, dikutip dari Bloomberg, Kepala Penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di gedung putih, Kevin Het mengisyaratkan keyakinannya penurunan harga minyak pada akhirnya akan memberikan ruang bagi The Fat untuk menurunkan suku bunga acuan.
Pernyataan ini muncul berbarengan dengan unggahan Tram di media sosial yang menyebut bahwa negosiasi dengan Teheran berjalan secara teratur dan konstruktif. Meski lonjakan harga bahan bakar di Amerika akibat penutupan Selat Hormus oleh Iran menjadi risiko politik yang besar bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu sela di November mendatang. Hazet menilai percepatan inflasi saat ini sebagian besar memang hanya didorong oleh kenaikan harga energi. Dikutip dari Reuters, jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim
tunjangan pengangguran turun di pekan lalu. Mengutip Reuters klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian turun 3.000 menjadi 209.000 yang telah disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 16 Mei. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom dalam jejak pendapat Reuters di 210.000 B klaim. Dengan catatan ini, kondisi pasar tenaga kerja Amerika masih relatif stabil. Data tersebut juga memberi ruang bagi defet untuk tetap fokus terhadap risiko kenaikan inflasi. Pelaku pasar
keuangan saat ini memperkirakan defet akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 hingga 3,75% hingga tahun depan. Dari bagi sumber untuk ADX Channel.

Komentar